Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 137 S2


__ADS_3

Sembilan Puluh Hari.


Vino masuk kedalam kamar mandi karena sudah merasa gerah, sedangkan citra masuk kedalam ruang ganti untuk menyiapkan pakaian ganti suaminya itu. Sembari menunggu vino selesai mandi citra meletakan sepatu dan tas kerja vino pada tempat nya.


Tak lama vino keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar, ia masuk kedalam ruang ganti untuk memakai pakaian nya.


"Enak juga punya istri semua sudah di siapkan." batin vino.


"Hey siapa nama mu, aku lupa." ucap vino yang keluar dari ruang ganti.


"Saya." tanya citra.


"Tidak setan, bukannya hanya kita berdua di tempat ini." ujar vino ketus.


"Nama saya citra." ucap citra.


"Oh." ucap vino dan naik kelas ranjang nya.


"Oh doang ni, ketus amat." batin citra.


"Nama ku vino, terserah kau mau memanggil ku apa." ujar vino sambil memaikan hp nya.


"Semua orang pasti tau anda." ucap citra.


"Maksud nya." ucap vino menatap kearah citra.


"Bukannya anda model terkenal, siapa yang tak mengenal anda." ucap citra.


"Ternyata masi ada yang mengakui ku sebagai model." ucap vino dan kembali memainkan hp nya.


"Bisa kah aku memanggil mu dengan sebutan ka." tanya citra.


"Terserah." jawab vino.


"Baiklah." ucap citra dan pergi meninggalkan vino.


Setelah selesai membersikan diri dan bersiap, citra mengajak vino turun untuk makan malam.


"Daddy mana mom." tanya vino.


"Dia tidur." jawab bella.


Citra mulai mengambil piring untuk suami nya, tak lupa pulak ia mengambil kan nasi dan berbagi macam lauk lainnya.


"Jangan pakai ayam." ucap vino.

__ADS_1


Citra kembali meletakkan ayam itu, ia mulai mengingat apa saja yang tidak dan di sukai vino.


"Vino tidak menyukai ayam." ujar bella.


"Kenapa begitu mah." tanya citra.


"Bisa kamu tanyakan pada suami mu." ucap bella.


Citra melirik kearah vino, ia melihat vino yang tanpa ekspresi dan asik dengan makanan di yang berada di depan nya, citra pun mengurung kan niat nya untuk beritanya tentang ayam itu.


"Tidak ada alasan yang pasti." ucap vino tanpa menoleh kearah citra.


Citra sedikit tersenyum saat mendengar ucapan dari vino. Selesai makan vino mengajak citra untuk naik keatas kamar karena ada hal yang ingin dia bicarakan, bella yang melihat citra dan vino langsung masuk kedalam kamar ia tersenyum bahagia, di dalam fikirannya ia akan segera memiliki seorang cucu.


"Aku udah di depan rumah turun lah." ucap andy di dalam sambungan telefon.


"Kenapa tidak masuk." tanya vino.


"Apa kau ingin mommy dan daddy mu curiga." jawab andy.


"Baiklah aku akan turun." ucap vino dan mematikan sambungan telefon itu.


"Jangan kemana-mana aku akan segera kembali." ucap vino dan pergi meninggalkan citra.


Vino turun kembali kebawah untuk menjumpai andy yang telah menunggu nya di bawah.


"Lama sekali." ucap andy melemparkan amplop kearah vino.


"Kau kira rumah ku hanya satu lantai." ujar vino dan menangkap amplop itu.


"Apa kau tidak akan menyesal." tanya andy yang bingung dengan pemikiran sepupu nya itu


"Ini yang terbaik." ucap vino dan pergi meninggalkan andy.


"Ku harap begitu." ujar andy berjalan kembali kerumah nya.


"Dimana dia, kenapa lama sekali." ucap citra.


Dan tak lama vino datang dengan wajah tanpa ekspresi nya.


"Baca ini." ucap vino memberikan amplop yang ada di tangannya.


Dengan perlahan citra membuka amplop itu, hati nya terasa sakit saat membaca isi amplop itu.


"Apa ini." ucap citra meletakkan kertas itu di atas meja.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa membaca nya." ujar vino dengan santai.


"Kau ingin mempermainkan pernikahan kita, aku menikah bukan untuk ini." ucap citra dengan sedikit menaikan suara nya.


"Aku tidak peduli, dari awal pernikahan ini tidak pernah di ingin kan." ujar vino.


Citra menundukan kepalah nya, ingin rasa nya ia menampar wajah vino dengan tangan nya langsung, citra menarik nafas panjang dan menghembuskan nya secara pelahan.


"Jika kau mencintai ku sebelum 90 hari, apa kau tetap akan menceraikan ku." tanya citra sambil menatap kearah vino.


"Mencintai mu, itu mustahil bagi ku." ucap vino dengan nada yang sinis.


"Aku bertanya apa kau tetap akan mencerai kan ku." ucap citra.


"Kalau kamu berhasil membuat ku jatuh cinta pada mu, aku tidak akan menceraikan mu." ucap vino.


"Baiklah akan ku tanda tangani surat ini." ucap citra.


Kalau di lihat dari isi surat itu mustahil citra dapat masuk kedalam hati nya vino, tetapi ia tidak akan menyerah begitu saja. Sebelum waktu itu habis ia tetap akan berjuang mempertahankan pernikahan nya itu.


Vino menyimpan surat perjanjian pernikahan itu di dalam lemari pakaian nya.


"Hanya sembilan puluh hari vin." batin vino dengan sedikit senyuman di bibir nya.


Citra masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan fikirannya dan menumpahkan semua kekesalan dan kesediaan nya.


"Kamu harus kuat, sembilan puluh hari sudah cukup lama untuk bisa masuk kedalam hati nya." batin citra.


Vino merebahkan diri nya keatas kasur sambil memaikan hp milik nya.


"Ping..ping..ping." pesan dari calista.


Vino membuka pesan itu dan membaca pesan yang membuat perut nya mual. Vino tidak membalas pesan itu ia malah memblokir nomor calista.


Citra keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit sembab.


"Apa dia menangis." batin vino.


"Tidur lah di sini." ucap vino sambil memberikan batas pemisah di antara mereka berdua.


Citra bejalan kearah ranjang dan merebahkan tubuh nya keatas kasur.


"Good nigth citra." ucap citra dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Soryy baru up, baru pulang Sekolah😂. Sekolah lagi bagi-bagi kartu lumayan buat buka noveltoon😟😀

__ADS_1


__ADS_2