
"Calvin berhenti menangis." Ucap Vino.
"Hiks hiks hiks.. Kau tidak menganggap ku, buat apa aku ada di sini, aku akan pergi ke rumah ku sendiri. Jaga istri ku dengan baik, aku lelah dengan jalang yang terus kau percaya itu." Ucap Calvin.
Vino mendorong Calvin sampai Calvin jatuh ke lantai, tangan nya kembali bergerak menarik kera baju Calvin.
"Pergi, pergi dari sini. Aku tidak suka dengan menantu yang cengeng seperti mu." Ucap Vino dan pergi meninggalkan Calvin.
"Baik aku akan pergi, aku sudah meminta maaf pada mu untuk yang terakhir kali nya." Kata Calvin.
Calvin berlari masuk ke dalam kamar nya, ia langsung mengambil tas untuk mengemasi barang-barang nya. Calvin sudah benar-benar bertekad untuk keluar dari rumah ini.
"Hey hey kau mau kemana, kau membiarkan ku sendiri menghadapi jalang itu." Alka menarik tangan Calvin yang sedang mengemasi barang-barang nya.
"Aku akan pergi, aku sudah memikirkan rencana untuk kita, kau tenang saja." Ucap Calvin.
"Jangan pergi sayang, bagaimana dengan ku." Nila memeluk Calvin dengan erat.
"Kamu tenang saja, aku akan kembali." Kata Calvin.
"Tidak aku tidak mau, aku ikut dengan mu."
__ADS_1
"Tidak sayang aku harus pergi, hanya untuk sesaat kamu jangan menangis seperti ini." Ucap Calvin.
Sementara itu Tiara menyaksikan jika hubungan Vino dan Calvin semakin rusak, di tambah Calvin yang ingin keluar dari rumah ini, itu membuat tugas nya sebentar lagi selesai. Tiara sangat bahagia ia tidak menyangka dapat menghancurkan keluarga ini begitu cepat nya.
"Halo sayang bagaimana." Tanya Abraham.
"Kamu tau sayang, hubungan mereka berdua sudah benar-benar hancur, Calvin akan pergi dari rumah ini." Jawab Tiara.
"Bagus, aku tinggal mengirim orang untuk menangkap anak itu dan membunuh nya." Ucap Abraham.
"Kau rasakan Stiven, keluarga mu akan hancur. Kau berhasil menghancurkan perusahaan ku di Eropa tapi aku dapat menghancurkan orang yang sangat kau sayangi." Kata Abraham dengan wajah penuh dengan kebencian.
"Aku pergi sayang." Ucap Calvin dan mencium dahi serta pipih Nila.
"Sementara itu Aska dan Andy sedang membujuk Vino agar tidak membiarkan Calvin pergi tapi apa. boleh buat Vino malah terlihat sangat santai.
"Vino, apa kau benar-benar bodoh, menantu mu ingin pergi dalam situasi yang seperti ini." Ucap Andy.
"Vino, kau dengar kamu tidak, hey Vino." Ujar Aska.
"Aku harus bagaimana, menahan nya mana mungkin bisa, dia sudah membenci ku. Kalian tahan saja dia." Ucap Vino.
__ADS_1
"Kau yang harus menahannya." Andy dan Aska menarik Vino secara paksa.
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa sebelum daddy ku datang." Ucap Vino.
"Omong kosong cepat tahan Calvin." Kata Andy.
Vino dan Calvin saling menatap, Vino tersenyum melihat Calvin yang seperti nya sangat benci pada nya.
"Kau mau pergi, pergilah, kembali jika kau sudah tidak cengeng. Aku muak dengan tangisan mu." Ucap Vino.
"Aku kembali untuk mengambil istri ku dan membuktikan jika aku tidak salah." Kata Calvin.
"Mana mungkin bisa, Laki-laki cengeng seperti mu bisa membuktikan apa."
"Kau lihat saja nanti." Ucap Calvin.
"Ayah kenapa ayah seperti ini."
"Sudah diam." Vino memeluk Nila yang ingin mendekati Calvin.
Calvin langsung pergi dari rumah Vino, menggunakan mobil yang Vino berikan pada nya, ia lupa jika mobil yang ia pakai pemberian dari Vino.
__ADS_1
Saat di perjalanan tiba-tiba mobil Calvin di hentikan oleh orang banyak, Calvin di paksa turun dan langsung di bawa masuk ke dalam salah satu mobil hitam.
***Maaf up sedikit, author sedang sangat sibuk.****