Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 82


__ADS_3

"Sudah lepaskan aku, kau tidak malu banyak orang seperti ini." Ucap Vino.


"Tidak mau, kau jahat pada ku." Kata Calvin.


"Aku tidak jahat pada mu, aku hanya mengetes mu."


"Aku benar-benar ingin membenci mu." Ucap Calvin.


"Kau benar-benar ingin membenci ku itu tidak akan terjadi Calvin, ayo ikut dengan ku." Kata Vino sambil menarik Calvin agar ikut dengan nya.


"Aku di tinggalkan." Ucap Nila.


"Sabar sayang, suami mu dan ayah mu lagi memperbaiki hubungan mereka." Saut Citra.


"Ayah kenapa membawa ku ke kamar, ada yang kau berikan pada ku." Tanya Calvin.


"Apa yang kau mau, aku akan memberikan nya." Jawab Vino.


Vino membuka laci lemari nya yang berisikan berbagai macam koleksi jam tangan nya, serta jam. tangan yang di banting Calvin saat itu.


"Ini milik siapa." Tanya Calvin.


"Ini milik ku, saat itu aku membanting nya, kau mengambil nya."


"Jelas ini bukan jam tangan murahan, bahkan mobil yang kau pakai tidak ada apa-apa nya, enak saja mau sembarang banting-banting barang." Ucap Vino.

__ADS_1


"Maaf yah, saat itu aku sedang kesal." Kata Calvin.


"Hiks hiks hiks, aku sangat senang semua nya hanya sandiwara mu." Calvin memeluk Vino dengan erat.


"Hey hey, kenapa kau menangis lagi, sudah aku tidak suka melihat mu menangis seperti ini."


"Kau jahat sekali, kenapa jika sandiwara tidak memberitahu ku." Tanya Calvin.


"Nanti tidak akan sesukses ini Calvin, sudah jangan menangis, aku sudah menjadi ayah mu lagi, sekarang kembali ke kamar mu temui istri mu." Jawab Vino.


"Jika ayah ingin pergi bersama para penjahat itu aku ikut, jangan tinggalkan aku." Ucap Calvin.


"Kau bisa apa, nanti kau hanya menangis di sana."


"Tidak mau tau aku mau ikut, ntah apa yang di inginkan penjahat itu." Ucap Calvin.


"Sayang." Calvin memeluk Nila.


"Kamu sangat senang sekali." Tanya Nila.


"Pasti sayang, ayah hanya bersandiwara." Jawab Calvin.


"Sayang bagaimana kamu bisa bertemu dengan opa." Tanya Nila.


"Oh itu, saat aku pergi dari sini mobil ku di stop oleh banyak orang, aku di paksa turun dan di bawa masuk ke dalam mobil mereka. Di dalam mobil itu aku memohon pada mereka agar melepaskan ku sampai aku menangis. Dan akhirnya dia mau melepaskan ku dan membuka topeng di wajah nya dan ternyata itu opa Stiven."Jelas Calvin.

__ADS_1


"Oh begitu, sayang mulai sekarang aku mohon kontrol air mata kamu, belajar untuk tidak menangis, aku benar-benar tidak bisa membayangkan jika anak kita lahir dan dia menangis kamu juga menangis habis aku." Ucap Nila.


"Iya iya akan aku coba tapi sebelum itu jatah sayang, aku sudah satu minggu tidak mendapatkan jatah."


"Jatah apa sayang, kamu mau itu lagi." Tanya Calvin.


"Itu lagi apa, aku sudah satu minggu tidak mendapatkan jatah, gara-gara masalah ini." Jawab Calvin.


"Iya iya, aku mau." Ucap Nila.


Sementara itu di markas penyiksaan keluarga Vins, Tiara baru sampai di sana, ia langsung di ikat dan akan mulai di siksa sampai ia mau membuka semua rencana dan keberadaan Abraham saat ini.


"Kalian pikir aku mau membuka mulut ku." Ucap Tiara dengan nada yang sinis.


"Kita lihat saja nanti."


"Tapi sebelum itu mari kita bersenang-senang terlebih dahulu."


"Tidak aku tidak mau." Teriak Tiara.


Markas itu sejenak di penuhi teriakan Tiara, bagaimana tidak ia di paksa melayani para orang yang berada di sana secara bergilir. Bukan hanya empat lima orang tetapi dua puluh orang sekaligus.


Setelah puas melampiaskan nafsu mereka sebelum Stiven dan yang lainnya datang mereka langsung mulai menyiksa Tiara yang sudah lemas tidak berdaya, kaki nya gemetaran menahan beban tubuh nya sendiri.


"Kau benar-benar jalang, kelas atas." Mereka mulai mendekatkan bara api di sekitar tubuh Tiara.

__ADS_1


"Ahhhh panas." Teriak Tiara yang tidak bisa menahan nya lagi padahal Ini baru awal dari segala nya.


__ADS_2