
"Iya sayang, aku tidak akan selingkuh dari mu, mana mungkin aku berpaling dari orang yang sangat aku cintai."
"Bukan nya kamu dulu playboy, suka berganti-ganti pasangan dan sekarang kenapa kamu bisa sangat setia."
"Itu dulu sayang, sekarang aku telah menemukan orang yang sangat aku cintai, dia juga sangat mencintai ku. Orang itu kamu wanita yang sedang mengandung anak ku." Ucap Alka.
Sementara itu Calvin berjalan masuk ke dalam ruang kerja Vino, ia sudah memantapkan diri untuk mulai bekerja.
"Ayah, aku ingin bekerja, aku bosan jika di rumah saja." Ucap Calvin.
"Kata mu kau belum siap."
"Itu jika menjadi CEO. Aku ingin bekerja di kantor mu, jadi apa saja." Kata Calvin.
"Di sana kau tidak akan ada teman nya, bagaimana jika di Monnly grup, bagaimana kamu mau tidak di sana ada Alka."
"Mau yah, aku bisa belajar bersama nya." Ucap Calvin.
"Baiklah nanti aku akan bicara dengan Andy, besok kau bangun pagi dan langsung pakai pakaian kerja."
"Aku mana punya, harus beli dulu."
"Pakai kemeja saja, untuk jas dan yang lainnya ayah yang akan menyiapkan nya." Ucap Vino.
"Terimakasih yah." Calvin pergi meninggalkan Vino.
"Aku seperti memiliki anak bayi lagi, semua keperluan aku yang mengurus nya." Ucap Vino.
__ADS_1
"Sayang." Calvin datang dan langsung naik ke atas kasur.
"Kamu belum mandi sayang, mandi dulu." Ucap Nila.
"Sayang aku wangi." Calvin menarik Nilai dan memeluk Nila dengan erat.
"Hmmm sayang aroma tubuhmu, kenapa sangat enak." Ucap Nila.
Calvin mencium aroma tubuh nya karena penasaran dengan apa yang di katakan Nila. "Bauk asam sayang, kamu bilang enak."
"Tidak bauk, enak wangi nya. Aku suka." Nila mencium tubuh Calvin.
"Jangan kamu cium nanti anak kita ngefly di salam sana mencium aroma tubuh ayah nya yang tidak enak."
"Tidak, aku suka sayang, kamu tidak boleh mandi." Nila memeluk Calvin dengan erat.
"Hmmm sayang, aku mandi dulu, nanti anak kita mati bagaimana."
"Iya iya sayang, aku tidak akan mandi." Ucap Calvin yang terpaksa harus mengalah.
Tak lama Nila tertidur sambil memeluk Calvin dengan erat. Calvin merasa heran dengan Nila, biasa nya Nila sangat suka dengan diri nya yang wangi bukan yang bauk keringat seperti ini.
"Apa karena dia sedang hamil, jadi dia suka dengan aroma tubuh ku." Batin Calvin.
"Sayang." Nila mempererat pelukan nya.
"Kamu tau, betapa bersyukur nya aku mendapatkan kamu, aku sangat mencintaimu Nila sangat mencintai mu, terimakasih telah ada dalam hidup ku." Calvin membalas pelukan dari Nila.
__ADS_1
Sementara itu setelah drama kecil, Alka dan Amanda kembali masuk ke dalam kamar. Alka sangat bersyukur Amanda dapat menerima penjelasan nya, jika tidak Alka tidak bisa membayangkan jika Amanda melapor kepada ayah dan papah nya. Bisa-bisa diri nya mendapatkan siksaan yang luar biasa lagi.
"Sayang kamu bauk asem, sana mandi." Ucap Amanda.
"Sayang aku lelah aku mau langsung tidur." Alka langsung menjatuhkan diri nya ke atas kasur.
"Sayang jangan asal tidur, nanti semuanya jadi bauk asem seperti mu."
"Tidak sayang aku sangat mengantuk jangan ganggu aku, aku tidur." Ucap Alka.
"Jika kamu tidak mandi aku tidak mau tidur bersama mu, sana tidur di sofa."
"Sayang mana mungkin aku bisa tidak tidur di samping mu." Alka melepaskan baju nya dan melemparkan nya ke wajah Amanda.
"Sayang." Amanda menendang Alka sampai Alka terjatuh dari atas kasur.
"Aduh, sakit kamu bar-bar sekali." Ucap Alka.
"Mandi sana." Amanda melemparkan kembali baju Alka.
Dengan terpaksa Alka masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, ia memakai berbagai macam sabun agar tubuh nya sangat harum.
Alka keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kimono, ia langsung kembali ke atas kasur untuk melanjutkan tidurnya.
"Sayang kamu sudah siap." Amanda mendekati Alka dan mencium aroma tubuh Alka untuk memastikan Alka sudah wangi.
"Bagaimana aku sudah wangi belum, aku memakai semua jenis sabun yang ada di dalam kamar mandi."
__ADS_1
"Kamu sangat harum sayang, aku jadi suka memeluk mu." Amanda memeluk Alka dengan erat.
"Aku juga sangat suka mendapatkan pelukan hangat seperti ini, selamat malam sayang." Alka membalas pelukan dari Amanda.