Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 93


__ADS_3

Sembilan puluh tiga...


Tampak terlihat aldy sedang duduk di taman, fikiran nya terbagi ntah kemana, perusahaan nya di new york juga sudah terlalu lama ia tinggalkan, itu saja sudah membuat nya pusing di tambah lagi dengan janji nya pada kakek membuat nya tambah kacau...


"Apa yang harus ku lakukan, apa aku harus pulang ke new york, tapi bagaimana dengan janji ku dengan kakek apa aku harus menepati itu semua..." batin aldy...


"Ka sedang apa..." ucap ariska yang datang dari arah belakang...


Aldy tampak diam. Ia tidak menjawab sedikit pun pertanyaan dari ariska, suasan menjadi hening seketika mereka sibuk dengan fikiran masing-masing...


"Apa aku harus menetapi janji ku pada kakek..." ucap aldy memecah keheningan...


"Itu hak kakak, mau kakak tepati atau tidak itu semua ada di tangan kakak..." ucap ariska...


"jika tidak aku tepati, apa kau akan marah pada ku..." ucap aldy...


"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu ka, di satu sisi aku pasti akan marah karena kakak tidak bisa menepati keinginan kakek untuk terakhir kali nya tapi di sisi lain aku tidak bisa egois ka, aku tidak bisa memaksa orang untuk menikai ku dengan hanya sebatas janji bukan cinta..." ucap ariska...


"Apa kamu percaya dengan uangkapan kalau cinta akan datang seiring berjalan nya waktu..." ucap aldy...


"Bisa di percaya atau tidak si ka, tergantung diri kita sendiri..." ucap ariska...


"Terus bagaimana janji mu dengan bella..." ucap aldy...


"Janji apa ka..." ucap ariska...


"Aku sudah tau semua nya, kamu berjanji pada bella untuk membuat ku jatuh cinta pada mu..." ucap aldy...


"Jadi kakak sudah tau itu semua..." ucap ariska...


"Aku tidak sengaja mendengar nya, apa kamu akan menepati janji mu..." ucap aldy...


"Ya.. aku akan berusaha menepatinya..." ucap ariska...


"Tapi kenapa, bukannya kakek mu tidak selamat dalam operasi itu..." ucap aldy...


"Mau selamat atau tidak nya kakek dalam operasi itu, aku juga sudah berjanji pada sahabat baik ku, dan aku harus menetapi janji itu ntah janji itu akan berhasil ku tepati atau tidak yang terpenting aku harus berusaha terlebih dahulu..." ucap ariska dengan menatap mata aldy...


"Aku akan memberi mu waktu untuk menepati janji itu, dan jika kamu berhasil menepati nya aku akan menikah dengan mu tapi jika sampai waktu itu habis kamu masi belum bisa membuat ku cinta pada mu. Maaf aku tidak akan menepati janji ku pada kakek..." ucap aldy...


"Sampai kapan waktu itu..." ucap ariska...


Aldy mendekati telinga ariska dan membisikan satu kata...


"Itu terlalu cepat..." ucap ariska...


"Menurut ku itu terlalu lama..." ucap aldy...


"Baiklah akan ku coba..." ucap ariska...


Mereka pun kembali terdiam menatap indah nya taman bunga yang berada di halaman samping rumah stiven...


"Uwekuwekuwek...." viona memuntahkan isi perut nya setelah sarapan tadi pagi...


"Dek, kita kerumah sakit ya..." ucap iqbaal yang khawatir dengan keadaan viona...


"Tidak ka, aku hanya masuk angin biasa..." ucap viona...


Mereka pun kembali keranjang, Iqbaal dengan telaten memijat pundak dan punggu viona agar rasa mual di perut nya sedikit menghilang, ia sengaja meminta izin pada stiven untuk tidak masuk sementara ke kantor karena khawatir dengan keadaan viona...

__ADS_1


"Viona..." ucap bella dari balik pintu...


"Iya ka masuk..." ucap viona...


Bella pun langsung masuk kedalam kamar bella sambil membawa sesuatu di tangan nya...


"Eh ada iqbaal..." ucap bella...


"Ada apa ka..." ucap viona...


"Bagaimana udah enakkan perut nya, apa yang kamu rasakan..." ucap bella...


"Kepalah ku pusing dan perut ku terasa mual, apalagi jika makan sesuatu..." ucap viona...


"Ni coba kamu pakai ini..." ucap bella sambil memberikan tes pack...


"Apa ini ka..." ucap viona...


"Udah pakai aja, ayo kakak bantu..." ucap bella...


Mereka pun langsung menuju kearah kamar mandi, dan iqbaal hanya menatap kepergian mereka karena bingung dengan alat yang di beri bella...


Tak lama viona dan juga bella kembali, viona masi dengan ekspresi yang sama tapi tidak dengan bella ekspresi nya berubah menjadi bahagia...


"Tadi alat apa ka..." ucap iqbaal...


"Alat pemeriksa kehamilan..." ucap bella...


"Bagaimana hasil nya..." ucap iqbaal yang antusias saat mendengar itu...


"Hasil nya dua garis biru..." ucap bella...


"Viona positif hamil..." ucap bella...


"Kamu hami dek..." ucap iqbaal yang tak menyangka itu...


"Aku hamil ka..." ucap viona...


"Terimakasih dek..." ucap iqbaal dan langsung memeluk viona dengan erat...


Viona pun membalas pelukan dari iqbaal ia sangat bahagia ketika ia tau bahawa diri nya sedang hamil...


"Tapi apa aku akan seperti ka bella dulu..." ucap viona...


"Itu tergantung si, ada yang seperti kakak ada juga yang tidak..." ucap bella...


"Aku minta bimbingan mu ka, kakak kan sudah hamil diluan dan kembar lagi..." ucap viona...


"Tenang saja, kita akan membuat suami kita bahagia, yasudah aku kaluar dulu..." ucap bella dan pergi meninggalkan kamar...


"Jika orang tua ku tau mereka akan mempunyai cucu, pasti mereka akan sangat bahagia..." ucap iqbaal....


"Mereka pasti tau ka, dan mereka pasti sudah bahagia..." ucap viona...


"Terimakasih dek..." ucap iqbaal dan kembali memeluk viona...


Waktu pagi telah berganti, mereka kedatangan tamu yanh sedang sangat bahagia yang tak lain dan tak bukan adalah devan dan dini...


"Ada apa kalian tiba-tiba datang kesini..." ucap stiven yang baru saja pulang dari kantor...

__ADS_1


"Emang tidak boleh..." ucap devan...


"Boleh dong van..." ucap bella...


"Kami datang ingin memberi undangan untuk mengahadiri pesta pernikahan kami..." ucap devan...


"Wah, kapan pesta..." ucap bella...


"Lusa, aku harap kalian semua datang, terutama kau al..." ucap devan...


"Kenapa aku, tidak aku tidak akan datang..." ucap aldy...


"Kau harus datang dan membawa seseorang cewek..." ucap devan...


"Aku datang jika ada waktu..." ucap aldy dan pergi meninggalkan mereka semua...


"Kenapa dengan kakak mu..." ucap stiven...


"Iya ka aldy tampak berbeda, sepertinya dia lagi banyak fikiran..." ucap bella...


"Kami pamit dulu, ada banyak yang harus kami persiapkan..." ucap devan...


"Kami pamit bell..." ucap dini...


"Iya din, semoga lancar semua ya...'' ucap bella...


Kini hanya tinggal satu pasangan utama di ruangan ini...


"Mas, viona hamil..." ucap bella...


"Kamu serius sayang..." ucap stiven...


"Iya, tadi sudah di tes, dan hasil nya positif..." ucap bella...


"Aku penasaran apakah viona akan seperti kamu dulu..." ucap stiven...


"Aku harap begitu, agar kamu dan iqbaal repot seperti dulu..." ucap bella...


"Dek keluar yok..." ucap aldy datang dengan pakain yang rapi...


"Tumben pakain kakak seperti ini, mau kemana..." ucap bella...


"Pengen jalan-jalan aja..." ucap aldy...


"Aku si kepengen ikut tapi..." ucap bella melirik ke arah stiven...


"Jangan takut pada suami mu itu, dia juga harus ke kantor lagi..." ucap aldy...


"Boleh mas..." ucap bella...


"Boleh, tapi jangan sampai ke capeaan..." ucap stiven...


"Makasi mas, aku siap-siap dulu..." ucap bella...


"Hey, kau jaga istri ku dengan baik..." ucap stiven...


"Dia adik ku bodoh, sudah pasti akan ku jaga..." ucap aldy...


Segitu dulu...

__ADS_1


ntar up lagi...


__ADS_2