
"Maaf Marvin, paman benar-benar menyesal mengatakan hal itu dulu, paman saat itu benar-benar terbawa emosi. Paman tidak tau jika ucapan paman itu benar-benar terjadi. Saat itu paman berkata salah satu anak dari ayah mu akan menjadi seorang hiper seperti paman, ternyata itu terjadi pada mu," ucap Kevin.
"Sudah Marvin jangan di bahas lagi, itu sudah takdir mu. Dengan menjadi hiper kau menjadi kuat di ranjang bukan."
"Ayah jangan berkata seperti itu, memang si aku kuat," ucap Marvin.
"Lihat lah bagaimana Vino berkembang biak, anaknya benar-benar mewarisi sifat nya," ujar Kevin.
"Kau bodoh sekali, apa kau tidak bisa mengajariku dengan benar," ucap Nathan.
Mereka semua langsung melihat kearah Nathan, sifat Nathan yang arogan dan pemarah bisa-bisa membuat pelatih nya tidak tahan. Baru saja mereka berdua berlatih Nathan sudah berulang kali memarahi pelatih nya.
"Aku rasa jika pelatih nya Nathan wanita, Nathan tidak akan marah-marah begitu," ucap Mark.
"Tuan sinchan, jangan mengarang," saut Vira.
"Vira jangan mengatakan panggilan itu lagi," ucap Mark.
Rebecca lupa jika ia mempunyai obat untuk merendahkan rasa sakit di perutnya. Rebecca berjalan secara perlahan keluar dari kamar mandi untuk mengambil obat itu.
Setelah meminum nya perlahan rasa sakit di perut nya menghilang tinggal nafsu nya saja yang masih memuncak.
__ADS_1
Calvin masuk ke dalam kamar Rebecca untuk melihat Rebecca yang sudah pasti tersiksa ia juga ingin membuat perhitungan pada Rebecca.
"Calvin," ucap Rebecca.
"Cih wanita rendahan, kau pikir kau bisa menjebak ku, rasakan lah itu," kata Calvin.
"Calvin tolong sentuh aku, akhhha ku tidak kuat," ucap Rebecca.
"Najis kau tau najis, melihat mu begitu saja aku tidak tergoda sama sekali."
"Dengar Rebecca, jangan main-main dengan ku atau kau akan terkena akibatnya," ucap Calvin dan pergi meninggalkan kamar itu sebelum Rebecca melakukan hal gila lainnya.
Rebecca mengambil hp nya, ia lupa juga di rumah ini ada satpam yang berjaga di gerbang. Masih muda dan cukup tampan tidak masalah untuk Rebecca.
"Sentuh aku sayang," ucap Rebecca.
Skip menjijikkan.
Siang hari nya Erwin dan Piter pulang ke rumah untuk makan siang bersama. Calvin yang sudah tau mereka berdua pulang langsung turun ke bawa untuk berpamitan.
"Kau mau pulang," tanya Piter.
__ADS_1
"Iya, lain kali aku pasti akan datang lagi," jawab Calvin.
"Hati-hati Calvin, Terima kasih untuk semua nya," kata Erwin.
Calvin berjalan mendekati Piter untuk membisikkan sesuatu hal.
"Jaga adik mu dengan baik, aku tidak ingin dia mendapatkan masalah besar karena telah berani mengusikku dan istri ku."
"Calvin," ucap Piter.
"Aku tidak main-main Piter," Calvin dan Nila pergi dari rumah itu.
"Jangan jangan di dalam ahhhkkk," teriak Rebecca.
"Kau salah orang sayang, kau milik ku," ucap satpam itu, yang bernama Ari.
"Kau gila, bagaimana jika aku hamil," kata Rebecca.
"Aku tidak peduli, aku akan menikahi mu, dan menjadi kan mu istri ke dua ku." Satpam itu memakai kembali pakaian nya dan langsung pergi meninggalkan Rebecca.
"Ahhhkkk sial, aku terjebak dalam masalah besar." Teriak Rebecca.
__ADS_1
Hari ini Rebecca benar-benar sangat apes, ia tersiksa dengan perbuatan nya sendiri, dari obat, ancaman dari Calvin dan satu lagi satpam gila yang seperti nya akan menjadi boomerang dalam hidup nya.
"Apa yang di lakukan Rebecca, kenapa Calvin bisa sampai semarah itu," batin Piter.