Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 106


__ADS_3

"Kau mau membeli apa." Tanya Marvin.


"Ah sial, dompet ku di mobil, aku ambil dulu." Ucap Nathan.


"Pakai milik ku saja." Kata Marvin.


"Tadi makanan kau yang membayarnya, mana mungkin aku membeli kebutuhan ku sendiri kau yang membayar nya."


"Nathan, kau seperti sama siapa saja, ayo kita habis kan uang ayah." Kata Marvin.


"Hahaha kalau ayah marah, kau yang bertanggung jawab." Ucap Marvin.


Mereka berdua benar-benar membeli semua barang yang menurut mereka bagus. Marvin saja sampai bingung kenapa kartu yang ia pakai tidak habis-habis.


"Nathan kita sudah menghabiskan banyak sekali, jam tangan ini saja sudah 2.5 m." Ucap Marvin.


"Itu biasa Marvin, kau mau banyak jam tangan mewah ayah punya banyak, harga nya lebih mahal dari mobil yang kita bawa." Kata Nathan.


Sementara itu Vino menaikan satu alis nya saat mendapatkan puluhan notifikasi, semua uang yang di keluar kan Marvin dan Nathan masuk ke dalam hp nya. "Apa yang mereka beli, pasti Nathan memanfaatkan Marvin." Ucap Vino.


"Ada apa sayang." Tanya Citra.


"Lihat sayang, anak mu ingin membuat kita bangkrut." Jawab Vino.


"Sudah lah, ini pertama untuk Marvin, itu tidak akan membuat Vins grup bangkrut kan." Kata Citra.


"Iya iya, kali ini aku biarkan mereka tapi lain kali aku tegur mereka, tidak baik melakukan pemborosan." Ucap Vino.


"Hadeh, padahal yang lebih boros kamu." Kata Citra

__ADS_1


"Apa sayang coba kamu katakan sekali lagi." Ucap Vino.


"Tidak ada sayang, aku ingin memeriahkan Marvin jam tangan boleh aku minta satu milik mu." Tanya Citra.


"Nanti saja dia sendiri yang memilih nya, aku juga sudah memikirkan nya, Nathan dan yang lainnya sudah aku beri, mana mungkin anak ku sendiri tidak aku beri." Ucap Vino.


Setelah puas menghabiskan uang Vino, dan ternyata tidak habis-habis mereka berdua langsung pulang ke rumah dengan membawa banyak sekali paper back.


"Kamar mu akan penuh Nat." Ucap Marvin.


"Sebentar lagi kau akan menikah, pasti kau akan pindah dari kamar ku, atau tidak perlu, kau bisa tidur dengan ku dan istri mu, jadi aku bisa melihat kalian bercocok tanam."


"Hahaha nanti kau kepengen Nat." Ucap Marvin.


"Hahaha aku memang sudah ingin, tapi aku sadar aku belum bisa menikah. Aku masih 18 tahun." Kata Nathan.


"Marvin, kenapa orang tua tiri mu jahat sekali, belum saat nya kau mengenal hal seperti itu. Kau pernah bilang pada ku kau mengenal seperti itu di usia 15 tahun." Ucap Nathan.


"Sudah lah Nat, ini sudah takdir ku. Sekarang aku sangat bersyukur bertemu dengan keluarga ku. Kau ayah, bunda, Nila dan yang lainnya, kalian harta terbesar ku." Kata Marvin.


Sesampainya di rumah Marvin dan Nathan di sambut oleh Vino yang duduk di ruang keluarga.


"Prok.. prok.. prok.. Bagus ya, sudah puas berbelanja nya." Ucap Vino.


"Hehehe ayah." Kata Marvin sambil menggaruk rambut nya.


"Sini mendekat dengan ku." Ucap Vino.


Nathan dan Marvin duduk di samping Vino, mereka berdua cukup takut melihat ekspresi wajah Vino yang tidak bisa di tebak.

__ADS_1


"Kalian cepat sekali besar." Kata Vino.


"Hehehe kami sudah besar yah, sudah bisa membuat anak." Ucap Nathan.


"Nathan, kau mau menikah juga." Tanya Vino.


"Eh tidak, Marvin saja yang menikah aku nanti saja." Jawab Nathan.


"Apa kalian tau sebentar lagi ulang tahun kalian ke 19 tahun." Tanya Vino.


"Aku tidak tau kapan aku lahir." Jawab Marvin.


"Marvin kau lahir sama sekali ku, sekitar 2 minggu lagi kita ulang tahun." Ucap Nathan.


"Kalian mau apa." Tanya Vino.


"Aku yah, aku ingin memiliki mobil baru, jam tangan baru, dan aku ingin kamar ku di renovasi." Jawab Nathan.


"Kau tidak heran Nathan, kau mau apa Marvin." Tanya Vino.


"Aku aku tidak ingin apa-apa, melihat kalian bahagia saja sudah cukup untuk ku." Jawab Marvin.


"Kalau begitu ayah ingin cucu dari mu." Ucap Vino.


"Ayah, aku belum menikah sudah minta cucu, minta saja pada Nathan." Kata Marvin.


"Marvin kau yang mau menikah, bukan aku. Oh iya malam pertama jangan lupa Video in." Ujar Nathan.


"Kalian berdua benar-benar gila, sudah sana masuk kamar, nikmati momen terakhir kalian sebelum Marvin pindah kamar." Kata Vino.

__ADS_1


__ADS_2