Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 134


__ADS_3

"Kamu dengar sayang tadi kata dokter, aku harus sering-sering mengunjungi anak kita." Ucap Alka.


"Kamu tidak takut milik mu dapat menyentuh anak kita."


"Itu bagus aku jadi tau bagaimana tekstur nya anak kita, apakah sama dengan milik mu yang lembut itu."


"Sayang, kenapa kamu berubah menjadi mesum begini, ingat perjanjian kita aku mau melakukan nya kalau aku yang menginginkan nya." Ucap Amanda.


"Kapan kamu menginginkan nya, kamu saja selalu menolak ku, kamu tidak kasihan dengan adik ku." Kata Alka.


"Tidak, dia yang membuat perut ku besar." Ucap Amanda.


"Dia juga yang membuat mu mendesah memanggil nama ku sayang."


"Sudah berhenti membahas hal seperti itu." Ucap Amanda.


Sementara itu Calvin dan Nila sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, mereka ingin melihat perkembangan anak mereka secara langsung, yaitu dengan USG.


"Jika anak ku wanita aku akan membuat nya seperti seorang putri." Ucap Calvin.


"Kalau pria bagaimana." Tanya Nila.


"Aku akan menyiksa nya, hahaha rasakan kekejaman daddy mu ini." Jawab Calvin.


Nila sudah sering mendengar celotehan Calvin tentang apa yang akan ia lakukan pada anak nya nanti, dan Nila berharap anak nya wanita saja agar terhindar dari kekejaman daddy nya ini.


"Nanti setelah kamu melahirkan aku mau langsung membuat anak kembar, bagaimana kamu setuju tidak." Tanya Calvin.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau hamil lagi dalam waktu cepat, nanti mungkin sebelum umur 30 tahun." Tolak Calvin.


"Aku sudah tua dong, apa aku masih bisa membuat anak di umur segitu." Tanya Calvin.


"Bisa, ayo turun kita sudah sampai." Jawab Nila.


Supir mereka hanya bisa menggelengkan kepala , saat mendengar semua celotehan pasangan bahagia ini.


"Dok, jangan sampai istri saja kesakitan." Ucap Calvin.


"Iya mas Calvin tenang saja."


"Tunggu dok, kenapa pakai alat itu, itu apa, nanti anak saya tidak kenapa-napa kan." Tanya Calvin.


"Sayang sudah, biarkan dokter melakukan tugas nya, kamu jangan mengganggu nya." Ujar Nila yang kesal karena Calvin terlalu posesif pada nya.


"Itu ***** jadi anak ku laki-laki." Ucap Calvin sambil menutup wajah nya.


Mereka semua menahan tawa saat melihat Calvin yang begitu menggemaskan, malah lebih menggemaskan di bandingkan calon bayi mereka.


"Iya mas, anak anda Laki-laki, tampan seperti ayah nya."


"Tidak bukan ayah tapi daddy, aku ingin di panggil DADDY." Ucap Calvin.


"Iya seperti daddy nya, bagaimana sudah puas melihat anak nya."


"Dok, nanti keluar nya dari mana ya, saya tidak pernah tau bagaimana cara anak itu keluar." Tanya Calvin.

__ADS_1


"Dari jalan masuk nya, dia akan keluar seperti saat dia masuk."


"Ohhh, Apa!!!.


Di perjalanan pulang Calvin masih terus memikirkan bagaimana keadaan Nila nanti saat melahirkan, saat milik nya masuk saya Nila sudah kesakitan apa lagi bayi yang ukuran nya berlipat-lipat dari milik nya, pasti akan membuat Nila berteriak kesakitan.


"Sayang apa yang kamu pikirkan." Tanya Nila.


"Aku tidak tega melihat mu kesakitan saat melahirkan anak kita, bagaimana ini sayang, apa tidak ada cara lain."


"Mas itu sudah menjadi kewajiban ku, aku malah senang melahirkan anak ku dengan normal, aku yakin rasa sakit nanti tidak ada apa-apa nya saat aku mendengar tangisan anak kita."


"Apa bisa operasi tadi kata dokter, operasi apa namanya, seperti nama seseorang."


"Operasi Cesar mas, kenapa? kamu mau aku operasi, kamu mau melihat perut ku di koyak oleh pisau tajam." Tanya Nila.


"Tidak sayang, sudah lah nanti aku pikirkan bagaimana cara nya agar kamu tidak kesakitan, sayang malam ini jatah ku kan." Ucap Calvin.


"Jatah saja langsung ingat, iya jatah kamu malam ini." Kata Nila.


"Yes main lagi." Ucap Calvin.


Sesampainya di rumah Calvin bergabung dengan Alka yang sedang duduk di sofa bersama Nila, dua pasangan ini membahas tentang kelahiran anak mereka.


"Alka kau tidak takut istri mu kesakitan saat melahirkan." Tanya Calvin.


"Dia akan Operasi saja, aku tidak kuat harus berada di dekatnya saat melahirkan normal." Jawab Alka.

__ADS_1


Yok. tembus 100 komen.


__ADS_2