Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 178


__ADS_3

"Bagaimana dok apa masih kurang," tanya Vino.


"Sudah lebih dari cukup, sekarang saya minta untuk kalian semua berdoa yang terbaik untuk Nila dan juga anak nya, kami akan mulai operasi nya sekarang juga," jawab dokter.


"Ayah operasi yah, aku takut yah," ucap Calvin.


"Sudah tenang Calvin, serahkan semua nya pada dokter, kita hanya bisa berdoa ya terbaik untuk Nila dan anak mu," kata Vino.


"Calvin, sabar nak tenang," ucap Erwin.


"Aku takut, aku takut semua mimpi ku menjadi kenyataan yah," kata Calvin.


Erwin langsung memeluk Calvin dan mengusap kepala nya, "Tidak akan terjadi apa-apa, percaya dengan ku,"


Erwin mendapatkan kabar dari Piter jika istri Calvin masuk rumah sakit. Demi anak nya Erwin langsung pergi ke rumah sakit meninggal kan semua pekerjaan nya.


"Tuan ada apa, biasa nya anda cerewet," tanya Noya.


"Diam lah aku sedang sedih, adik ku masuk rumah sakit dan aku tidak bisa melakukan apapun di sini," jawab Nathan.


"Berdoa yang terbaik untuk nya tuan, pasti adik anda bisa melewati semua nya," kata Noya.


"Nathan kau mau ke rumah sakit tidak," tanya Alka.

__ADS_1


"Iya Alka aku mau, ayo bantu aku," jawab Nathan.


"Kau pulang lah, kita lanjutkan besok," ucap Nathan.


"Baik tuan, saya permisi," kata Noya dan pergi meninggalkan rumah itu.


Sesampainya di rumah sakit Nathan hanya mendengar suara tangisan Calvin, semua orang hanya diam dengan wajah yang menunjukkan kesedihan.


"Ayah bagaimana dengan keadaan Nila," tanya Nathan.


"Adik mu baik-baik saja, kau harus percaya itu," jawab Nila.


Perasaan Nathan benar-benar tidak tenang, ntah apa yang membuat nya terasa sangat sedih. Jantung berdetak lebih cepat dari biasa nya.


"Ha tidak," Marvin mengusap air mata nya, ia benar-benar merasakan apa yang Nathan rasakan.


"Ayah aku tidak tenang, yah," ucap Nathan sambil mengusap air mata nya.


"Hey kau kenapa kau tidak cengeng begini," kata Vino.


"Tidak tau yah, perasaan ku sangat tidak enak, aku benar-benar tidak tenang yah."


"Marvin kau juga merasakan hal yang sama," tanya Citra.

__ADS_1


"Iya bun, aku merasakan yang Calvin rasakan," jawab Marvin.


"Sudah tenang lah, tidak akan terjadi apa-apa." Vino memeluk Nathan, dan berusaha menenangkan Nathan, ia sangat tau jika yang di rasakan Nathan adalah ikatan sebagai saudara kembar.


Waktu terus berlalu sampai tiba, dokter keluar dari ruangan itu, wajah dokter terlihat sangat sedih, tanda operasi juga sudah hilang pertanda operasi telah selesai.


"Bagaimana dok," tanya Vino.


"Maaf tuan kami sudah melakukan nya sebaik mungkin, tapi Tuhan lebih sayang pada anak anda tuan." jawab Dokter.


"Tidak kau bohong, Nila," teriak Calvin dan berusaha menerobos masuk ke dalam.


"Ayah Nila yah, Nila hiks... hiks...hiks," Nathan jatuh dari atas kursi roda, karena sock mendengar kabar ini.


Marvin langsung memeluk bunda nya, ia sangat merasakan kesedihan tetapi ia berusaha untuk kuat demi tidak memperburuk suasana.


"Nila Marvin Nila," ucap Citra dan tak lama ia pingsan dalam pelukan Marvin.


"Nila," teriak Calvin sambil berlari masuk ke dalam, dokter yang sadari tadi menghalangi Calvin tidak kuasa dan membiarkan Calvin masuk ke dalam.


"Sayang bangun sayang, Nila bangun hiks.. hiks hiks.." Calvin memeluk Nila yang sudah tidak merespon nya lagi.


"Nila," teriak Calvin...

__ADS_1


__ADS_2