
"Mau kemana Nila." Tanya Marvin.
"Ke rumah sakit kak." Jawab Nila.
"Marvin aku menghargai diri mu sebagai saudara sepupu istri ku, tapi jika ada aku bertanya saja pada ku." Ucap Calvin.
"Eh maaf." Marvin lupa jika pria satu ini benar-benar sangat cemburuan.
"Sudah ayo mau ikut dengan kamu tidak." Tanya Calvin.
"Aku tidak terlalu dekat dengan mereka, aku melihat mereka saat sudah pulang." Jawab Marvin.
Nila dan Calvin langsung menuju ke rumah sakit, karena tidak tau ruang tempat Amanda di rawat Calvin meminta Alka langsung untuk menjemput nya.
"Kau benar-benar seperti raja." Ucap Alka saat melihat Calvin turun dari mobil.
Calvin berjalan mendekati Alka dan langsung memeluk Alka, sebagai ucapan selamat.
"Selamat Alka, kau berhasil menjaga Amanda dan anak nya, selamat juga karena sudah menjadi seorang ayah."
"Eh iya, aku juga ingin berterimakasih pada mu, kau salah satu orang yang cukup ambil dalam perjalanan cinta ku bersama Amanda, mungkin jika tidak karena masalah kita bertiga aku tidak menikah dengan Amanda." Ucap Alka
Alka membawa Calvin dan Nila masuk ke dalam ruangan dimana sudah banyak orang di sana. Termasuk Vino yang sedari tadi cukup khawatir dengan Calvin.
"Kau menangis lagi." Tanya Vino.
"Aku takut yah, bagaimana ini."
__ADS_1
"Untuk apa takut, lihat Amanda dia baik-baik saja, sudah tidak ada yang perlu kau takuti." Vino memeluk Calvin untuk memenangkan menantu yang sangat cengeng itu.
"Wah kak anak mu sangat tampan sekali." Ucap Nila.
"Anak kita akan tumbuh bersama nil." Kata Amanda.
"Alka kenapa anak mu mirip dengan mu, kenapa tidak dengan ku saja yang lebih tampan dari mu." Tanya Calvin.
"Kau gilak, dia anak ku berasal dari burung ku ya sudah pasti dia mirip dengan ku." Jawab Alka.
"Siapa nama bayi mu Alka." Tanya Andy.
"Nama, sayang kita belum menyiapkan nama." Jawab Alka.
"Itu tugas mu sebagai ayah." Ucap Amanda.
"Mana bisa, dia anak ku bukan anak mu, kau tidak ada hak untuk memberikan nya nama." Ucap Alka.
"Jadi siapa nama nya." Tanya Calvin.
"Nanti saja aku pikirkan, panggil saja bayi ini si tampan dia sangat tampan seperti ku." Jawab Alka.
Setelah menjenguk Amanda dan Alka, Calvin membawa Nila pulang ke rumah. Ntah hati Calvin yang terlalu rapuh ia masih saja ingin menangis saat membayangkan Nila berada di posisi Amanda, terbaring lemas di rumah sakit dengan berbagai macam tusukan di tubuh nya.
"Kamu kenapa lagi sayang." Tanya Nila.
"Aku takut sayang, aku tadi tidak sengaja membaca resiko ibu melahirkan. Aku takut terjadi sesuatu pada kamu dan anak ku." Jawab Calvin.
__ADS_1
"Tidak akan terjadi apa-apa, sekarang dari pada kamu memikirkan hal itu, sebaiknya kamu memikirkan nama yang cocok untuk anak kita nanti." Ucap Nila.
"Oh iya aku belum memikirkan nama untuk nya, aku tidak mau seperti Alka yang tidak tau nama anak nya." Kata Calvin.
Di tempat lain Nathan sedang pergi bersama Evans ke pusat kota, mereka berdua ingin mencari seorang pacar sebelum mereka pulang ke Indonesia.
"Kau yakin ingin berpacaran Vans." Tanya Nathan.
"Tidak aku menemani mu saja, aku tidak suka dengan wanita." Jawab Evans.
"Jadi kau suka dengan pria, ayo aku bantu mencari kekasih pria untuk mu."
"Tidak begitu juga bodoh, untuk saat ini aku tidak suka dengan wanita bukan berarti aku tidak normal, aku ingin fokus dulu dengan tujuan ku." Ucap Evans.
"Aku kira kau tidak normal, sedikit menjauh dari ku." Kata Nathan.
"Berhenti bicara omong kosong, atau aku akan meninggalkan mu." Ucap Evans.
"Hahaha kau sangat galak bagaimana wanita mau dengan mu." Ucap Nathan.
"Pacar terakhir ku Lisa dia selingkuh dari ku, aku harus mencari wanita yang jauh lebih cantik darinya." Ucap Nathan.
"Cari saja wanita sini, mereka sangat cantik." Ucap Evans.
"Aku tidak tertarik, aku lebih suka dengan wanita asli negera kita."
"Kalau begitu buat apa kau membawa ku ke pusat kota, kau membuang waktu ku." Ucap Evans dan pergi meninggalkan Nathan.
__ADS_1