
"Kamu dengan Nathan sangat mirip." Ucap Citra sambil memilih kan pakaian untuk Marvin.
"Maksud mamah, wajah kami tidak mirip sama sekali." Tanya Marvin.
"Kata siapa tidak mirip kalian cukup mirip dan sifat kalian benar-benar mirip. Keras kepala sama seperti ayah kalian Vino." Jawab Citra.
"Ayah Nathan mah, bukan ayah ku. Aku tidak mempunyai ayah kandung." Ucap Marvin.
"Ya sudah jadikan saja Vino sebagai ayah kandung mu." Kata Citra.
"Bagaimana bisa seperti itu mah, aku juga akan pergi dari rumah ini." Ucap Marvin.
"Pergi, kamu mau pergi kemana, ini rumah kamu sekarang. Kamu akan tinggal selama nya di sini."
"Mah aku juga memiliki kehidupan sebelum ini, aku juga mempunyai orang tua tiri, aku tidak bisa selama nya di sini." Ucap Marvin.
"Kamu mau meninggal mamah, kamu sudah mamah anggap sebagai anak kandung mamah sendiri." Ucap Citra sambil menahan tangis nya. Ia tidak tau kenapa rasa nya sangat sakit saat Marvin ingin pergi dari rumah ini.
"Mah, jangan menangis." Marvin mendekati Citra dan memeluk nya.
"Aku sangat senang bisa bertemu dengan mu, ini pertama kali nya aku terasa seperti memiliki seorang ibu. Aku sangat bahagia walaupun kebahagiaan ku terasa semu karena kamu bukan ibu kandung ku, jika aku boleh memilih aku benar-benar ingin lahir dari rahim mu." Ucap Marvin.
"Kamu benar-benar anak ku, aku yakin kamu kembaran dari Nathan dan Nila, tunggu sebentar lagi dan kamu akan merasakan kasih sayang dari kedua orang tua mu." Batin Citra.
__ADS_1
"Kamu janji tidak akan melupakan mamah." Tanya Citra.
"Aku berjanji mu, aku tidak akan melupakan mu, aku juga akan sering mengunjungi mu." Jawab Marvin.
"Untuk satu minggu ini tetap lah berada di rumah ini, nanti mamah akan membantu mu berbicara dengan Vino agar mengizinkan mu pergi, karena mustahil jika kamu pergi tanpa izin nya." Ucap Citra.
"Terimakasih mah, aku sangat menyayangi mu." Kata Marvin.
Setelah memilih baju untuk Marvin mereka berdua kembali ke kamar mereka masing-masing. Citra berjalan menghampiri Nathan dan Vino yang sedang asik berbicara, ia ingin Marvin bisa merasakan apa yang Nathan rasakan sekarang.
"Itu bunda mu, katakan kau cemburu dengan nya." Ucap Vino.
"Tidak mau yah, Marvin bukan level ku yah, aku tidak sudi. cemburu dengan nya." Kata Nathan.
"Bagaimana jika Marvin saudara kembar mu." Tanya Vino.
"Tidak ada yang tidak mungkin sayang." Ujar Citra
"Bunda sudah puas bermain dengan anak itu, aku yang baru tiba dari Korea saja di abaikan." Ucap Nathan.
"Maaf sayang, bunda tidak berniat mengabaikan mu." Citra mengusap rambut Nathan.
"Kenapa bunda sangat perhatian pada nya, ayah juga seperti nya mulai perhatian pada nya. Aku benar-benar tidak suka itu. Nila sudah menikah dan dia sudah memiliki suami yang menyayangi nya. Seharusnya kasih sayang bunda dengan ayah hanya untuk ku." Protes Nathan.
__ADS_1
"Hahaha lihat sayang anak mu itu benar-benar memiliki rasa cemburu yang kuat, apa lagi yang kau mau, kau mau tidur bersama lagi." Tanya Vino.
"Ayah, aku serius." Rengek Nathan.
"Tidak seperti itu sayang, kamu tetap nomor satu. Sudah ayo bunda temani tidur." Ucap Citra. .
"Hmmm Nat, kau mau menikah tidak." Tanya Vino.
"Tidak mau aku tidak memiliki seorang pacar. Tapi aku ingin membuat anak yah, boleh tidak."
"Kau tidak mau menikah tapi mau membuat anak, terus jika wanita itu hamil bagaimana. Ada-ada saja kau, tidak boleh melakukan hal itu di luar pernikahan atau milik mu akan ayah potong biar diri mu tidak pernah tau bagaimana enak nya melakukan hal itu." Ancam Vino.
"Sudah ayo sayang, jangan membahas hal seperti itu malam begini." Ujar Citra.
"Good Night yah." Nathan mencium tangan Vino.
"Ayah memiliki harapan besar pada mu, malam juga nat." Ucap Vino.
"Bunda temani Nathan tidur kan."
"Hmmm tidak boleh, kamu sudah dewasa. Bunda temani kamu sebentar saja." Ucap Citra.
Nathan mulai merebahkan diri nya ke atas kasur, Citra duduk di pinggir kasur untuk menemani Nathan tidur.
__ADS_1
"Selamat malam anak bunda yang tampan." Citra mengusap-ngusap rambut Nathan.
"Malam bunda." Ucap Nathan.