
"Aku harus pulang." Ucap Calvin.
"Kenapa tidak menginap saja ini sudah malam." Ujar Aska.
"Apa boleh." Tanya Calvin.
"Boleh jika kau mau, bagaimana yah? " Amanda melirik ke arah Vino.
"Boleh saja, tapi bagaimana dengan para pengawal mu cal." Tanya Vino.
"Itu mudah, mereka bisa tidur dalam mobil atau ku suruh pulang saja." Jawab Calvin.
Calvin berjalan mendekati salah satu pengawal nya, untuk meminta mereka semua pulang ke rumah.
"Tidak tuan, anda tidak boleh kami tinggal sendiri."
"Ini keluarga Vins, tidak akan terjadi apa-apa pada ku, jika kau masih mau di sini tidur lah di mobil." Kata Calvin.
"Baik tuan, kami akan tidur di dalam mobil, tapi jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi kami."
"Iya, cepat pergi sana." Calvin kembali mendekati Amanda dan yang lainnya.
"Kenapa Amanda sangat dekat dengan nya." Batin Alka.
Calvin memberikan tatapan tajam ke Alka karena sedari tadi ia sadar jika Alka memperhatikan Amanda dan diri nya. Tak mau kalah Alka membalas tatapan itu.
"Apa dia yang merusak Amanda." Batin Calvin.
"Seperti nya pria itu memiliki rasa pada Amanda." Batin Alka.
"Kau tak pulang Alka." Tanya Andy.
"Tidak, aku ada janji dengan Nathan." Jawab Alka.
"Dengan ku." Tanya Nathan yang kebingungan.
__ADS_1
"Kau melupakan janji mu." Alka menarik Nathan pergi meninggalkan ruang itu.
"Amanda, antar kan Calvin ke kamar yang kosong." Ujar Citra.
"Iya bun." Amanda mengantarkan Calvin ke kamar nya.
Mereka memilih masuk ke dalam kamar masing-masing, kecuali Vino, Andy dan Aska. Karena Vino menahan mereka berdua.
"Kalian berhati-hati lah dengan Calvin, dia bukan orang sembarang. Jangan sampai membuat masalah dengan nya." Ucap Vino.
"Ada apa vin, kenapa dengan Calvin." Tanya Aska.
"Dia bukan orang sembarang, lihatlah mana ada orang yang di beri pengawalan seketat itu, dia juga tidak memakan atau minum sembarangan." Jawab Vino.
"Kau benar vin, aku juga sudah curiga dengan nya sejak tadi, apa dia orang baik." Tanya Andy.
"Aku belum tau, aku akan membicarakan hal ini pada daddy, paman Aldy dan yang lainnya." Jawab Vino.
"Amanda, kita tidur bersama." Tanya Calvin.
"Hahahaha kau selalu mengatakan ku mesum, padahal aku tidak memikirkan apapun. Aku hanya senang bisa berdekatan dengan mu." Ucap Calvin.
"Sudah kau tidur mimpi indah." Amanda menarik selimut ke atas tubuh Calvin.
"Selamat malam cantik." Ucap Calvin.
"Malam." Amanda mengusap wajah Calvin dan pergi dari kamar itu.
Sementara itu Alka dan Nathan sedang berada di kamar, Alka memilih untuk tidur di kamar Nathan, ntah kenapa hati nya menolak untuk pulang ke rumah.
"Kau bilang ada janji dengan ku, tapi kau malah tidur di kamar ku." Ucap Nathan.
"Kenapa kau cerewet sekali, hanya satu malam."
"Kau cemburu dengan kak Calvin kan, karena dia sangat dekat dengan kak Amanda." Ucap Nathan.
__ADS_1
"Apa yang kau bicara kan, aku cemburu dengan nya. Mustahil bagi ku."
"Sudah kak, ngaku saja." Goda Nathan.
"Jika kau masih banyak bicara aku patahkan tangan mu." Ancam Alka.
"Bisa aja jika tidak cemburu, kau seperti itu membuat dugaan ku tepat." Ucap Alka.
"Nathan, kau tau kau pewaris besar keluarga vins." Tanya Alka.
"Iya aku tau." Jawab Nathan.
"Kalau begitu diam lah, atau keluarga vins kehilangan pewaris nya." Ancam Alka.
"Kau numpang tidur di kamar ku tapi banyak mengancam ku, kenapa harus di sini banyak kamar kosong lainnya." Ucap Nathan.
Alka tidak menjawab pertanyaan Nathan ia memilih untuk tidur karena jika ia terus menanggapi Nathan akan membuat nya stres.
Keesokan pagi nya, Calvin sudah terbangun dari tidur nya, ia keluar kamar karena penasaran dengan rumah ini. Alka yang melihat Calvin berjalan sendiri, ia berniat menghampiri Calvin.
"Kenapa kau bisa bersama Amanda." Tanya Alka yang ikut berjalan di samping Calvin.
"Mungkin karena kami sudah di takdir kan bersama." Jawab Calvin dengan santai.
"Jawab aku dengan serius, kau suka dengan Amanda."
"Iya aku suka dengan nya, tapi seperti Amanda belum bisa menerima ku, karena ada orang tidak bertanggung jawab merusak hidup nya." Calvin memberikan tatapan tajam pada Alka.
"Hey bocah, kau tau kan Amanda suka dengan ku." Ucap Alka.
"Aku tidak peduli, aku akan mendapatkan nya."
"Dapat kan lah, jika kau suka dengan bekas." Kata Alka.
Perkataan Alka sukses membuat emosi Calvin naik seketika, tangan nya siap melayang ke wajah Alka. Calvin memilih menahan emosi nya karena jika itu terjadi akan membuat para pengawal nya bergerak masuk ke dalam.
__ADS_1
"Aku tidak ingin menghancurkan keluarga mu, jangan buat aku marah." Calvin pergi meninggalkan Alka.