Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Part bonus


__ADS_3

Setelah Nila tersadar diri nya yang asli mereka semua kembali bahagia. Apalagi Nila sedang mengandung anak ke dua nya bersama dengan Calvin. Memang kecil tapi Calvin sangat jago membuat anak.


"Sayang," ucap Calvin pada anak pertama nya.


"Dia bisa kau ajak berbicara," tanya Nathan.


"Belum lah, dia masih beberapa bulan," jawab Calvin.


"Jadi ingin membuat anak," kata Nathan.


"Buat saja, Marvin saja sudah pandai," ucap Calvin.


"Dia mah memang sudah lama, aku mah boro boro membuat anak, pacaran saja tidak boleh," kata Nathan.


Ini beberapa bulan sebelum mereka berdua bertengkar hebat. Awal nya memang tidak ada masalah tetapi ada sebuah masalah yang membuat mereka berdua bertengkar hebat.


Tak lama Alka dan anak nya masuk ke dalam ruangan itu, anak Alka beberapa bulan lebih tua dari anak Calvin. Ia juga sedang mempersiapkan ana ke dua nya dengan Amanda. Alka tidak suka jika Calvin selalu lebih dulu dari nya.


"Ada apa Alka," tanya Calvin.


"Bagaimana bisa kau membuat anak secepat itu," tanya Alka.

__ADS_1


"Hahaha karena burung ku besar, jadi banyak isi."


"Kau kira punya ku kecil, aku serius. Aku sudah meminta Amanda melepaskan kb nya beberapa minggu lalu."


"Ya sudah lah tunggu saja, sebentar lagi juga isi."


"Otak kalian benar-benar kotor." Nathan pergi meninggalkan kamar itu, ia tidak terlalu cocok bergabung bersama dengan bapak bapak.


"Hahaha kau saja yang masih terlalu polos."


"Sttt nanti dia marah," kata Calvin.


"Dimana istri mu," tanya Alka.


"Memang menikah dengan mu tidak kau kasih jeda, hmmm beruntung Amanda dengan ku."


Nathan bersiap siap untuk pergi ke perusahaan bersama kakek nya Stiven. Mereka berdua harus bertemu dengan seseorang yang sangat penting. Nathan juga sudah hampir menggantikan Vino di perusahaan tetapi karena usia nya yang masih sangat muda ia di tahan dulu sampai berusia 20 tahun.


"Kakek bagaimana kakek membuat daddy," tanya Nathan.


Stiven memicingkan mata nya pada Nathan. Ia jadi teringat bagaimana ia membuat Vino dan Vira. Dengan bantuan obat perangsang ayah bunda nya, hahaha memang terasa sangat menggelikan jiak di ingat ingat.

__ADS_1


"Kau mau tau, dulu daddy mu tidak niat kakek buat," kata Stiven.


"Ha bagaimana? tidak niat, bagaimana kek?"


"Hahaha ya tidak niat, malas saja membuat nya, tapi karena takdir eh jadi dia, untung saja jadi nya bagus kalau jelek kau pasti tidak ada, karena mommy mu mau nya pria yang tampan.


"Aku tidak percaya," kata Nathan.


"Kau tanya saja lah pada Marvin, dia sudah tau duluan.".


Di tempat lain. Marvin dan Wulan sedang berada di dalam kamar, mereka berdua masih bingung merencanakan kehamilan Wulan, mau langsung hamil atau di tunda sampai waktu yang tidak di tentukan.


"Ya aku terserah kamu sayang, kalau kamu tidak lelah setiap hari memakai pengaman," kata Wulan.


"Aku si tidak lelah tapi aku ingin tanpa pengaman," ucap Marvin.


"Ke dokter saja, mana tau ada kb yang tidak berbahaya untuk aku."


"Tidak ah, nanti aku pikirkan, kalau jadi ya sudah waktunya kita punya anak."


"Hahaha tuh kamu tau, kamu sudah siap menjadi seorang ayah?"

__ADS_1


"Siap tidak siap sayang." Jika sudah berada di dalam kamar berdua seperti ini pasti sudah tau apa yang akan di lakukan mereka berdua. Apalagi Marvin seorang hiper.


__ADS_2