Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 88


__ADS_3

Tak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di mall terdekat, mereka pun langsung masuk kedalam mall tersebut untuk mencari barang yang mereka inginkan...


"Mau cari apa dek..." ucap aldy...


"Susuh ka..." ucap bella...


"Kakak ke atas dulu ya, nanti kabari aja kalau udah siap..." ucap aldy...


"Iya ka..." ucap bella...


"Jagain adik ku, awas sampai terjadi apa-apa..." ucap aldy...


"Iya kakak ipar ku..." ucap stiven dengan memasang ekspresi gemas...


"Jijik..." ucap aldy dan pergi meninggalkan bella dan stiven...


"Ayo sayang..." ucap stiven...


Mereka pun masuk kedalam salah satu toko yang menjual berbagai macam hal tentang bayi dan ibu hamil...


"Cari apa mbak..." ucap pelayan...


"Susu ibu hamil mbak..." ucap bella...


"Rasa apa..." ucap pelayan...


"Vanila dan coklat..." ucap bella...


"Baik mbak, tunggu sebenar... " ucap pelayan...


"Abis ini mau beli apa lagi..." ucap stiven...


"Aku pengen es krim mas..." ucap bella...


"Ok kita makan es krim sekarang..." ucap stiven...


"Ini mbak susu nya, total nya 150 ribu..." ucap pelayan...


Setelah membayar susu tersebut mereka kembali ke lantai dasar untuk membeli es krim...


"Rasa apa mas..." ucap bella...


"Sama kayak kamu..." ucap stiven...


"Mbak pesan rasa vanila, mangga, dan coklat..." ucap bella...


Setelah memesan es krim tersebut mereka langsung mencari tempat duduk untuk menyantap es krim tersebut...


"Tut... tut.. tut..." suara hp bella berbunyi...


"Hallo..." ucap bella....


"Ha.. hallo bell, ini aku ariska.. " ucap ariska sambil menangis...


"Ariska... kenapa menangis..." ucap bella...


"Kita bisa bertemu sekarang bell, aku ingin meminta bantuan mu..." ucap ariska...


"Bisa ris, aku berada di mall dekat rumah sakit tempat kita bertemu kemarin, kamu kesini aja aku berada di lantai dasar..." ucap bella...


"Iya bell, aku segera kesana..." ucap ariksa den mematikan sambungan telfon...


"Siapa sayang..." ucap stiven...


"Ariska mas, teman ku seperti nya dia dalam masalah..." ucap bella...


"Yang di rumah sakit kemarin..." ucap stiven...


"Iya mas..." ucap bella...


"Cantik..." ucap stiven dengan polos nya...


"Apa cantik..." ucap bella dan mencubit lengan stiven...


"Becanda sayang..." ucap stiven dengan senyuman nya...

__ADS_1


15 menit berlalu yang bella tunggu akhir nya datang, ariska yang melihat keberadaan bella langsung mendekati nya dan memeluk nya, bella pun langsung membalas pelukan dari ariksa...


"Maaf..." ucap ariska melepaskan pelukan nya...


"Kamu kenapa, ada masalah apa..." ucap bella...


"Kakek aku masuk rumah sakit dan harus di operasi tapi aku tidak memiliki uang untuk biaya operasi itu..." ucap ariska...


"Kakek sakit apa..." ucap bella yang sebenarnya mengenal kakek nya ariska...


"Kanker hati..." ucap ariska...


"Mas..." ucap bella...


"Iya ada apa..." ucap stiven masi dengan memakan es krim nya...


"Kakek nya ariska harus operasi..." ucap bella...


"Ya terus..." ucap stiven yang sedari tadi tidak menyimak pembicaraan bella dan ariska...


"Kamu kan pemilik rumah sakit itu, harus aku jelaskan secara spesifik..." ucap bella dengan nada yang sedikit kesal...


"Iya aku tau, kalau boleh tau siapa nama nya..." ucap stiven...


"Dhanu..." ucap bella...


"Kamu ko tau nama nya..." ucap stiven...


"Jangan banyak tanyak, cepat lakukan tugas mu..." ucap bella...


"Iya sayang ku, aku permisi sebentar..." ucap stiven...


"Mau kemana..." ucap bella...


"Cari istri baru..." ucap stiven dan pergi meninggalkan bella untuk menghubungi pihak rumah sakit...


"Mas..." ucap bella dengan nada yang kesal...


"Kalian begitu romantis..." ucap ariska dengan sedikit tertawa...


"Romantis apaan..." ucap bella...


"Itu sekarang, setelah aku mencarikan es nya..." ucap bella...


Tak lama stiven kembali Setelah menghubungi pihak rumah sakit...


"Sudah..." ucap stiven...


"Sudah apa, mencari istri baru..." ucap bella...


"Istri ku begitu cemburu, aku sudah menghubungi pihak rumah sakit, jangan fikirkan biaya semu gratis sampai kakek mu sembuh..." ucap stiven....


"Terimakasih tuan, bella..." ucap ariska dan memeluk bella...


"Iya ris, sama-sama..." ucap bella...


"Aku janji pasti nanti akan aku bayar semua biaya rumah sakit kakek..." ucap ariska...


"Tidak perlu, aku hanya punya satu permintaan..." ucap bella...


"Apa..." ucap ariska...


"Menikah lah dengan kakak ku..." ucap bella...


"Apa, bagaimana mungkin, lagian aku tidak mengenal kakak mu..." ucap ariska...


"Kau perna bertemu dengan nya saat di rumah sakit, dia menabarak mu..." ucap bella...


Ariska pun mulai mengingat-ngingat nya...


"Si galak itu..." ucap ariska...


"Galak..." ucap bella...


"Iya dia kan memang galak, siapa yang nabrak siapa yang marah..." ucap ariska...

__ADS_1


"Iya juga si, tapi kamu mau kan..." ucap bella...


"Bagaimana aku bisa menika dengan nya, kalau dia seperti itu dengan ku..." ucap ariska...


"Nah itu tugas mu, buat dia jatuh cinta pada mu, dengan paras mu yang cantik dan mantan idol di sekolah, pasti mudah bagi mu..." ucap bella...


"Tapi..." ucap ariska...


"Aku mohon..." ucap bella dengan wajah yang memelas...


"Baiklah akan ku coba..." ucap ariska...


"Yea... terimakasih..." ucap bella tersenyum bahagia...


"Kamu berniat menjodohkan kakak mu sayang..." ucap stiven...


"Iya mas, kamu setujuh kan..." ucap bella...


"Terserah kamu saja la..." ucap stiven...


"Woy di cariin, disini rupa nya...." ucap aldy yang berjalan mendekat...


"Yang di omongi dateng tu..." ucap bella...


"Wih.. enak ni..." ucap aldy dan mengambil mengkuk yang berisi es krim melilik stiven...


"Itu punya ku..." ucap stiven...


"Bagi sikit, celit amat jadi adik ipar..." ucap aldy...


"Nasib, punya kakak ipar begini..." ucap stiven...


"Harus nya bersyukur memiliki kakak ipar kaya dan tampan begini..." ucap aldy dengan sombong...


"Udah deh, kalian kayak tom and jerry gak perna akur..." ucap bella...


"Kata siapa, kami akur ko..." ucap aldy dan mengelus rambut stiven dengan sedikit tekanan...


"Ka kenalkan ariska..." ucap bella...


"Kayak gak asing tu muka..." ucap aldy dengan menatap ke arah ariska...


"Iya yang kakak tabrak di rumah sakit..." ucap bella...


"Oooww.. si gadis ceroboh..." ucap aldy...


"Ariska..." ucap ariska dengan memberikan tangan nya untuk bersalaman sambil tersenyum semanis mungkin...


Stiven yang melihat aldy tidak membalas tangan ariska, langsung menarik tangan aldy dan menempelkan nya ketangan ariska...


"Aldy..." ucap stiven...


Aldy yang menyadari tangan nya menempel dengan tangan ariska langsung menarik tangannya...


"Woy, kenapa kau tarik tangan ku..." ucap aldy menatap tajam ke arah stiven...


"Biar kagak lama..." ucap stiven...


"Bell aku pamit dulu, kakek ku tidak ada yang jaga..." ucap ariska...


"Ka anterkan ariska..." ucap bella...


"Ogah..." ucap aldy...


"Enggak usah repot-repot aku naik taksi aja..." ucap ariska...


"Ka anterkan kasihan dia, nanti aku dengan mas stiven naik taksi aja...." ucap bella...


"Anterkan gih, kalau kau laki-laki sejati..." ucap stiven...


Aldy tidak menjawab ucappan dari stiven ia berjalan pergi sambil berkata...


"Ayo..." ucap aldy...


"Aku pamit bell..." ucap ariska dan berjalan menyusul aldy...

__ADS_1


"Semoga bersenang-senang..." teriak bella...


Vote...


__ADS_2