
Kedondong...
Mereka pun memutuskan pulang kerumah, sesampainya di rumah mereka langsung menuju kamar...
"Kamu mau makan apa..." ucap stiven...
"Tiba-tiba aku pengen makanan yang asam..." ucap bella...
"Asam, contoh nya..." ucap stiven...
"Kamu..." ucap bella sambil tertawa...
"Sayang, aku ni manis bukan asam.. buktinya kamu nagih..." ucap stiven...
"Iya.. iya kamu manis, aku mau buah kedondong tapi yang harus ada di pohonnya langsung dan harus kamu yang mengambil nya..." ucap bella...
"Kedondong itu buah apa sayang, lagian dimana aku harus mencari nya, kenapa tidak buah yang lain..." ucap stiven...
"Tapi aku mau itu..." ucap bella...
"Dimana aku harus mencari nya..." ucap stiven...
"Kamu usaha dong, cari di..." belum bella menyelesaikan ucappannya tiba-tiba perut nya terasa sangat mual dan ia langsung berlari menuju kamar mandi...
Stiven yang melihat bella berlari kekamar mandi, ia pun langsung mengejar nya, di dalam kamar mandi tampak bella memuntah isi perut nya, stiven yang melihat bella munta ntah mengapa perut nya tiba-tiba sangat mual, ia pun ikut memuntahkan isi perut nya...
"Kamu tidak papa kan..." ucap stiven...
"Tidak, hanya saja perut ku terasa pusing dan kepalah ku terasa mual..." ucap bella...
"Ha.. maksudnya..." ucap stiven...
"Eh kebalik deng, kepalah ku terasa pusing dan perut ku terasa sangat mual, dan kamu kenapa ikut munta di samping ku tadi..." ucap bella...
"Aku tidak tau, melihat mu seperti itu, tiba-tiba perut ku begitu mual..." ucap stiven...
"Sayang, cepat carikan buah kedondong aku mau makan itu..." ucap bella...
"Harus aku yang mencari nya..." ucap stiven...
"Iya, tolong aku selagi aku belum memakan buah itu perut dan kepalah ku tidak akan sembuh..." ucap bella...
"Baiklah aku akan mencari nya, tapi ingat kalau ada apa-apa kamu harus cepat-cepat hubungi aku..." ucap stiven...
"Terimakasih sayang, kamu yang tebaik..." ucap bella sambil tersenyum manis...
Stiven pun keluar dari kamar nya menuju ruang tamu untuk mencari iqbaal...
"Bal... ayo ikut aku..." ucap stiven...
__ADS_1
"Kemana tuan, ke kantor..." ucap iqbaal...
"Tidak, nanti aku jelaskan di jalan..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Stiven dan iqbaal pun meninggal kan rumah untuk mencari buah yang dimaksud oleh bella...
"Bal, kamu tau buah kedondong..." ucap stiven...
"Tidak tuan, buah apa itu..." ucap iqbaal...
"Ah.. sial, bentuk buah nya aja kita tidak tau bagaimana cara kita menemukannya..." ucap stiven...
"Kenapa tuan tiba-tiba mencari buah itu, menurut saya lebih baik anda mencari gambar nya di mbah google..." ucap iqbaal...
"Ide bagus..." ucap stiven dan langsung membuka hp nya...
Stiven mengetik nama buah kedondong di pencarian gambar, tak lama gambar buah kedondong pun muncul...
"Ketemu..tapi bentuk buah sangat asing, dimana kita bisa menemukan ny..." ucap stiven...
"Biasanya buah seperti itu banyak terdapat di desa tuan..." ucap iqbaal...
"Baik lah, sekarang kita kedesa terdekat..." ucap stiven...
Saat melintasi kandang angsa, stiven melihat sebuah pohon yang buah nya mirip pada gambar yang terdapat di google...
"Berhenti bal, sepertinya kita sudah menemukannya..." ucap stiven...
Iqbaal dan stiven pun turun dari mobil untuk melihat pohon itu lebih jelas...
"Iya tuan, sangat mirip dengan gambar yang ada di google..." ucap iqbaal...
"Mari kita ambil..." ucap stiven...
"Tuan sebaik nya kita izin terlebih dahulu dengan pemilik nya atau kita disangka maling..." ucap iqbaal...
"Kamu benar bal, seperti nya rumah itu pemilik nya, mari kita datangi..." ucap stiven...
Stiven dan iqbaal pun mendatangi rumah tersebut...
"Permisi pak... buk..." ucap iqbaal....
"Iya tunggu..." ucap pemilik rumah tersebut...
Tak lama keluar perempuan yang berusia sekitar 60 tahun dari rumah tersebut...
"Iya ada apa..." ucap pemilik rumah...
__ADS_1
"Maaf buk, kamu ingin membeli buah itu..." ucap iqbaal sambil menuju buah yang dimaksud...
"Tidak perlu membeli nya, ambil aja sepuas nya kalau kalian mau, tapi hati-hati buah pohon tersebut berada di kandang angsa..." ucap pemilik rumah...
"Baik buk, terimakasih..." ucap iqbaal...
"Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi saya masuk dulu, suami saya lagi minta jatah..." ucap pemilik rumah...
"Baik buk..." ucap iqbaal...
Mereka pun pergi mendekati pohon tersebut dan ternyata benar pohon tersebut berada di kandang angsa...
"Tit... tit... tit..." hp milik stiven berbunyi dan stiven pun mengangkat nya...
"Hallo sayang..." ucap stiven...
"Kamu dimana, ko lama sekali..." ucap bella...
"Sebentar sayang, aku sudah menemukan pohonnya..." ucap stiven...
"Ingat jangan iqbaal yang kamu suruh manjat, aku mau nya kamu..." ucap bella dan langsung menutup sambungan telfonnya....
"Sial baru saja aku ingin menyuruh mu bal..." ucap stiven...
"Anda kurang beruntung tuan..." ucap iqbaal...
"Mari kita masuk, kamu jaga di bawah jangan sampai angsa untuk menyosor ku..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Mereka pun mendekat kearah pohon kedondong tersebut, dan iqbaal sudah menyiap kan kayu panjang di tangannya untuk berjaga-jaga...
"Ayo tuan, tuan pasti bisa..." teriak iqbaal sambil menghalau angsa agar angsa tersebut tidak mendekat...
"Berisik kamu, kamu kira gampang naik nya..." ucap stiven yang berusaha memanjat pohon tersebut....
"Tuan pasti bisa, demi nona bella..." teriak iqbaal...
Mendengar nama bella stiven pun langsung bersemangat memanjat pohon tersebut, ia pun berhasil menggapai beberapa ranting buah kedondong dan menjatuhkan, iqbaal pun menangkap buah tersebut dan memasukkan nya kedalam kantong plastik, sangking asik nya ia menangkap buah tersebut, ia sampai lupa kalau ia harus menghalau angsa agar tidak menyosor nya dan naas nya angsa tersebut terbang dan menyosor kepalah nya hingga ia terjatuh...
"Aduh.. kepalah ku..." ucap iqbaal...
"Hahahah, rasain kamu bal..." ucap stiven sambil tertawa...
***Jangan lupa like comen dan vote ya...
Oh iya author mau ganti judul novel ini, karena menurut author judul novel ini sekarang kurang cocok...
Comen dong cocok nya judul nya apa ya***...
__ADS_1