Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 148 S2


__ADS_3

Terimakasi.


Vino yang mendapat kan lampu hijau dari citra langsung melanjutkan aksinya, ia melepaskan satu persatu pakaian nya hingga ia tidak mengenakan sehelai benang pun. Setelah itu vino juga membuka satu persatu pakaian citra, gairah vino semakian memuncak saat melihat tubuh citra yang sangat menggoda.


Dengan lembut dan perlahan vino kembali menyerang citra, ia tidak melewakan setiap inci tubuh citra, dan citra hanya memajam kan mata nya menikmati setiap sentuhan yang di berikan vino.


"Lepaskan." ucap vino yang melihat citra menahan suara nya.


"Aaahhh.".desah citra saat vino mulai merambah bagian sensitif nya.


Vino mencium smperut citra yang rata, ia mencium nya dengan lembut sampai kertas buah dada yang sangat memanja kan mata nya, tangan nya dengan lihai bermain di areah sensitif yang membuat citra mengelihat merasakan sensasi yang luar biasa pada nya.


Permainan vino semakin membuat citra menggila sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh vino membuat nya kehilangan kendali, citra sudah tidak bisa menahan gojolah yang ada di dalam dirinya.


"Sekarang." ucap citra sambil mejamkan mata nya.


Vino langsung mengarahkan junior nya yang sudah menegang kedepan pangakal paha citra, dengan perlahan ia memasukan junior nya itu kedalaman gua nya. Citra memejam kan mata dan memegang pundak vino dengan erat saat junior vino mulai masuk kedalam pangkal paha nya.


Dengan beberapa kali dorongan vino berhasil menembus pertahana citra. "Aaahhh." teriak citra saat junior vino berhasil masuk kedalam, butiran air mata lepas dari ujung mata nya. Air mata sakit serta bahagia karena bisa membelikan mahkota nya pada suami sah nya.


Vino pun juga merasa bahagia saat melihat dara keluar dari pangkal paha citra, ini pertanda kalau ia lah yang pertama kali melakukan itu pada citra. Perlahan vino mulai melanjutkan kegiatan nya.


Rasa sakit yang citra rasakan tadi berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara, ruangan itu penuh dengan suara desahan mereka berdua.


Stiven masuk kedalam ruangan vino, ia berencana mengajak vino dan citra untuk rapat, tetapi stiven sama sekali tidak melihat citra dan vino di dalam ruangan nya, ia juga sudah bertanya pada orang-orang yang berada di dekat ruangan vino tapi mereka bilang vino dan citra tidak ada keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Stiven kembali masuk kedalaman ruangan vino, ia berkeliling di ruangan itu sampai ia mendengar samar-samar suara desahan yang berasal dari ruang pribadi vino, stiven mendekati ruangan itu dan menempel kan kuping nya kepingin ruangan itu, suara desahan semakin terasa jelas. Ia langsung mengerti siapa yang berada di dalam ruangan itu saat citra menyebut nama vino.


"Apa mereka berdua tidak tau tempat." ucap stiven dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Vin.. Aaaku mau keluar." ucap citra dengan suara tertahan.


"Keluar kan." ujar vino sambil mempercepat gerakan nya.


Vino kembali ******* bibir citra dengan lembut, ia juga tidak lupa meninggal kan jejak kepemilikan nya di setiap inci tubuh citra. Citra sudah beberapa kali sampai dalam puncak nya berbeda dengan vino yang sama sekali belum sampai kedalam puncak nya.


Setelah beberapa saat vino mulai merasah ingin mengeluarkan benih nya.


"Aaaku aaaakan keluar." ucap vino.


Vino memperdalam junior nya dan mengeluarkan cairan hangat kedalam rahim citra. Citra hanya memejamkan mata nya saat merasakan cairan hangat yang masuk kedalam rahim nya. Vino menjatuhkan tubuh nya kesamping tubuh citra, ia menatap wajah citra yang penuh dengan keringat.


Mereka berdua tertidur di dalam ruangan itu karena kelelahan.


Setelah beberapa jam tertidur citra bangun dari tidur nya, ia merasakan sedikit rasa perih di bagian pangkal paha nya, rasa perih itu seketika hilang saat mengingat hal yang mereka lakukan tadi. Bahagia satu kata yang tempat untuk mewakili perasaan mereka berdua.


"Ka." ucap citra sambil menggoyangkan tubuh vino.


Vino mulai terbagun dari tidur nya, rasa bahagia terpancar di wajah nya saat melihat citra yang tenga tidak memakai sehelai benang pun, ia manaikan tangan nya keatas dua bukit yang berada di depan nya.


"Aku menginginkan nya." ucap vino sambil memanain kan bukit itu.

__ADS_1


"Aku sudah lelah." jawab citra sambil menatap kearah vino.


Vino kembali menarik tubuh citra kedalam perlukan nya, sentuhan kulit citra kembali membuat junior nya menenang. Citra yang merasakan ada benda keras yang menyentuh kulit nya langsung melihat kearab benda itu.


"Lagi." ucap citra.


Tanpa aba-aba vino kembali menyerang citra dan citra hanya pasrah mengikuti semua permainan yang di berikan oleh vino, walaupun masi terasa perih citra tetap melayani suami nya dengan baik.


Setelah beberapa ronde bertempur akhirnya vino mengakhiri permainan nya, ia kembali jatuh di samping tubuh citra. Citra sendiri hanya terpejam lemas tenaganya benar-benar habis karena permainan gila suami nya itu.


Vino menggendong tubuh citra masuk kedalam kamar mandi, ia tidak tega jika harus melihat citra berjalan sendiri. Dengan perlahan vino meletakan citra di dalam bathup dan mengisi nya dengan air hangat.


Setelah beberapa saat di dalam kamar mandi mereka berdua keluar dengan kondisi wajah yang segar kembali, walaupun sudah pasti tubuh mereka sangat lelah akibat pertemuan panjang tadi.


Citra mengambil pakai dalam nya yang sudah robek akibat ulah vino, dan vino hanya mengaruk-garuk kepalah nya saat citra meminta pertanggung jawaban nya. Dengan terpaksa citra menggunakan pakaian dalam vino, ia juga menggunakan baju kemeja vino, untuk bagian bawah nya ia hanya menutup nya dengan kain.


"Kita pulang sekarang." ucap vino.


"Tapi belum waktu nya, dan kita belum mengerjakan tugas dari papah." ucap citra.


"Besok bisa kita selesai kan, apa kamu mau tetap berada di sini dengan pakaian seperti itu." tanya vino.


"Kamu benar sebaik nya kita pulang." jawab citra.


Citra berjalan secara perlahan karena rasa perih di pangkal paha nya, vino yang melihat itu langsung menggendong citra dan membawa nya keluar dari ruangan nya. Di sepanjang perjalanan menuju parkiran mobil aksi mereka berdua menjadi pusat tontonan para karyawan vins grup, apalagi dengan kondisi citra yang menggunakan pakaian kantor vino.

__ADS_1


Citra hanya bisa menyembunyikan wajah nya di dalam dada bidang vino, ia benar-benar malu karena menjadi pusat perhatian banyak orang.


__ADS_2