
(mungkin episode ini dan selanjutnya akan sedikit berbelit dan membingungkan, author usahakan bakal author selesai kan dengan baik...)
Dia adik mu...
"Aaaakkkk..." teriak bella....
Aldy yang menyadari bella dalam bahaya langsung berlari kearah bella dan manarinya sehinga mereka terjatuh di pinggir jalan...
Tubuh bergemetar bella hebat sambil menyebut nama stiven, aldy yang melihat bella seperti itu langsung dengan kencang...
"Tenang la..." ucap aldy....
"Ka bella..." ucap viona...
Tak lama bella pingsan di pelukan aldy, aldy yang menyadari tidak ada pergerkan dari bella langsung melihatnya...
"Ka bella, bangun ka..." ucap viona sambil menangis...
"Dia siapa mu..." ucap aldy...
"Dia kakak ipar ku, istri dari ka stiven, dan dia sedang hamil..." ucap viona masi dengan tangis nya...
"Bodoh..." ucap aldy...
"Tuan tolong antar kami kerumah sakit, aku takut terjadi apa-apa dengan kandungan nya..." ucap viona...
"Aku tak punya waktu..." ucap aldy...
"Tolong tuan, aku mohon..." ucap viona...
"Dimana mobil mu..." ucap aldy...
"Mari ikut saya..." ucap viona...
Aldy pun mengikuti viona menuju mobil sambil menggendong bella, ada perasaan khawatir di hati nya melihat bella seperti ini...
Di dalam mobil viona tidak berhenti menangis sambil memeluk bella, sedangkan aldy masi bingung dengan perasaannya...
"Kenapa aku menyelamatkan nya, harus nya ku biarkan dia mati, apalagi dia istri dari stiven..." batin aldy...
"Tapi kenapa aku tidak tega melihat nya seperti ini, perasaan apa ini..." batin aldy...
"Tuan, mau kemana kita..." ucap viona...
"Jangan banyak bicara..." ucap aldy dengan nada yang ketus...
"Ba... baik tuan..." ucap viona...
15 menit berlalu mereka telah sampai di rumah yang sangat megah milik aldy...
"Tuan kenapa kita ke sini, harus nya kita kerumah sakit dan rumah milik siapa ini..." ucap viona...
"Diamlah, saya tidak sempat mengantarkan kalian ke rumah sakit..." ucap aldy...
Aldy keluar dari mobil dan menuju ke kursi belakang untuk menggendong bella, aldy menggendong bella dan langsung membawa bella masuk kedalam rumah itu di ikuti viona dari belakang...
Kaluaraga aldy yang melihat aldy membawa wanita di dekapannya sontak kaget, karena aldy tidak perna dekat dengan wanita mana pun...
"Bunda, tolong panggilkan dokter ivan..." ucap aldy...
"Siapa di al..." ucap yasmin bunda aldy...
"Teman bun, aku kekamar dulu..." ucap aldy...
Aldy pun menaiki tangga dan langsung menuju kamar milik nya, sedangkan viona masi terlihat kebingungan melihat kemiripan aldy, bella dan yasmin...
Tak lama yasmin dan juga viona masuk kekamar aldy, betapa terkejut nya yasmin saat melihat wajah bella...
"Da.. dara..." ucap yasmin sambil menutup mulut nya..
Aldy yeng mendengar nama dara langsung menatap ke arah bella dan yasmin...
"Dara..." ucap yasmin dan langsung berlari memeluk bella...
Viona tampak bingung dengan semua ini, sedangkan aldy tampak diam di tempat nya ia masi mencerna semua kejadian ini...
"Dara..." ucap yasmin masi dalam memeluk bella...
__ADS_1
"Dia bukan dara bun..." ucap aldy...
"Ini dara al adik mu..." ucap yasmin...
"Bukan bun, dia bukan dara..." ucap aldy...
"Mamah yakin al, dia dara..." ucap yasmin...
"Bunda...!!! dara sudah lama meninggalkan..." ucap aldy dengan nada yang tinggi...
"Plaakkk..." satu tamparan dari yasmin mendarat di wajah aldy...
"Jangan perna sebut adik mu meninggal..." ucap yasmin dengan nada yang menekan...
"Tapi benar bun, dara sudah...
"Aldy...!!!" teriak yasmin dengan memotong ucappan aldy...
Aldy tampak diam tak bergemih dari tampat ia berdiri, ia masi tidak percaya dengan ucappan dari bunda nya...
"Apa kamu tidak memiliki hati, apa kamu tidak merasa ada ikatan di antara kalian..." ucap yasmin...
"Jawab al..!!!" teriak yasmin...
"Bu.. bunda..." ucap aldy...
"Diam...!!!" teriak yasmin...
Yasmin kembali duduk di ranjang dan memeluk bella sambil menagis, tak lama bella tersadar dari pingsannya. Bella tampak bingung ada wanita yang memeluk diri nya sambil menangis...
"Maaf anda siap..." ucap bella...
Yasmin yang mendengar suara dari bella langsung menaikan wajah nya dari tubuh bella, betapa terkejutnya bella saat bertatap muka dengan yasmin, mereka saling menatap seperti ada ikatan yang kuat di antara mereka...
"An.. anda siapa..." ucap bella...
"Da.. dara..." ucap yasmin...
"Si.. siapa dara..." ucap bella...
"Ada apa al, siapa yang sakit..." ucap ivan yang tiba-tiba masuk dari arah pintu...
"Periksa wanita ini..." ucap aldy...
"Bunda bairkan aku memeriksa wanita ini..." ucap ivan...
Yasmin tidak menjawa ia mulai sedikit menjauhi bella, dan ivan langsung memeriksa bella...
"Dia kenapa van..." ucap yasmin...
"Dia hanya kelelahan bunda, dan mungkin sedikit stres..." ucap ivan...
"Syukurlah..." ucap yasmin...
"Jangan lupa dimunim ya cantik..." ucap ivan sambil memerian beberapa obat...
"Tapi saya sedang hamil dok, apa tidak ada masalah..." ucap bella...
"Tidak, ini hanya vitamin..." ucap ivan...
Yasmin kembali mendekati bella, ia ingin memastikan sesuatu hal...
"Apa bunda boleh melihat punggung mu..." ucap yasmin...
"Untuk apa..." ucap bella...
"Untuk memastikan sesuatu hal yang penting..." ucap yasmi...
"Tapi..." ucap bella...
"Ivan, aldy tolong menghadap kebelakang terlebih dahulu..." ucap yasmin...
Tanpa menjawa aldy dan ivan pun langsung berbalik membelakangi yasmin dan juga bella...
"Sekarang boleh..." ucap yasmin...
"Iya boleh..." ucap bella...
__ADS_1
Bella membalik badannya, dan yasmin perlahan mengangkat baju bella secara perlanan...
Tangis yasmin kembali pecah saat melihat tanda lahir milik bella...
"Kamu anak ku dara..." ucap yasmin memeluk bella...
Bella tampak diam di pelukan yasmin, ia tampak bingung dengan semua ini...
"Apa benar dia dara..." batin aldy...
"Van, tolong ambil sempel bunda dan wanita itu dan langsung tes dna mereka, apakah benar wanita ini adalah dara..." ucap aldy...
"Baiklah..." ucap ivan...
"Ka bella, apa maksud semua ini..." ucap viona yang tampak bingung...
"Kakak mu ini anak ku..." ucap yasmin melepaskan pelukan nya...
"Tidak mungkin, mamah sudah meninggal dalam kecelakaan..." ucap bella...
"Kamu anak ku sayang, apa kami tidak ada merasa memiliki ikatan di antara kita..." ucap yasmin...
Bella tampak memperhatikan yasmin dengan seksama, hati nya terasa tenang saat memandang wajah yasmin yang begitu mirip dengannya...
"Biarkan saya mengambil sempel bunda dan anda nona, untuk memastikan semua nya..." ucap ivan...
Bella tidak menolak ataupun menerima penawaran dari ivan, ia masi bingung dengan semua ini...
"Sebaiknya begitu ka, untuk memastikan semua nya..." ucap viona...
"Izin kan kami mengambil sempel mu..." ucap yasmin...
"Baiklah..." ucap bella...
Aldy pun mengambil bebepa sempel dari bella dan juga yasmin untuk melakukan tes dna...
"Baiklah saya pamit terlebih dulu, besok saya akan datang untuk menyerahkan hasil nya..." ucap ivan...
Setelah ivan pergi, viona berjalan mendekati bella...
"Apa yang harus kita lakukan ka, tadi ka devan telfon aku bingung harus jawab apa..." ucap viona...
"Tenang la, dan jangan sampai mereka tau keadaan ku saat ini..." ucap bella...
"Kata ka devan, ka stive sudah sadar dari koma nya dan terus mencari kakak..." ucap viona...
"Jadi dia sudah sadar, syukurlah..." ucap bella tersenyum manis...
"Mamah meminta kita untuk cepat kembali keindonesia..." ucap viona...
Bella memandang ke arah aldy, dan mereka pun kembali saling menatap untuk beberapa saat...
"Tidak... aku tidak akan mebantu mu..." ucap aldy yang mengerti maksud dari tatapan bella...
Bella beranjak dari tidur nya, dan berjalan secara perlahan karena kaki nya begitu nyerih saat sudah mendekati aldy ia kembali memeluk kaki aldy...
"Saya mohon tuan, bantu kami..." ucap bella...
Yasmin yang melihat itu langsung berjalan mendekati aldy lalu mendorong nya...
"Kenapa kamu membirakan adik mu berlutut di kaki mu ha.." teriak yasmin...
"Dia bukan adik ku, dia istri dari stiven vins musuh ku..." teriak aldy...
"Istri siapa pun dia, kenyataan nya dia tetap adik mu dan sudah bunda berapa kali bilang pada mu jangan perna ikuti amarah mu, lupakan alya di sudah meninggal..." ucap yasmin...
"Dia bukan adik ku, sebelum hasil tes dna itu keluar..." ucap aldy dan pergi meninggalkan ruangan itu...
Maaf baru up, author sambil nulis sambil. ikut daring...
Oh iya maaf karena author bilang nulis pake otak, author pas itu emosi ada yang minta up tapi omongan nya kasar, mohon maaf ya...
Note : Bagi yang bingung antara dara dan bella, sama author juga bingung 😂, becanda hehehe...
nanti pasti author jelaskan secara detail, ya dan pasti akan berhubungan dengan mahendra, kalau viona akan author jelaskan ketika konflik ini selesai...
Jika ada yang ingin di tanyakan bisa comen ya... ntar author jawab, ecek-ecek nya Q n A
__ADS_1