
"Apa aku tidak berarti lagi bagi mu Amanda, apa rasa cinta mu pada ku telah menghilang, apa hati mu hanya milik Calvin." Ucap Alka.
Amanda membalik tubuh Alka, lalu ia mencium bibir Alka dengan lembut. Alka sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Amanda, perlahan tapi pasti ia membalas ciuman dari Amanda.
"Maaf." Ucap Amanda dengan lirih.
"Sudah ku bilang, aku yang salah. Untuk apa kamu meminta maaf." Kata Alka.
"Tidak aku menyakiti hati mu, aku mengabaikan perasaan mu. Aku tidak memiliki rasa pada Calvin, rasa ku hanya untuk mu selama nya, aku mencintaimu Alka." Ucap Amanda sambil memeluk Amanda.
Alka menaikan kepala Amanda dan kembali mencium Amanda dengan lembut. Malam hari telah tiba Calvin dan Nila benar-benar melaksanakan pernikahan mereka malam ini, perasaan Nila sangat kacau ia tidak tau apa yang ia lakukan saat ini benar atau tidak.
Begitu juga dengan Calvin, setelah mengucapkan ijab qobul ia malah sangat cemas, ia takut pernikahan nya akan menimbulkan rasa sakit di antara mereka berdua.
"Apa kamu mau tinggal di rumah." Tanya Amel.
"Tidak mom, aku tinggal di sini, Nila tidak akan mau berpisah dengan orang tua nya, aku yang lebih tua dari nya dan aku yang harus lebih mengerti diri nya." Jawab Calvin.
Nila merasa bersyukur Calvin mengerti perasaan nya, ia memang belum bisa jika harus berpisah dengan kakak dan orang tua nya.
"Nila tolong jaga dengan baik Calvin, dia sangat manja, dia juga suka menangis, dan dia butuh perhatian lebih. Semoga kamu bisa menjadi istri yang baik untuk suami mu yang manja ini." Ucap Amel.
"Mommy, kenapa keburukan ku mommy cerita kan pada istri ku."
"Kamu lihat sendiri kan, dia seperti anak kecil yang suka merengek." Ujar Amel.
__ADS_1
Seperti acara selesai mereka semua kembali ke kamar masing-masing, Amel juga sudah pamit undur diri karena ia harus pergi ke Eropa besok pagi.
"Sayang, apa aku boleh meminta hak ku." Ucap Alka.
Amanda bergerak menatap wajah Alka. "Tidak mau, kamu kasar, aku suka kelembutan. Aku tidak merasa puas malah rasa sakit." Ucap Amanda yang sebenar nya menyindir Alka atas perlakuan Alka selama ini pada nya.
"Aku janji tidak akan berbuat kasar, kamu mengandung anak ku, bagaimana aku bisa bermain kasar." Ucap Alka.
"Kamu janji tidak akan bermain dengan kasar, jika tidak masuk jangan di paksa." Kata Amanda.
Alka mulai mencium bibir Amanda dengan lembut kembali, dan mereka melakukan hal yang seharusnya di lakukan sepasang suami istri. Dengan rasa cinta dan tidak ada pemaksaan dari siapapun.
"Aku mencintaimu." Alka selalu mengucapkan kata cinta di setiap gerakan nya.
Kali ini mereka berdua sama-sama merasakan rasa puas, terlebih Amanda yang merasa sangat bahagia karena mendapatkan perilaku manis dari Alka.
"Kak, kenapa kakak menangis." Tanya Nila.
"Tidak ada." Calvin mengusap air mata nya.
"Butuh bahu ku." Tanya Nila.
Calvin menganggukkan kepala nya bertanda ia membutuhkan bahu Nila. Calvin lebih memilih menangis untuk membuat nya tenang dari pada ia harus marah, karena itu dapat membuat kepala nya terasa sangat sakit, hal yang terburuk ia dapat pingsan seketika.
"Apa ini karena kak Amanda yang sudah menikah." Tanya Nila.
__ADS_1
"Hmmm, aku tidak mau membahasnya." Jawab Calvin.
"Kakak jangan takut menyakiti perasaan ku, aku tau cinta kakak hanya untuk kak Amanda." Ucap Nila.
"Kamu membuat perasaan ku semakin memburuk Nila."
"Maaf." Ucap Nila dengan lirih.
Calvin sudah menempel kan kepala nya di bahu Nila kurang lebih selama 30 menit, perasaan nya mulai tenang dan ia sudah bisa melepaskan kepala nya.
"Terimakasih Nila, kamu memang istri terbaik ku." Ucap Calvin sambil tersenyum pada Nila.
"Sama-sama, kamu mandi lah. Aku akan menyiapkan pakaian mu." Kata Nila.
"Baik lah, aku akan mandi dulu." Calvin berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Nila untuk saat ini kamu harus lebih dewasa dari suami mu, dia benar-benar seperti bayi yang berpisah dengan mommy nya." Batin Nila.
"Terimakasih sayang." Ucap Alka.
"Aku mencintaimu Alka." Amanda meletakkan kepala nya di atas dada bidang Alka.
"Apa kamu merasa puas." Tanya Alka.
"Pertanyaan seperti apa ini, itu sangat memalukan." Jawab Amanda.
__ADS_1
"Tidak perlu di jawab, kita tidur saja." Ucap Alka.