Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 144


__ADS_3

Laura sudah berani mencium bibir Nathan yang membuat Nathan terkejut, karena ia sama sekali belum pernah berciuman sebelum nya.


"Laura," ucap Nathan.


"Hmmm ada apa," tanya nya sambil memeluk tubuh Nathan.


"Tidak ada, biarkan aku menyetir dengan benar, kita bisa mati kecelakaan," ucap Nathan.


"Tidak akan aku sangat suka dengan aroma tubuhmu," kata Laura.


Nathan sama sekali tidak terlalu nyaman dalam posisi ini, tangan Laura juga sudah mulai nakal masuk ke dalam baju nya. Meskipun belum memiliki abs yang terbentuk, Laura tetap senang mengusap perut Nathan.


"Laura adik ku bisa bangun," ucap Nathan.


"Kita akan menidurkan nya," kata Laura.


"Dengan apa, kamu jangan aneh-aneh," tanya Nathan.


"Dengan tidur dengan ku sayang, aku akan membuat mu puas," jawab Laura, Laura bergerak naik ke atas tubuh Nathan, Nathan yang sedang menyetir panik seketika.


"Laura minggir kita bisa kecelakaan," ucap Nathan.


"Kamu suka sayang," kata Laura.


Dan bruk, mobil yang di bawa Nathan menabrak truk di persimpangan.


"Dimana anak itu," Ucap Vino.


Marvin yang sudah selesai olahraga malam keluar dari kamar nya untuk mencari keberadaan Nathan, ia takut Nathan belum pulang ke rumah.

__ADS_1


"Nathan," Marvin masuk ke dalam kamar Nathan tetapi tidak ada orang di dalam sana."


Marvin keluar dari kamar itu, ia berniat untuk menghubungi Nathan tetapi Vino yang melihat nya langsung memanggilnya untuk mendekat.


"Dimana adik mu, kau tadi pergi dengan nya," tanya Vino.


"Aku pulang sejak 2 jam yang lalu yah, aku pikir dia sudah pulang."


"Kau gila, kau pulang sendiri tanpa nya, kakak macam apa diri mu," bentak Vino.


"Maaf yah, aku akan mencari nya," ucap Marvin.


"Kau mencari nya dan kau hilang juga itu bukan menyelesaikan masalah." Vino sangat marah pada Marvin, ia sudah melarang mereka berdua untuk berpisah tetapi bisa-bisa nya Marvin pulang lebih dulu dari Nathan.


Tak lama telepon rumah berdering, Vino yang tidak jauh dari telepon itu langsung mendekat untuk mengangkatnya.


"Apa, iya sekarang saya ke sana," ucap Vino.


"Rumah sakit, ini semua karena mu, adik mu kecelakaan, sekarang masuk ke dalam kamar nya ambil barang-barang yang dia perlukan," jawab Vino.


Dengan cepat Marvin langsung berlari masuk ke dalam kamar Nathan untuk menyiapkan keperluan Nathan. Ia sangat merasa bersalah pada Nathan karena nafsu nya Nathan jadi kecelakaan.


Vino membawa supir jika perjalanan malam, ia dan Marvin duduk berdua di kursi belakang. Vino tidak memberitahu Citra karena takut membuat Citra syok apalagi ia belum tau kondisi Nathan saat ini.


"Kau kenapa," tanya Vino saat melihat Marvin yang sangat tidak tenang.


"Maaf yah, ini karena ku, aku salah," jawab Marvin sambil menangis karena ia sangat khawatir pada saudara kembar nya.


"Sudah, tidak papa, maafkan ayah. Ayah terlalu khawatir pada Nathan sampai memarahi mu," Vino memeluk Marvin untuk menenangkan nya.

__ADS_1


Vino tau betul perasaan Marvin saat ini, ikatan saudara kembar sangat kuat. Seperti diri nya dengan Vira.


"Aku salah yah, ini semua karena aku," ucap Marvin.


"Susah berhenti menyalahkan diri mu, ini semua sudah terjadi tidak ada yang perlu di salahkan," kata Vino.


"Sayang ada apa," tanya Calvin.


"Jantung ku berdetak cepat, perasaan ku tidak enak," jawab Nila.


"Sudah tidak papa, tidur lah kembali, atau kita lanjutkan yang tadi," ucap Calvin.


"Apa kak Nathan dan kak Marvin baik-baik saja."


"Mereka baik-baik saja, sudah kamu tidak perlu khawatir dengan mereka, ayo tidur lagi atau aku akan benar-benar menusuk mu lagi," ancam Calvin.


Sesampainya di rumah sakit mereka berdua langsung menuju ke tempat Nathan berada, menurut informasi yang mereka dapat Nathan masih berada di ruang UGD.


"Sial," ucap Vino.


"Ada apa yah," tanya Marvin.


"Perut ayah sakit sekali, ayah harus ke toilet," jawab Vino.


"Dalam keadaan seperti ini," tanya Marvin.


"Mau bagaimana lagi, ayah tidak tahan," Vino memilih mencari toilet terlebih dahulu.


Sementara itu Marvin memilih untuk langsung menemui Nathan, mata Marvin terbelalak saat jenazah keluar dari ruang UGD, Marvin langsung berlari dan memeluk Jenazah itu.

__ADS_1


"Nathan, maafkan kakak Nathan, Nathan yang tinggal kan aku nat," ucap Marvin sambil menangis.


__ADS_2