
Delapan puluh tujuh...
Detik beganti menit, menit berganti jam dan jam berganti menjadi hari, beberapa hari telah berlalu kini stiven sudah mulai bisa melakukan kegiatan nya tanpa bantuan kursi roda nya..
Dan hari ini adalah hari yang sangat di tunggu nya, tampak stiven, iqbaal dan juga aldy sedang menuju kesuatu tempat untuk memberi pelajaran pada orang yang telah berani Bermain-main dengan nya...
1 jam berlalu mereka telah sampai tempat yang mereka ingin tujuh, sesampai di di tempat itu mereka langsung mesuk dan menuju ke satu ruangan khusus...
"Hmmmm..." ucap stiven memecah keheningan di tempat itu...
"Stiven..." ucap cika...
"Apa kabar kalian semua..." ucap stiven dengan nada yang dingin...
Mereka tidak menjawab pertanyaan dari stiven, di dalam fikiran mereka hanya apa yang akan terjadi pada ku selanjutnya...
"Apa kalian tidak mempunyai mulut...." dengan nada yang meninggi...
"Hey bodoh, sudah tau mereka kau tempatkan di tempat begini, masi kau tanya kabar mereka..." ucap aldy...
"Bisa kau diam sebentar..." ucap stiven...
"Kau menyuruh ku diam, aku kakak ipar mu..." ucap aldy...
"Itu berlaku jika ada bella, jika tidak ada kau tetap teman ku tidak lebih..." ucap stiven...
"Bisa kah kalian tidak bertengkar sekarang..." ucap iqbaal dengan nada yang meninggi karena kesal dengan kelakuan aldy dan juga stiven...
Aldy dan stiven pun menghentikan perdebatan receh mereka, stiven perlahan mendekati ke arah april, orang kepercayaan nya yang berkhianat...
"Tuan april..." ucap stiven...
"Ampun tuan, ampuni saya..." ucap april yang terikat di kursi...
"Apa kau lupa hal yang sangat ku benci..." ucap stiven...
"Ampun tuan, saya terpaksa..." ucap april...
"Penghianat tidak pantas di maafkan, apapun alasannya..." ucap stiven...
"Saya mohon tuan, ampuni saya..." ucap april...
"Aku ada dua pilihan untuk mu, kau ingin mati di tangan ku atau mati di tangan mu sendiri..." ucap stiven dengan menodongkan pistol di kepalah april...
"Jangan tuan, ampuni saya..." ucap april dengan gemetar...
"Stive jangan, istri mu sedang hamil..." ucap iqbaal...
"Mungkin keberuntungan sedang memihak mu..." ucap stiven...
"Bisa kah kau cepat sedikit aku sudah tidak nyamam di tempat ini..." ucap aldy...
"Hey kakak ipar manja, tunggu sebentar apa kau tidak ingin bermain-mian dengan wanita ini..." ucap stiven...
"Cih... aku tidak akan perna mau bermain dengan wanita kotor seperti dia..." ucap aldy...
"Cika dan reyhan..." ucap stiven...
"Apa mau mu..." ucap reyhan...
"Tentu kehancuran mu..." ucap stiven...
"Lakukan sekarang, bunuh aku..." teriak reyhan...
"Aku tidak akan membunuh mu begitu saja setelah apa yang kau lakukan pada ku..." ucap stiven...
"Bunuh aku, itu yang kau mau kan..." teriak reyhan...
"Kenapa kau begitu membenci ku..." ucap stiven...
__ADS_1
"Kau pantas di benci..." ucap reyhan...
"Percuma kau aja dia berbicara, buang-buang waktu..." ucap aldy...
"Bawak dia dan siksa dia..." teriak stiven...
"Cika..." ucap stiven dengan penekanan nada...
"Ampuni aku, stive..." ucap cika...
"Apa kau tidak puas dengan hidup mu sekarang..." ucap stiven...
"Aku begini karena mencintai mu..." ucap cika...
"Bohong...!!!" teriak stiven...
"Ak.. aku sangat mencintai mu..." ucap cika gagap dengan tubuh yang gemetar...
"Sekali lagi kau ucap kan kata cinta kan kusubek mulut busuk mu itu..." ucap stiven dengan nada yang tinggi...
"Maaf..." ucap cika dengan menagis...
"Atas dasar apa aku memaafkan mu..." ucap stiven...
"A.. aku memiliki anak, siapa yang merawat nya jika aku kau bunuh..." ucap cika...
"Itu bukan urusan ku..." ucap stiven...
"Aku mohon..." ucap cika...
"Asingkan dia dan anak ke tempat yang sangat jauh..." ucap stiven...
"Te.. terimakasih..." ucap cika...
"Berterimakasih lah pada anak mu..." ucap stiven dan pergi meninggalkan cika...
"Hey tunggu aku..." ucap aldy...
"Kenapa, apa adik ipar ku sakit..." ucap aldy dengan nada yang mengejek...
"Istri ku mau periksa kandungan..." ucap stiven...
"Aku ikut..." ucap aldy...
"Tidak, kau akan mengganggu kami..." ucap stiven...
"Hey bodoh, aku kakak kandung nya..." ucap aldy dan masuk kedalam mobil mendahulu stiven...
"Kenapa aku mempunyai kakak ipar seperti mu..." ucap stiven...
Aldy dan stiven pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ke rumah sakit, sangking terburu-buru nya mereka meninggalkan iqbaal yang masi berada di dalam...
"Sial.. kenapa aku di tengah tinggal..." ucap iqbaal yang melihat sudah tidak ada mobil yang terpakir di tempat itu...
"Carikan aku mobil..." ucap iqbaal...
"Baik tuan..." ucap salah satu penjaga...
45 menit berlalu stiven dan aldy telah sampai di rumah sakit, aldy memisahkan diri dengan stiven karena dia ingin pergi ketoilet, sedangkan stiven langsung menuju ruang pemeriksaan karena bella sudah menunggu...
Saat aldy selesai dari toliet tiba-tiba ada seorang wanita yang menabrak nya dengan kondisi wajah yang sembab...
"Aduh..." ucap wanita tersebut yang terjatuh di lantai...
"Punya mata di pakai..." ucap aldy sinis...
"Maaf..." ucap wanita itu dan menaikam wajah nya...
"Kamu..." ucap aldy...
__ADS_1
"Anda mengenal saya..." ucap ariska...
"Tidak, lupakan..." ucapa aldy dan pergi meninggalkan ariska...
"Wajah nya tidak asing..." ucap arisaka...
Sementara itu bella sudah siap menjalani pemeriksaan mereka hanya tinggal menunggu aldy yang tidak kunjung datang...
"Mas, ka aldy mana..." ucap bella...
"Tadi izin nya ketoilet, tapi ko lama sekali ya..." ucap stiven...
"Permisi..." ucap aldy...
"Masuk, nah itu orang nya..." ucap bella...
"Kenapa lama sekali..." ucap stiven....
"Ada lalat kecil menghalangi jalan ku..." ucap aldy...
"Bisa di mulai dong rongsen nya..." ucap stiven...
"Loh ko rongsen..." ucap dokter...
"Cetak... Usg bodoh..." ucap aldy sambil mensentil dahi stiven....
"Ooo... Usg toh..." ucap stiven sambil mengelus dahi nya...
"Hebat, hanya ka aldy yang berani melakukan hal seperti itu pada mas stiven..." batin bella...
"Kita mulai ya..." ucao dokter....
"Iya dok..." ucap bella...
Dokter tersebut pun mulai melakukan tugas nya dengan berbagai macam alat canggi, dan mereka langsung menatao layar monitor...
"Wah, benar anak anda kembar..." ucap dokter...
"Asik... keponakan ku kembar, jago juga kau stive..." ucap aldy...
"Itu hal mudah bagi ku, kau bisa berguru pada ku..." ucap stiven...
"Kondisi bayi nya baik, dan kuat..." ucap dokter...
"Kuat seperti mommy nya..." ucap stiven...
"Pertumbuhan nya juga sangat baik sesuai dengan umur kandungannya..." ucap dokter...
"Jenis kelamin nya dok..." ucap stiven...
"Belum bisa di ketehui tuan..." ucap dokter...
Setelah melakukan pemeriksaan dokter tersebut kembali menjelaskan beberapa hal yang harus di lakukan oleh ibu hamil...
"Semua baik-baik saja kan dok..." ucap bella...
"Sangat baik, jangan lupa berolaraga yang ringat, makan makanan bergizi, jangan stres dan minum susu ibu hamil..." ucap dokter...
"Dok, apakah saya boleh melakukan nya dengan istri saya..." ucap stiven...
"Pertanyaan macam apa ini, dasar mesum..." ucap aldy...
"Diam lah..." ucap stiven...
"Tentu boleh tuan, anda hanya perlu melakukan nya secara hati-hati..." ucap dokter...
"Terimakasih dok..." ucap stiven dengan senyum yang mengembang...
Setelah pemeriksaan selesai mereka pun berniat pergi ke mall untuk membeli sesuatu hal...
__ADS_1
Segitu dulu ya...