Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 136 S2


__ADS_3

Berusaha menjadi yang terbaik.


Di dalam vins grup perasaan vino sangat lah kacau, Ia sama sekali tidak dapat menyelesaikan tugas yang di berikan stiven. "Ada apa dengan ku." ucap vino sambil memejamkan mata nya.


Stiven masuk kedalaman ruangan vino dengan wajah yang tidak enak, ia membanting berkas yang vino kerjakan karena isi nya salah semua.


"Dad, ada apa." ucap vino.


"Apa kau sebodoh ini, pekerjaan seperti ini tidak bisa kau selesai kan dengan baik." ucap stiven.


Vino membuka berkas yang di banting stiven, memang benar semua isi nya kacau tidak ada yang benar, ia hanya bisa mengambil nafas yang panjang dan membuang nya dengan kasar.


"Seperti nya dia berada dalam masalah." batin stiven.


"Maaf dad, akan ku revisi ulang." ujar vino.


"Ayo ikut aku." ucap stiven.


"Kemana." tanya vino.


"Ayolah jangan banyak tanya." jawab stiven dan menarik tangan vino agar mengikuti nya.


Stiven membawa vino kerestoran yang biasa nya ia datangi bersama vino dulu saat kecil, Ia ingin menghabiskan waktu bersama putra kesayangan nya itu. Mungkin selama ini ia terlalu keras mendidik vino sehingga membuat vino merasah tertekan.


"Mau ngapai dad, bukanya belum waktunya makan siang." tanya vino.


"Bukannya kita jarang menghabiskan waktu berdua." jawab stiven.


Vino yang mendengar itu langsung bersemangat karena momen itu yang selama ini ia rindukan. Ia juga bisa menumpahkan semua masalahnya ditempat ini, stiven pasti memberikan solusi yang terbaik untuk putra kesayangan nya itu.


"Ada apa dengan mu." tanya stiven.


"Apa wanita bisa membuat kita bisa gila dad." ucap vino.


"Jadi masalah mu hanya sekadar wanita." tanya stiven.

__ADS_1


"Ya begitulah, aku bingung dengan perasaan ku." jawab vino.


"Percuma aku menurunkan wajah tampan ku jika kau bingung dengan satu orang wanita, ingat vin kau sudah menikah jaga hati dan perasaan istri mu." jelas stiven.


"Tapi dad, aku tidak mencintai nya, bahkan aku juga tidak mengenal nya." ucap vino.


"Kamu fikir daddy dan mommy mu saling kenal saat menikah dulu." ucap stiven.


"Maksud nya dad." tanya vino.


"Dengar kan daddy mu ini, cinta dapat tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Dulu mommy dan daddy mu juga tidak saling mencintai, kamu bisa melihat nya sekarang vin betapa besar nya cinta kami berdua. Dan kamu dan vira bukti dari cinta kami." ucap stiven.


"Aku tidak bisa memastikan cinta itu akan datang, aku masi mencintai orang lain." ucap vino.


"Siapa, apa model itu." tanya stiven.


Vino tidak menjawab pertanyaan dari stiven ia hanya mengaduk-aduk minum di depannya.


"Bukannya dia terkenah skandal dengan model lain." ucap stiven dengan santai.


"Apa yang tidak daddy ketahui." ucap stiven.


Vino kembali menundukkan kepalah nya, mungkin ini sebab nya kenapa orang tua nya tidak pernah setuju jika ia menjalin hubungan dengan calista.


"Deddy cuma ingin berpesan, kalau urusan mencintai atau tidak itu hak mu, tapi jangan pernah lukai hati dan fisik nya karena itu bisa menjadi bumerang itu kehidupan mu di masah depan nanti." ujar stiven.


"Akan ku fikirakan." jawab vino.


"Sudahlah bukannya kita ingin menghabiskan waktu berdua. Ambil beberapa botol minuman itu." ucap stiven.


Vino langsung bangkit dari tempat duduk nya untuk mengambil berapa botol minuman, karena ini momen yang sangat jarang terjadi.


Citra dan bella sudah selesai membereskan kamar vino, bella mengganti sofa menjadi kursi duduk santai yang hanya muat untuk satu orang. Ia juga merubah isi kamar vino agar lebih nyaman untuk tempati.


"Citra, maafkan mamah telah memaksa mi dengan vino, mamah tau ini bukan lah hal yang mudah untuk mu." ucap bella.

__ADS_1


"Tidak papah mah, citra sudah menerima ini semua kok, citra akan berusaha masuk kedalam kehidupan vino walaupun tidak mudah, aku hanya perlu memahami karakter vino agar aku lebih mudah masuk kedalam kehidupan nya." ucap citra


"Kamu tau vino itu orang nya sangat perisi seperti daddy nya, ia sangat dingin dan cuek dengan orang yang tidak ia kenali, tetapi itu tidak akan bertahan lama jika kalian berdua mulai dekat. Mungkin kamu harus lebih ekstra agar vino dapat menerima kehadiran mu." jelas bella.


"Iya mah, citra akan berusaha lebih keras." ucap citra.


Siang hari telah berlalu, bella dan citra sedang sibuk di dalam dapur untuk mempersiapkan makan malam, karena sebentar lagi suami mereka berdua akan segera pulang.


"Mom." teriak vino.


Bella yang mendengar teriakan dari vino, langsung datang kearah sumber suara. Mereka berdua melihat stiven yang tidak sadar kan diri di atas sofa.


"Kenapa dengan daddy mu." tanya bella.


"Biasa mom." ucap vino sambil mengaruk rambut nya.


Bella menghampiri stiven dan memukul lengan nya agar stiven bangun, ia sangat kesal jika stiven sudah seperti ini.


"Sayang." ucap stiven menarik tangan bella agar terjatuh di dalam pelukan nya.


Stiven mencium bibir bella dengan lembut, awal nya bella menolak ciuman itu karena ada kehadiran vino dan citra tetapi stiven selalu saja membuat nya tidak bisa menolak ciuam lembut itu, mereka berdua pun berciuman dengan mesra tidak memperdulikan ada orang yang menyaksikan itu.


Vino yang melihat itu langsung menarik tangan citra agar menjauh dari tempat terlarang itu. Citra pun hanya mengikuti vino kerena ia juga tidak ingin melihat momem itu.


"Masuk kedalam kamar mu." ucap vino dan pergi masuk kedalam kamar nya. Citra mengikuti vino masuk karena kamar vino adalah kamar nya juga.


"Kenapa mengikuti ku, aku bilang masuk kedalam kamar mu." ucap vino kesal.


"Tapi kamar mu adalah kamar ku juga." ucap citra.


Vino melihat isi kamar nya yang sudah berubah 180 derajat, kamar nya lebih berwarna dan nyaman untuk di tempati.


"Sial." ucap vino.


Sudah dulu ya..

__ADS_1


Note : Maaf banget kalau author tidak bisa mengikuti kemanun kalian yang harus up banyak, di sini posisi author anak sekolah yang harus daring dan membagi waktu dengan tugas. jadi sekali lagi maaf ya...


__ADS_2