Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 177 S2


__ADS_3

Jk grup.


Mereka semua masuk kedalam panti tersebut dan duduk di dalam ruang tamu. Panti tersebut tampak sepi mungkin karena kedatangan mereka yang sudah malam para penghuni panti sudah pada terlelap tidur.


"Kenapa sepi sekali buk." tanya citra.


"Maklum nak, penghuni panti disini tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa anak kecil dan mereka sudah pada tidur." jawab ibu panti.


"Oh iya buk, perkanalkan nama nya saya citra dan ini suami saya vino." ucap citra.


"Saya putri dan suami saja jamal." ujar putri.


"Nama ibu buk ningsih, bisa di panggil buk ning." ucap buk ningsih.


"Baik buk ning, maksud kedatangan kami kesini ini menanyakan suatu hal." ucap citra.


"Hal apa." tanya buk ning.


"Apa sekitar 23 tahun lalu, ada bayi kembar di panti ini." tanya citra.


"Wah, kalau itu ibu tidak tau, ibu bekerja di sini baru 10 tahun." ujar buk ning.


"Owww begitu ya buk." ucap citra dengan nada yang kecewah.


"Kalau nak citra ingin tau bisa bertanya pada pemilik panti ini." ucap buk ning.


"Bisa kah ibu memberikan alamat rumah nya pada kami." ucap citra.


"Tidak perlu kerumah nya, besok kebetulan pemilik panti akan datang." ucap buk ning.


"Baiklah buk, besok kami akan kembali lagi." ucap citra.


"Nak citra dan teman-teman nya dari mana." tanya buk ning.


"Dari kota buk, kami akan mencari vila atau sejenis nya disini. Apa ibu tau tempat nya?." jawab citra.


"Kalau malam-malam begini susah, lebih baik nak citra dan yang lainnya menginap di panti, kebetulan ada beberapa kamar kosong." ucap buk ning.


"Kalau ibu tidak keberatan, kami mau buk." ucap citra.

__ADS_1


"Tentu tidak, mari saya antar." ucap buk ning.


Setelan berada di dalam kamar mereka masing-masing mereka semua memilih untuk langsung beristirahat karena memang sudah sangat lelah.


"Be. aku lelah jangan mulai." ucap citra yang kesal dengan tangan vino yang mulai masuk kedalam baju nya.


"Aku hanya ingin memegang benda favorit ku. " ucap vino dengan memasang wajah seimut mungkin.


Citra memilih menghirau kan vino, ia mencoba untuk memejam kan mata nya agar cepat tertidur. Vino yang merasa di abaiakan melanjutkan aksi jahil nya, tangan kanan nya masuk kedalam celana citra, bermain di area sensitif citra.


"Be." ucap citra yang sama sekali tidak bisa tidur.


"Aku ingin, cukup satu ronde saja." bisik vino.


"Ini bukan rumah kita be, tidak sopan jika kita melakukan nya di sini." ucap citra.


"Tidak ada tertulis larangan bagi suami istri untuk melakukan itu." ujar vino.


"Vino sayang besok saja ya, kalau sudah di rumah." ucap citra.


"Tidak, aku mengingatkan nya sekarang, apa kamu tidak kasihan dengan junior ku yang sudah tidak junior lagi." ucap vino sambil mengarahkan tangan citra ke junior nya.


"Sejak tadi, ayolah cukup satu ronde" ujar vino.


"Satu ronde untuk mu, tetapi beronde-ronde untuk ku." ucap citra sambil membalik badannya.


Citra menganggukan kepalah nya kalau ia bersedia, karena tidak akan mungkin bisa menolak vino yang sudah terbawa oleh nafsu.


Pagi hari telah tiba, vino dan citra bangun dari tidur nya dengan keadaan yang segar, karena setelah habis bergulat tadi malam mereka berdua langsung membersikan diri.


"Udara disini begitu sejuk." ucap citra sambil membuka candela kamar.


"Iya, sudah lama aku tidak keperdesaan." ujar vino.


"Aku ingin membantu buk ning memasak, kamu bisa bermain dengan anak-anak di sini." ucap citra sambil berjalan menuju arah dapur.


Vino berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga, yang sudah ada berapa anak kecil berusia 4-6 tahun.


"Lihat ada om tampan." ucap salah satu anak panti.

__ADS_1


Vino berjalan kearah anak-anak itu sambil tersenyum.


"Hay semua." ucap vino.


Sebenarnya ini baru pertama kali nya vino bergabung bersama anak-anak, sifat nya yang dingin dan cuek membuat para anak-anak sedikit takut dengan nya. Ia berusaha mengubah sifat nya itu menjadi lebih ramah dan hangat agar anak-anak lebih mudah akrab dengan nya.


"Hay om, nama aku amanda." ucap salah satu anak terkecil.


"Hay amanda boleh om gendong amanda." tanya vino yang sangat gemas dengan anak itu.


"Boleh om." ucap amanda sambil melebarkan tangan nya.


Vino langsung menggendong amanda, tak jarang vino mencium wajah amanda yang sangat menggemas kan.


"Om, amanda boleh minta sesuatu." tanya amanda.


"Apa, amanda mau apa." tanya vino.


"Boleh amanda panggil om dengan panggilan ayah." ucap amanda sambil tertunduk sedih.


"Ayah." ucap vino.


"Iyah ayah, amanda tidak memiliki ayah dan bunda, wajah om sangat tampan cocok menjadi ayah amanda." ucap amanda.


Vino diam seketika ia bingung harus menjawab apa. Amanda yang melihat vino diam langsung menundukkan kepalah nya.


"Boleh sayang, kamu boleh panggil om ini dengan sebutan ayah." ucap citra.


"Tente serius." tanya amanda dengan wajah yang sangat senang.


"Serius, apa kamu butuh bunda juga. Tante bisa menjadi bunda nya amanda." ucap citra.


"Yeaaa.. sekarang amanda mempunyai ayah dan bunda." teriak amanda dengan senang.


Mereka bertiga tertawa dan bercanda bersama, wajah vino dan citra tampak begitu bahagia, begitu juga dengan amanda yang sekarang memiliki orang tua.


Sementara itu di jk grup, seseorang laki-laki yang cukup tua memandang dua foto bayi kembar, ia menitihkan air mata nya sambil mengusap foto itu.


"Pah." ucap caren.

__ADS_1


__ADS_2