
Bertemu.
Dengan mata yang setengah terpejam amanda berjalan keluar kamar nya menuju kamar vino dan citra. Vino yang tenga merebahkan diri di atas ranjang karena sedang menunggu citra bersiap-siap terkejut dengan kedatangan amanda yang tiba-tiba naik ke atas kasur dan merebahkan dirinya keatas tubuh nya.
"Amanda." ucap vino yang merasa tidak nyaman karena sedang tidak menggunakan baju.
Amanda kembali tertidur di atas tubuh vino, ia merasakan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Vino yang mulai terbiasa perlahan mengusap rambut amanda dengan lembut sambil memeluk nya dengan erat.
"Be ini baju mu." ucap citra sambil membawa baju vino.
"Pelan-pelan." ucap vino dengan suara yang halus.
Citra tersenyum saat melihat betapa lembut nya vino memperlakukan amanda, vino benar-benar seperti seorang ayah yang memberikan perhatian dan kehangatan ke pada anak nya.
"Jam berapa sekarang." tanya vino.
"Jam 5 sore." jawab citra.
"Kemari lah, kita akan berangkat jam 6:30 kasihan jika kita harus meninggalkannya tidur sendiri." ucap vino.
"Kamu benar be." ucap citra dan ikut merebahkan diri nya ke atas kasur.
"Seperti nya dia merasa nyaman karena kamu tidak mengenalkan baju." ucap citra.
"Tentu kamu saja sampai ketagihan apa lagi anak kecil begini." ujar vino.
Mereka bertiga berpelukan dan mulai tertidur bersama. Setelah kurang lebih 30 menit tertidur amanda terbangun dari tidurnya. Ia melihat kedua wajah ayah dan bunda nya sedang terpejam tepat di samping nya.
Amanda mencium wajah citra dan vino secara bergantian sehingga membuat mereka berdua terbangun dari tidurnya.
"Kamu mulai nakal sayang." ucap vino sambil menaikan amanda ke atas tubuh nya.
"Jika aku besar nanti aku ingin mempunyai pangeran seperti ayah." ucap amanda.
"Kenapa harus seperti ayah." tanya citra.
__ADS_1
"Karena ayah tampan sekali, aku akan tubuh besar seperti bunda yang cantik." jawab amanda.
"Anak ayah pintar." ucap vino.
"Amanda ayo mandi, kita akan segera pergi." ucap citra.
"Biar aku yang memandikan nya, kamu siapkan pakaian ku saja." ucap vino.
Vino menggendong amanda masuk kedalam kamar nya, sesampainya di dalam kamar mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar mandi. Satu persatu vino melepaskan pakaian amanda dan memasukan nya kedalam keranjang baju kotor.
"Ternyata saat kecil bentuk nya menggemaskan, berbeda dengan milik citra." batin vino.
Dengan teliti vino memandikan amanda yang tidak bisa diam di satu tempat. Ia berlari kemana-mana yang membuat celana vino basah.
Setelah selesai memandikan amanda vino memilih kan baju yang menurut vino cantik dan pas jika dikenakan amanda.
"Kenapa pakaian sedikit sekali." batin vino.
Setelah memakaikan pakaian amanda mereka berdua keluar dari kamar amanda menuju kamar vino, saat keluar kamar amanda mereka berdua bertemu dengan ibu-ibu panti yang baru selesai berkebun.
Vino melihat kearah nya tubuh nya yang ternyata ia sedang bertelanjang dada. Air yang mengenai tubuh dan celana nya membuat vino terkesan lebih menggoda. Vino tersenyum kearah mereka semua dan langsung mempercepat langkahnya saat melihat tatapan aneh ibu-ibu itu.
"Dia sangat gagah." ucap Ibu 2.
"Iya pasti sangat jago." ucap Ibu 3.
"Jago apa." tanya Ibu 4.
"Jago di ranjang." ucap mereka semua kompak sambil tertawa.
"Tubuh ku di jadikan tontonan oleh ibu-ibu mesum itu." batin vino.
"Ada apa be." tanya citra.
"Tidak ada, Aku berganti pakaian dulu, kamu dan Amanda tunggu di depan." ucap vino
__ADS_1
Setelah mereka semua telah siap, mereka langsung masuk kedalam mobil untuk menuju rumah caren. Yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari panti.
Vino mengirim alamat yang di berikan caren ke jamal karena jamal yang akan membawa mobil itu. Vino memilih duduk di belakang bersama Amanda dan citra.
Setelah beberapa menit berlalu mereka akhirnya sampai di depan gerbang rumah yang terlihat sangat mewah bila di banding kan dengan rumah lainnya. Mobil vino di izinkan masuk ketika caren men telefon satpam penjaga gerbang karena tidak boleh ada sembarang orang masuk kedalam rumah ini.
Caren menyambut kedatangan vino dan yang lainnya. Ia sangat terhormat karena calon ceo vins grup berkunjung ke rumah nya.
"Selamat datang vino ananda vins." ucap caren.
"Terimakasih atas sambutannya." ucap vino.
"Pasti kamu istri dari vino." tanya caren.
"Iya ka, nama saya citra dan ini amanda." jawab citra.
"Aku sudah mengenal gadis kecil ini, ya kan amanda." ucap caren.
"Iya om." ucap amanda.
"Dan kamu istri dari jamal adiwijaya." tanya caren.
"Iya ka, nama saya putri." jawab putri.
Mereka semua masuk kedalam rumah caren dan langsung menuju ke arah ruang makan, karena itu tujuan utama mereka semua yaitu makan malam bersama.
Sedari tadi mata citra dan putri terus memperhatikan caren yang menurut mereka ada yang aneh, batin mereka mengatakan kalau di antara mereka bertiga ada seperti ikatan yang tidak bisa mereka mengerti. Begitu juga dengan caren ingin sekali ia memperhatikan citra dan putri lebih intens lagi tetapi tidak enak dengan vino dan jamal.
"Dimana papah mu car." tanya vino.
"Seperti nya sudah tidur." jawab caren.
"Bunda, Amanda mau makan itu." ucap Amanda sambil menunjuk ayam goreng yang terletak cukup jauh dari kursi mereka.
Caren mengambil piring berserta beberapa potong ayam goreng itu dan bejalan menghampiri amanda. Mata nya terus tertuju pada citra yang berada di samping amanda.
__ADS_1