Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 128


__ADS_3

"Apa kata mu." Tanya Calvin sambil mendekati Rey.


"Eh sayang, dia hanya bercanda." Nila menahan Calvin yang sudah terbakar api cemburu.


"Gila suami Nila sangat cemburuan, kita harus berhati-hati dengan Nila." Bisik Leo pada Evans.


"Mulut Rey memang sangat tidak bisa di jaga, jika dia bonyok aku tidak ikut campur." Kata Evans.


"Kak Nila ini suami mu, lebih tampan dari kak Nathan." Teriak Cherry dan langsung memeluk Calvin.


"Eh siapa kau." Tanya Calvin.


"Dia adik sepupu ku, tidak papa, dia memang seperti itu." Jawab Nila.


"Rey adik kakak." Ucap Amanda.


"Wah kak Amanda juga bunting." Kata Leo.


"Siapa yang melakukan nya." Tanya Evans.


"Siapa lagi jika bukan Alka, aku sudah lama tidak suka dengan nya." Jawab Rey sambil mendekati Amanda untuk memeluk kakak tersayang nya.


"Hey mau apa kau." Tanya Alka.


"Apa lagi jika tidak memeluk kakak ku, kenapa kau marah aku memeluk nya." Jawab Rey yang memeluk Amanda dari samping karena perut Amanda yang sudah cukup besar.

__ADS_1


"Ketika anak kita berkumpul sangat ramai ya." Ucap Andy.


"Iya sampai author bingung karena nama nya terlalu banyak." Ujar Jamal.


"Nathan dimana saudara kembar mu yang satu nya." Tanya Rey.


"Dia aku sudah tidak peduli dengan nya." Nathan duduk di antara para sepupu nya.


"Kau ada masalah dengan nya, kalau ada baku hantam saja." Ucap Leo.


Vino bangkit dari sofa untuk memanggil Marvin yang sedang menjalani pengobatan di dalam kamar nya.


"Ayah datang mas." Ucap Wulan.


"Marvin dan Wulan ayo ikut ayah, para keluarga besar sudah berkumpul." Ucap Vino.


Marvin hanya menundukkan kepala nya, ia masih takut pada Vino, sampai-sampai diri nya tidak berani menatap wajah Vino.


"Hey kau masih marah pada ku." Tanya Vino.


"Aku tidak marah pada mu, tapi kau yang marah pada ku, aku takut melihat mu yang begitu menyeramkan." Jawab Marvin.


"Sudah aku sudah memaafkan mu, jangan ulangi lagi kesalahan mu, atau aku akan menghukum mu lebih dari ini." Ucap Vino sambil memeluk Marvin, walaupun Marvin berbuat kesalahan yang sangat besar seorang ayah tidak mungkin tega terlalu lama marah pada anak nya, apalagi Marvin sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah nya.


"Bagaimana dengan Nathan dia masih sangat marah pada ku." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Nathan berbeda dengan ku, jika dia marah bisa-bisa dia tidak akan memaafkan orang itu, tapi mungkin dengan mu tidak, dia hanya perlu waktu untuk memaafkan mu." Kata Vino.


Marvin dan Wulan ikut keluar dari kamar untuk bertemu dengan Keluarga besar. Vino sedikit membantu Marvin berjalan karena Marvin kesulitan untuk berjalan akibat tendangan dari Nathan tadi.


"Cih aku benar-benar jijik melihatnya." Gumam Nathan.


"Omg kenapa di rumah ini di penuhi pria tampan." Ucap Cherry.


"Nat apa kau yang membuatnya sampai begitu." Tanya Rey.


"Iya aku yang membuatnya, bukannya aku sangat hebat, hahaha itu karena dia berbuat kesalahan." Jawab Nathan.


"Halo semua nama saya Marvin saya saudara kembar dari Nathan dan Nila." Marvin memperkenalkan dirinya, sebenarnya ia sangat malu dengan kondisi nya seperti ini.


Rey berjalan mendekati Marvin, ia rasa Marvin memiliki aura yang sama dengan nya. "Wah dia lebih cocok menjadi kembaran ku." Ucap Rey.


"Aku Rey, pria paling tampan saat di rumah ini" Ucap Rey dengan sangat percaya diri.


"Aku juga tidak kalah tampan dari mu." Kata Marvin.


"Dia sama seperti mu Rey, kalian bisa menjadi teman yang klop." Ujar Leo.


Setelah acara berkumpul selesai mereka semua kembali ke kamar mereka masing-masing, para anak lelaki memilih masuk ke dalam kamar Nathan tentu saja mereka melakukan apa yang biasa nya anak laki-laki lakukan saat berkumpul. Kecuali Evans yang lebih memilih duduk di ruang baca milik Vino untuk menambah wawasan nya.


Note :Jika ada cerita yang ingin di pisah kalian ingin cerita siapa, kecuali Nathan.

__ADS_1


__ADS_2