
"Sudah lah kenapa kau banyak protes, aku sudah menyelamatkan mu harusnya kau bersyukur." Ucap Marvin.
"Kau mabuk, tubuh mu bauk alkohol. Kenapa kau merusak diri mu sendiri, kau masih mudah." Kata Vino.
"Diam!! siapa kau mengatur diri ku, jangan memancing amarah ku." Marvin pergi meninggalkan Vino.
"Kenapa aku khawatir dengan nya, siapa dia sebenarnya." Batin Vino.
Vino berusaha untuk menggapai makanan yang di lembar Marvin tadi, tetapi makanan itu terlalu jauh sedangkan tubuh nya sangat sakit di gerakan.
"Ah sakit sekali, tunggu-tunggu apa kaki ku lumpuh lagi." Batin Vino sambil berusaha menggerakkan kaki nya, beruntung nya kaki nya masih dapat bergerak.
Marvin yang tidak sengaja melihat Vino kesulitan mengambil makanan yang ia lempar tadi ia berusaha tidak peduli. Tetapi hati kecil nya berkata lain ada perasaan kasihan pada Vino padahal Vino musuh yang ia harus habiskan.
"Apa yang terjadi pada ku, saat dia terluka kemarin aku tidak tega meninggalkan nya, sekarang hanya melihat nya seperti ini aku ingin membantu nya." Batin Marvin.
"Punya mulut, jika tidak bisa kenapa tidak meminta bantuan." Ucap Marvin dan langsung mengambil makanan itu untuk Vino.
"Berbicara sopan pada ku, aku lebih tua dari mu, bahkan aku bisa di katakan orang tua mu." Kata Vino.
"Kau selalu mengatur ku, aku malas membantu mu lagi jika kau terus mengatur diri ku." Ucap Marvin dan ingin pergi meninggalkan Vino.
"Eh iya aku tidak akan mengatur mu lagi, bantu aku makan." Kata Vino.
"Makan sendiri kau punya tangan bukan." Ucap Marvin.
Vino menghembuskan nafas nya secara kasar, ia membetulkan posisi nya dan berusaha untuk makan. Tanpa banyak bicara Marvin mengambil ahli makanan Vino dan mulai menyuapi Vino.
"Terimakasih." Ucap Vino.
__ADS_1
Sementara itu di kediaman keluarga Vins mereka semua berusaha untuk tenang, prioritas utama mereka saat ini hanya lah Vino. Stiven tidak peduli Abraham yang sudah ntah kemana keberadaan nya.
"Bagaimana dengan ayah kek, aku tidak bisa tenang." Ucap Nathan.
"Kau tenang lah, kenapa kau selalu terburu-buru, aku juga sedang berusaha." Kata Stiven.
"Tidak bisa kek, aku akan pergi mencari nya sendiri." Ucap Nathan.
"Kau jangan membuat ku pusing, sudah kau diam saja di rumah, aku yang mengatur semua nya."
"Tidak, aku ingin mencari nya sendiri, aku yang akan membunuh orang yang mencelakai ayah ku." Nathan pergi meninggalkan Stiven.
"Anak itu benar-benar berbeda dengan ayah nya, dia sangat keras kepala, apa dia mewarisi sifat ku." Ucap Stiven.
"Mau kemana kau." Tanya Alka.
"Sombong sekali anak ini ya, sudah pergi sana." Kata Alka.
Setelah selesai makan, Vino meminta bantuan pada Marvin untuk membawa nya ke kamar mandi karena ia ingin membuang air kecil.
"Pelan-pelan Marvin sakit." Ucap Vino.
"Apa kau tidak melihat nya aku sudah pelan-pelan, kau saja yang terlalu lemah." Kata Marvin.
Sesampainya di kamar mandi Marvin ingin keluar meninggalkan Vino, tetapi Vino menahan nya dan kembali ingin meminta bantuan pada Marvin.
"Pegang kan Marvin." Ucap Vino.
"Pegang apa, kau jangan aneh-aneh." Kata Marvin.
__ADS_1
"Milik ku, lihat tangan ku tidak bisa membuka celana ku dan memegang nya."
"Tidak mau ini sangat menjijikkan." Tolak Marvin.
"Kau tidak mau tidak papa, tapi mungkin kau harus membersihkan celana ku dan kamar mandi ini."
"Ah kau orang tua yang merepotkan ku." Ucap Marvin dan langsung melakukan apa yang di minta Vino.
Marvin memalingkan pandangan nya agar tidak melihat milik Vino yang sangat menjijikkan bagi nya.
"Jangan kau sakiti dia, itu sudah membuat 4 orang anak sekaligus." Ucap Vino.
"Mau bangga dengan itu, jadi kau sudah menikah, aku yakin istri mu mengeluh dengan milik mu." Ucap Marvin.
"Kenapa, dia senang." Tanya Vino.
"Senang kata mu, tidak mungkin dia pasti menangis. " Jawab Marvin.
"Bagaimana kau tau tentang itu, kau sudah pernah melakukan nya." Tanya Vino.
"Aku sudah 18 tahun dan itu normal bagi ku." Jawab Marvin.
Setelah membuang air kecil Vino dan Marvin kembali ke ranjang.
"Dia benar-benar sudah rusak, aku ingin membawa nya bersama ku dan memperbaiki semua nya." Batin Vino.
"Apa setiap kau bermain pasangan mu menangis." Tanya Vino.
"Tentu saja, karena milik ku di atas rata-rata, dan aku tidak pernah bermain dengan jalang." Jawab Marvin.
__ADS_1