
"Tapi." Ucap Amanda.
"Sayang sudah, jangan marah. Tadi saja dia sudah menangis aku bentak, aku sudah menganggap nya adik kandung ku." Kata Alka.
"Sayang kenapa kamu seperti ini, kasihan kak Alka." Ucap Nila.
"Aku tidak sengaja, aku harus pergi ada yang harus aku selesai kan." Kata Calvin.
Calvin berjalan menunju kamar pelayan yang tak lain adalah kamar Tiara. Calvin menendang pintu kamar itu dengan keras.
Tiara yang berada di dalam kamar sangat terkejut dengan apa yang terjadi, ia langsung berdiri saat Calvin menatap nya dengan tajam.
Calvin kembali menutup pintu agar tidak ada orang yang tau jika sewaktu-waktu tangan nya bergerak memukul Tiara.
"Apa yang kau lakukan di dalam kamar ku." Teriak Calvin.
"Ti..tidak ada tuan, saya hanya ingin membersihkan nya." Ucap Tiara.
"Membersihkan nya kata mu, kau kira aku bodoh. Istri ku sendiri yang membersihkan kamar ku, tidak ada pelayan yang berani masuk ke dalam sana." Teriak Calvin.
Sebelum Calvin berbuat kasar, Tiara berjalan secara perlahan mendekati pintu dan langsung berlari keluar.
"Tunggu bangsat." Calvin menarik tangan Tiara saat Tiara sudah keluar dari kamar.
"Ahhhh." Tiara menjatuhkan diri nya ke lantai saat melihat Vino yang baru pulang kantor.
"Calvin." Bentak Vino dan langsung berlari mendekati Calvin dan Tiara.
"Aw hiks hiks hiks." Tiara menangis di lantai.
__ADS_1
Calvin menaikan satu alis nya saat melihat pakaian Tiara yang berantakan. Malahan satu kancing baju bagian atas nya sudah lepas.
"Banjing*n apa yang kau lakukan." Teriak Calvin.
"Calvin apa yang kau lakukan, kau kasar pada wanita." Ucap Vino.
"Aku tidak melakukan apapun, dia hanya bersandiwara yah." Kata Calvin.
"Sandiwara kau bilang, lihat dia jatuh ke lantai. Kau apakan dia Calvin." Bentak Vino.
"Aku bilang aku tidak melakukan apapun, dia sendiri yang jatuh." Teriak Calvin.
"Calvin." Vino benar-benar sudah terbawa emosi.
"Ayah, kau membentak ku." Calvin tidak kalah emosi nya.
"Katakan apa yang kau lakukan, kenapa baju nya berantakan seperti ini."
"Sudah aku bilang, aku tidak melakukan apapun, dia sendri yang melakukan nya." Teriak Calvin.
"Kalian berdua sudah, jangan bertengkar." Andy datang untuk memisahkan Calvin dan Vino.
"Jangan salahkan aku jika aku memukul mu." Bentak Vino.
"Pukul, kau kira aku takut, pukul aku, aku tidak peduli. Kau hanya bisa memukul bukan, pukul aku." Teriak Calvin.
"Calvin, jangan buat aku semakin marah." Ucap Vino.
"Kau marah pada ku, padahal kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, kau tidak pantas ku panggil ayah."
__ADS_1
"Yang sebenarnya kau berbuat kasar pada nya, Cari ayah mu aku bukan ayah mu."
"Aku pikir kau benar-benar ayah ku, orang yang bisa aku percaya dan percaya dengan ku, tapi kau malah memihak wanita yang ingin menghancurkan keluarga ini, aku membenci mu." Calvin berjalan pergi meninggalkan Vino.
"Tunggu, kita belum selesai." Vino menarik tangan Calvin.
"Lepas, Vino lepas, aku tidak sudi memanggil mu ayah." Calvin berlari meninggal kan Vino.
"Papah kau keterlaluan." Alka berlari mengejar Calvin.
"Hiks hiks hiks." Calvin berusaha menghapus air mata nya, ia berjalan menuju kamar untuk mengambil semua barang-barang nya.
"Sayang kamu mau kemana." Ucap Nila.
"Bawa barang-barang mu dan ikut dengan ku."
"Sayang kita mau kemana." Tanya Nila.
"Ikut dengan ku Nila, kau istri ku dan sudah menjadi kewajiban mu ikut dengan ku." Ucap Calvin.
"Jangan kau tetap di sini. Ada aku yang percaya pada mu." Alka langsung memeluk Calvin.
Hey hey semua apa kabar, semoga kalian semua selalu dalam kondisi yang baik.
Author di sini ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, maafkan jika author ada salah pada kalian. Semoga di bulan yang suci dan berkah ini kita bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang beragama muslim. Semangat cerita author akan menemani kalian semua..
Kalian tenang saja tidak akan ada adegan yang membuat kita kepanasan 🤣
__ADS_1