Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 194


__ADS_3

"Anak mu sangat imut aku suka," ucap Sisil.


"Suka aku atau anak ku," tanya Calvin.


"Suka anak mu, jika di lihat-lihat dia tidak mirip dengan mu, aku rasa dia mirip istri mu," jawab Sisil.


"Bagaimana kau tau dia mirip istri ku," tanya Calvin.


"Kata mu istri ku mirip aku, lihat wajah tentram nya dia sangat mirip dengan ku," jawab Sisil.


"Aku tidak tau bagaimana dia tidak terlalu mirip dengan ku, padahal dia anak ku, berasal dari burung ku, seharusnya dia mirip dengan ku," ucap Calvin.


"Mungkin jika kau mempunyai anak ke dua dia akan mirip dengan mu," kata Sisil.


"Anak kedua dari mu," tanya Calvin.


"Jika kota menikah dan terus melakukan nya, tidak menutup kemungkinan aku kan mempunyai anak dari mu," jawab Sisil.


"Kau siap mempunyai anak dari ku," tanya Calvin.

__ADS_1


"Aku belum siap, ada hal yang harus aku selesaikan," jawab Sisil.


"Apa itu, aku boleh tau," tanya Calvin.


"Tidak masalah pribadi ku," jawab Sisil.


"Jika begitu aku akan benar-benar membuat mu hamil," ucap Calvin sambil menarik Sisil agar sedikit menjauh dari Marcel. Calvin mulai membuka pakaian nya dan juga milik Sisil.


Setelah sekian lama nya akhirnya Calvin menemukan wanita yang benar-benar membuat nya sangat nyaman seperti Nila, meskipun memiliki sifat yang berbeda Calvin tidak mempersalahkan hal itu sedikit pun.


"Kau akan menjadi tempat aku meletakan benih ku," ucap Calvin sambil mengarahkan milik nya.


"Calvin kita belum pemanasan, sakit ahhh Calvin sakit."


"Tidak ini tidak perbuatan salah, dia istri ku meskipun semua nya telah berubah hati ku mengatakan jika dia istri ku," batin Calvin.


"Hmmmn milik mu besar sekali," ucap Sisil sambil menahan punggung Calvin.


"Kenapa di tahan, bagaimana mau masuk," kata Calvin.

__ADS_1


"Perlahan sakit, nanti anak mu bangun," ucap Nila.


Setelah pergulatan yang sangat panjang akhirnya Calvin kembali menanam benih nya di rahim Sisil, ia yakin benih unggul nya akan cepat membuahkan hasil.


"Terima kasih sayang," ucap Calvin sambil mencium wajah Sisil.


___


"Kau tidak salah lihat," tanya Erwin.


"Iya yah, wanita itu sangat mirip dengan Nila, aku sudah mengatakan jika diri nya Nila tapi dia mengatakan tidak, nama nya Sisil. Yang lebih mengejutkan lagi Calvin sudah tau wanita itu dan wanita itu adalah teman tidur Calvin," jawab Piter.


"Bagaimana bisa ada wanita yang sangat mirip dengan Nila, aku sudah mencari kan jodoh untuk nya agar Calvin bisa kita kendalikan, jika begini Calvin akan kembali masuk ke dalam keluarga Vins."


"Aku tidak ikutan yah, Calvin sudah sangat baik pada ku, semua yang dia berikan pada ku sudah jauh lebih cukup dari yang aku inginkan sekarang aku hanya memberikan mu saran Calvin memang sangat kalem tapi jika dia sudah marah semua orang yang membuat masalah dengan nya akan kena, aku tidak mau terkena amukan Calvin." Piter pergi meninggalkan Erwin.


Malam hari nya Calvin mengajak Sisil dan Marcel jalan-jalan di kota New York menikmati indahnya malam bersama, seperti keluarga bahagia.


"Ada yang mau kamu beli," tanya Calvin.

__ADS_1


"Boleh," tanya Sisil.


"Boleh dan aku akan memotong uang 35 m itu, seberapa banyak uang yang kamu pakai akan terus aku potong."


__ADS_2