Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 61


__ADS_3

"Katakan sekali lagi, kau memanggil ku pak bos." Tanya Alka.


"Tidak ada pengulangan kata." Calvin langsung fokus ke pekerjaan yang baru saja di ajarkan Alka.


Mereka berdua sama-sama sibuk membuka lembaran demi lembaran berkas yang tidak ada habisnya. Calvin merasa cukup enjoy dalam menjalankan pekerjaan nya, ini lebih baik dari pada harus menganggur di rumah.


"Permisi pak." Seorang wanita masuk ke dalam ruangan Calvin sambil membawa berkas-berkas baru.


"Wah seksi sekali." Batin Calvin.


"Calvin apa yang kau pikir kan, kau sudah memiliki istri jaga mata mu, atau anak ku nanti akan seperti mu yang memiliki mata jelalatan." Batin Calvin.


"Kenapa dengan mu, dia Dina orang yang akan mengantarkan berkas baru ke ruangan kita." Ucap Alka.


"Aku tidak peduli." Kata Calvin yang kembali fokus dengan pekerjaan nya.


"Yang ini kasi dia." Ucap Alka.


"Baik pak." Dina langsung mendekati meja Calvin untuk memberikan berkas baru pada Calvin.


"Letakan di situ, lalu segera menyingkir dari sini." Ucap Calvin.


"Dia benar-benar sangat dingin, benar yang di katakan orang lain serbuk berlian berbeda dengan serbuk rengginang." Batin Dina.


"Apa ada yang bisa ku bantu, kenapa kau masih di situ." Ucap Calvin.


"Eh iya maaf pak." Dina langsung membalik tubuh nya.


"Jangan panggil aku pak, panggil aku bos, aku tidak suka di panggil pak."

__ADS_1


Dina kembali membalik badan nya. "Siap bos." Ucap Dina sambil tersenyum pada Calvin.


"Apa maksud mu tersenyum seperti itu pada ku, aku tidak suka kau seperti itu."


"Maaf bos." Dina langsung merubah ekspresi wajahnya nya.


"Kau cemberut seperti itu pada bos mu, apa kau tidak di ajarkan tata krama." Protes Calvin.


"Maaf bos, saya salah." Dina menunjukkan sedikit tersenyum pada Calvin.


"Sudah kau memang bodoh, pergi sana." Ucap Calvin.


"Dina pergi lah, jangan kau ambil hati ucapan si gila ini." Kata Alka.


"Iya pak." Dina langsung pergi meninggalkan ruangan Azka. Di dalam hati Dina berjuta sumpah serapan tertuju pada Calvin yang membuat mood nya rusak seketika.


"Dina, bagaimana serbuk berlian itu dia sangat tampan bukan."


"Kau mengatakan ku gila." Kata Calvin.


"Kau memang gila, baru satu hari kau masuk kerja sudah seperti ini."


"Seperti apa, kau saja yang terlalu baik dengan wanita, sadar Alka kau sudah memiliki seorang istri, jangan terlalu baik pada wanita."


"Calvin, dia hanya menjalankan pekerjaan nya, dia juga sadar dengan posisi nya." Ucap Alka.


"Halah, jangan-jangan kau mau selingkuh dari Amanda."


"Calvin, jaga bicara mu, jika orang lain dengan bisa jelek reputasi ku di sini." Alka mulai terbawa emosi.

__ADS_1


"Kalian berdua jika masih terus bertengkar jangan salah kan aku jika aku menghukum kalian." Ucap Andy.


"Dia duluan kak, dia berbicara yang tidak-tidak."


"Kau menyalahkan aku, kau dulu yang mengatakan ku gila." Ucap Calvin yang tidak mau kalah.


"Kau memang gila."


"Kau mau berkelahi dengan ku, kau pikir aku takut dengan mu."


"Kau pikir aku juga takut pada mu, ayo kita berkelahi." Ucap Alka.


"Ayo siapa takut."


"Kalian berdua cepat saling meminta maaf." Teriak Andy yang sangat pusing mendengar pertengkaran ini.


"Tidak mau." Ucap mereka berdua secara kompak.


"Kalau begitu ikut aku." Kata Andy.


Dengan terpaksa Calvin dan Alka mengikuti Andy. Mereka berdua masih saling adu argumen yang menimbulkan perhatian para karyawan.


"Hentikan." Bentak Andy.


Sontak membuat Alka dan Calvin berhenti berdebat dan para karyawan langsung kembali ke posisi mereka semula.


Andy membawa dua orang yang saling bertengkar ini ke dalam suatu ruangan gelap. Andy menghidupkan TV yang berisikan film-film horor yang sangat menyeramkan. Orang yang awal nya tidak penakut pun akan jadi takut setelah menonton film-film itu. Andy yakin jika membiarkan dua orang ini berada di satu ruangan sama dengan pemutaran film horor yang sangat menyeramkan sampai sore akan memperbaiki hubungan mereka berdua.


"Di sana ada makanan, bisa untuk makan siang kalian, juga ada toilet." Andy meninggal mereka berdua dan langsung mengunci pintu ruangan itu.

__ADS_1


Ruangan itu gelap seketika hanya ada cahaya dari TV, dengan film yang sedang berputar. Mereka berdua tidak tau jika TV tersebut 3D yang seolah-olah hantu yang ada di dalam film tersebut dapat keluar dari TV dan terasa sangat nyata.


__ADS_2