Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 176 S2


__ADS_3

Teka-teki.


"Kau salah paham nak, kami tidak seperti itu." ucap doni.


"Citra, apa yang sudah kau katakan pada suami mu." ujar dewi.


"Sesuai fakta apa yang telah terjadi." jawab citra.


"Fakta bagaimana." ucap doni.


"Sudahlah aku tidak ingin membahas itu, ada hal yang ingin ku tanyakan." ucap citra.


"Tentang." tanya doni.


"Apa aku kandung kalian, dan apakah aku memiliki saudara kembar." tanya citra.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, jelas-jelas kau anak kandung kami dan mana mungkin kau memiliki saudara kembar." jawab doni.


"Perempuan yang berada di sana, saudara kembar ku." ucap citra.


"Citra hentikan kebodohan ini, kamu kira kami bodoh. Wajah kalian saja tidak mirip, jika tidak ingin menganggap kami orang tua kandung mu lagi jangan seperti ini, ini sangat menyakitkan untuk kami." ucap dewi.


Citra tersenyum sinis, orang tua nya benar-benar memainkan sandiwara dengan sangat bagus.


"Berhenti lah bersadiwara katakan yang sejujur nya. Apa kalian bosan hidup di rumah ini. Apa kalian ingin perusahaan kalian hancur dalam satu malam." ucap vino.


"Nak, kami berkata yang sejujur nya." ujar doni.


"Be, apa kamu keberatan jika mereka berdua jatuh miskin." tanya vino dengan nada yang menekan.


"Tidak be, silahkan jika menurut mu itu benar aku tidak akan menghalangi mu." jawab citra.


"Citra, jangan main-main." ujar dewi.


"Istri ku tidak pernah bermain-main dengan ucapan nya karena dia sekarang anggota keluarga vins, apa kalian berdua mengenal keluarga vins? keluarga yang tidak pernah bermain-main dengan ucapan nya. Atau mungkin kalian berdua ingin membuktikan nya." ucap vino.


Doni dan dewi menelan air liur nya secara kasar, mereka berdua sedang berada di ujung jurang salah sedikit dalam bertindak sudah di pastikan semua nya akan hancur dalam seketika.

__ADS_1


"Kamu benar-benar anak kandung kami citra." ucap doni.


"Jadi itu keputusan kalian berdua. Bersiap lah untuk hidup di jalanan." ucap vino dengan tatapan yang membunuh.


"Iya kamu bukan anak kandung kami." ujar dewi.


"Mah, kamu apa-apaan si, citra anak kandung kita." ucap doni yang masih berusaha mengelak.


"Apa papah mau hidup di jalanan, mamah tidak mau pah. Citra memang lah bukan anak kandung kita." ucap dewi dengan nada yang sedikit meninggi.


"Pilihan yang bijak." ucap vino.


Doni diam seketika percuma saja ia mengelak dari semua ini, istri nya sudah membongkar rahasia yang selama ini mereka pendam.


"Jadi kalian berdua benar bukan orang tua kandung ku." tanya citra.


"Benar, kami bukan orang tua kandung mu." jawab doni.


"Dimana orang tua kandung ku, kenapa aku bisa bersama dengan kalian berdua." tanya citra.


"Kami tidak tau, kami mengadopsi mu dari panti asuhan." jawab doni.


"Tidak, hanya ada satu anak bayi di situ yaitu citra, kami tidak tau jika citra memiliki kembaran." jawab dewi.


"Katakan dimana panti itu." ucap jamal.


"Letak nya sangat jauh dari sini, panti itu berada di perdesaan." jawab dewi.


"Be, kita harus kesana." ucap citra.


"Tentu be." jawab vino.


Setelah mendapatkan alamat panti itu, citra dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan rumah itu.


"Kalian tidak akan membuat kami jatuh miskin kan." tanya dewi.


"Tergantung keinginan istri ku." ucap vino.

__ADS_1


Mereka semua langsung masuk kedalam mobil untuk menuju panti tempat citra di adopsi dulu yang letak nya sangat jauh. Sebelum itu mereka memberi kabar pada orang rumah kalau mereka mungkin tidak akan pulang dalam satu hari ini.


"Jika di lihat dari alamat nya, kita akan menempuh perjalanan sekitar 6-7 jam." ujar jamal.


"Itu jika menunggunya mobil, bagaimana dengan helikopter." ucap vino.


"Cerdas, kita tidak perluh waktu selama itu." ujar jamal.


Vino membawa mobil nya ke tempat helikopter keluarga vins di letakan. Kurang lebih 30 menit berlalu mereka sampai ketempat itu. Setelah melalui beberapa proses yang wajib di lakukan, mereka terbang mengudara menuju panti itu.


Citra tersenyum bahagia saat melihat pemandangan yang luar biasa dari atas sana, melihat pusat kota yang terlihat sangat menganggumkan, begitu juga dengan putri ini baru pertama kalinnya ia naik helikopter karena ia bukan berasal dari keluarga yang berada. Putri mengeggam tangan jamal dengan erat karena ia masi sangat takut.


Setelah berapa jam mengudara helikopter tersebut mendarat, vino dan yang lainnya harus melanjutkan perjalan dengan menggunakan mobil.


"Di tempat seperti ini ada perusahaan besar." ucap jamal.


"Itu JK grup." jawab vino.


"JK grup, itu perusahaan mereka." tanya jamal.


"Hanya cabang." jawab vino.


"Vin, sepengetahuan ku vins grup dan JK grup bukannya sedang bermasalah." ujar jamal.


"Kau benar, hanya masalah persaingan bisnis, mereka saja yang menganggap nya berlebihan." ucap vino.


Setelah beberapa saat mengemudi, mereka semua sampai di depan alamat yang orang tua citra berikan.


"Apa itu panti nya." tanya putri.


"Kalau tidak kita datangi mana mungkin kita bisa tau." jawab jamal.


Mereka semua turun dari mobil dan langsung berjalan menuju panti yang terlihat sangat terawat dan bersih. Vino memencet tombol bell panti dan tak lama, ibu-ibu yang tampak cukup tua membuka kan pintu panti itu.


"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu." ucap Ibu panti.


"Malam buk, maaf mengganggu apa kah ibu pemilik pantai ini." tanya citra.

__ADS_1


"Tidak. saya hanya penjaga nya saja, silakan masuk kita berbicara di dalam." jawab ibu panti.


__ADS_2