Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 116


__ADS_3

5 bulan sejak kejadian itu terjadi, keluarga mereka terasa tentaram dan damai tanpa gangguan apa pun, kini kehamilan bella sudah mau masuk ke usia 9 bulan dan hanya tinggal menunggu hari kelahiran anak nya...


Bella terbangun dari tidur siang nya karena mimpi sesuatu hal yang sangat aneh, jantung nya berdetak lebih cepat, hati nya terasa sangat gelisah dan tiba-tiba hp nya berbunyi...


"Tut...tut...tut..." bella pun mengangkat hp tersebut...


"Hallo..." ucap bella...


"Aku kembali dan bersiap la untuk mati..." ucap seseorang dalam sambungan telfon sontak membuat bella menjatuhkan hp milik nya...


Bella perlahan meredahkan ketakutan nya, ntah kenapa ia teringat kotak yang berisi nama anak nya yang di buat nya dengan stiven beberapa bulan lalu, bella mencari kotak itu dan memembuka nya...


"Maaf mas aku penasaran..." ucap bella dan membuka nama yang di buat oleh stiven, bella tersenyum bahagia saat membuka nama itu karena sangat suka dengan nama yang di buat stiven...


"Sedang apa bell..." ucap ariska yang datang dari arah berangkang bella...


Sontak membuat bella kaget dan langsung menutup kotak nama itu...


"Kamu ris buat kaget saja..." ucap bella...


"Hehehe sorry..." ucap ariska...


"Ris aku ingin bertanya..." ucap bella...


"Apa bell..." ucap ariska...


"Apa mimpi itu bisa menjadi kenyataan..." ucap bella...


"Aku tidak tau bell, mungkin bisa dan mungkin juga tidak..." ucap ariska...


"Oww begitu ya..." ucap bella...


"kenapa bell..." ucap ariska...


"Tidak ada, oh iya aku mau titip ini ke kamu, nanti saat lahiran ku kamu bawa ya..." ucap bella...


"Kotak apa ini bell..." ucap ariska...


"Rahasia..." ucap bella...


"Kalau rahasia kenapa kamu berikan pada ku..." ucap ariska...


"Aku hanya berjaga-jaga, mas stiven pasti akan melupakan kotak itu karena panik akan kelahiran ku, kotak itu sangat penting bagi kami..." ucap bella...


"Baiklah aku akan menjaga dan membawa nya saat lahiran mu nanti..." ucap ariska...


"Terimakasih ris..." ucap bella dan memeluk ariska...


Malam hari telah tiba, puluahan pesan ancaman masuk kedalam hp bella dan bella sama sekali tidak membaca nya, saat bella sedang berada di dalam kamar mandi, hp bella kembali bergetar dan stiven yang melihat itu langsung mengangkat nya...


"Mati, bersiap la untuk mati..." ucap seseorang dan langsung mematikan sambungan telfon itu...


Stiven yang mendengar itu sontak kaget dan tak lama pesan ancaman kembali masuk, stiven melihat pesan tersebut yang berisi puluhan ancaman...


"Ada apa mas..." ucap bella...


Stiven menatap bella dan langsung memeluk bella dengan sangat erat...


"Kamu kenapa mas..." ucap bella...

__ADS_1


"Sejak kapan ancaman itu datang..." ucap stiven dengan suara yang berat...


Bella langsung terdiam saat stiven menanyakan ancaman itu...


"Maaf mas..." ucap bella sambil menangis...


"Kenapa kamu sembunyikan semua ini dari aku..." ucap stiven...


"Aku hanya tidak ingin menambah beban fikiran mu mas..." ucap bella...


"Sejak kapan pesan itu masuk..." ucap stiven...


Bella menceritakan semua nya dengan detai pada stiven, stiven yang mendengar cerita bella langsung memeluk bella untuk memberi tau pada bella kalau tidak akan terjadi apa-apa. Stiven meminta anak buah nya untuk menyediki nomor yang masuk kedalam hp bella, total hapir ada 35 nomor yang masuk karena setiap pesan masuk dengan nomor yang berbeda...


"Sekarang kita turun dan makan malam, ada kejutan untuk mu..." ucap stiven...


"Apa mas..." ucap bella...


"Nanti kamu pasti tau..." ucap bella...


Mereka pun turun dari kamar menggunakan lift menuju ruang makan, betapa terkejut nya bella saat melihat semuanya...


"Selamat ulang tahun..." ucap mereka semua...


"Selamat ulang tahun sayang..." ucap stiven mencium kening bella...


Bella terdiam dan menangis saat menyaksikan semua keluarga nya berkumpul untuk merayakan ulang tahun nya...


"Selamat ulang anak papah..." ucap mahendra...


"Papah juga ada disini..." ucap bella...


"Sudah ini momen bahagia jangan ada kesedihan..." ucap yasmin...


Mereka semua duduk di meja makan untuk makan malam dengan di iringi canda dan tawa..


"Viona bagaimana dengan kandungan mu..." ucap stiven...


"Baik ka, sekarang sudah 6 bulan..." ucap viona...


"Wah sepertinya anak kalian akan seumuran semua ni..." ucap indah...


"Kita panen cucu mah...." ucap wijaya...


"Bell, bagaimana apa sudah siap untuk melahirkan..." ucap dini...


"Siap lahir batin din..." ucap bella...


"Ini punya ku..." ucap stiven...


"Hey apa kau tidak bisa mengalah...." ucap aldy...


"Tidak, ini punya ku..." ucap stiven...


"Aku juga menginginkan nya, setidak nya bagi dua..." ucap aldy...


"Tidak, satu saja kurang kenapa harus di bagi..." ucap stiven...


"Biar aku saja yang makan perkedel itu..." ucap devan dan mengambil perkedel itu..

__ADS_1


"Kenapa kau ambil..." ucap stiven dan aldy kompak...


"Agar kalian berhenti bertengkar..." ucap devan...


Bella yang melihat pertengkaran itu ntah kenapa ia merasa sangat sedih tanpa ia sadari air mata nya jatuh...


"Bell kau menangis..." ucap aldy...


"Sayang kenapa kamu menangis..." ucap stiven...


"Ini semua gara-gara pertengkaran kalian berdua..." ucap wijaya...


"Apa itu benar sayang..." ucap stiven...


"Jika karena itu, lihat kami sudah berbaikan..." ucap aldy sambil memeluk stiven...


"Iya kami sudah baikan..." ucap stiven membalas pelukan dari aldy...


"Aku hanya terharu..." ucap bella...


"Syukur la, kami kira terjadi sesuatu..." ucap yasmin...


"Tidak mah..." ucap bella...


"Ka apa kau akan menyayangi anak ku nanti..." ucap bella...


"Kenapa kau bertanya seperti itu..." ucap aldy...


"Tidak ada, kau sering bertengkar dengan suami ku, aku tidak ingin anak ku kau jadikan wadah kejahilan mu..." ucap bella...


"Tidak bell, aku memang sering bertengkar dengan stiven, dan keponakan kan ku tidak ada hubungannya dengan pertengkaran kami, tentu saja aku akan menyayangi mereka..." ucap aldy...


"Pah apakah papah akan pulang..." ucap bella...


"Iya bell malam ini papah akan pulang..." ucap mahendra...


"Tinggal la disini sampai cucu mu lahir pah..." ucap bella...


"Tapi..." ucap mahendra...


"Suami dan kakak ku pasti akan mengizinkan mu..." ucap bella...


"Tinggalah di sini sampai bella lahiran..." ucap stiven...


"Baiklah kalau tuan stiven mengizinkan..." ucap mahendara...


"Jangan panggil saya tuan. aku juga anak mu..." ucap stiven...


"Baikalah nak stiven..." ucap mahendra...


Malam itu seluruh keluarga berkumpul dengan harmonis tanpa ada rasa nya kebencian atau pun dendam...


"Akan ada rasa sakit sebelum kau merasakan kesenangan dan kemenangan. jadi nikmati saja perjalanan nya..."


**Hayo apakah stiven berhasil menagkap peneror itu atau peneror itu berhasil menyakti bella...


Episode tersisah tinggal 3-5 episode lagi, hayo tebak sad atau heppy**...


Sad atau pun heppy tolong hargai keputusan author, inti nya mereka akan bahagia dengan takdir dan cara mereka masing-masing...

__ADS_1


Follow andyabd92 (jika ada yang dipertanyakan bisa dm)


__ADS_2