
Takdir hidup ku.
Vino perlahan mendekati citra, wajah nya dan wajah citra hanya berjarak beberapa senti lagi. Citra yang merasa tidak nyaman dengan perilaku vino perlahan ia mundur ke belakang, bukan menjauh vino ikut melangkah kan kaki nya mengikuti citra. Langkah kaki citra terhenti saat sudah menempel di dinding kamar ia sudah tidak bisa bergerak kemana-mana.
Aroma alkohol yang keluar dari tubuh vino semakin membuat nya tidak nyaman.
"Aku mau keluar." ucap citra dan mengalihkan wajah agar vino tidak menatap nya lagi.
"Tatap mata ku." ucap vino dengan nada yang menekan.
"Tidak, aku mau keluar." kata citra dan mendorong tubuh vino dari hadapan nya.
Bukannya menjauh vino malah menyerang citra secara tiba-tiba, ia mencium bibir citra seperti orang kesetanan. Citra yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba memukul-mukul dada bidang vino agar melepaskan nya.
Vino sama sekali tidak memperdulikan itu ia semakin memperdalam ciuman nya, sementara citra hanya bisa menangis tanpa suara. Saat mulai kehabisan nafas vino melepaskan ciuman nya, citra yang mendapat kan peluang untuk kabur langsung mendorong vino dan menjauh dari nya.
Lagi dan lagi vino menahan tangan citra dan menarik citra kedalam pelukan nya, ia memeluk citra dengan sangat erat.
"Aku akan memberikan apa yang kamu mau." bisik vino yang membuat citra merinding seketika.
Citra berusaha memberontak agar lepas dari pelukan vino, tetapi vino malah menarik citra dan mendorong nya ke atas kasur. Belum sempat citra bergerak dari atas kasur vino sudah menyerang nya lagi, vino mencium bibir citra dengan ganas nya tangannya juga sudah bergerak merabah tubuh citra.
Sekuat apa pun citra memberontak tenaga nya tidak bisa mengimbangi tenaga vino yang sudah hilang kendali, citra hanya bisa menangis dengan apa yang terjadi pada nya.
"Kenapa menangis bukan ini yang kau mau." ucap vino di selah-selah ciuman nya.
Vino yang melihat citra menangis semakin kehilangan kendali, di mata nya citra adalah calista yang mengkhianati cinta nya.
Jamal dan keluarga andy telah kembali kerumah vino, mereka semua berkumpul di ruang keluarga hanya sekadar untuk berbincang bersama.
"Oma." ucap andy mencium oma nya itu.
__ADS_1
"Kamu sudah besar sayang." ujar yasmin.
"Bell, dimana citra.?" tanya ariska.
"Citra berada di dalam kamar nya." jawab bella dengan santai.
"Sayang, apa kamu sudah memberikan barang yang ku minta pada vino." ucap stiven.
"Sudah mas, tadi aku titip dengan citra." ujar bella.
"Jadi citra masuk kekamar vino." ucap andy.
"Iya, emang kenapa an" ucap bella...
"Bahaya an." ujar jamal.
Andy dan jamal langsung berlari menuju kamar vino, mereka semua yang melihat itu ikut berlari karena penasaran dengan apa yang terjadi.
Dengan pakasa vino merobek baju citra hingga membuat tubuh mulus citra terpampang nyata di hadapan vino, Vino semakin menggila dan kembali menyerang bibir citra.
"Bruk." satu pukulan mendarat di wajah vino yang membuat vino terpental jatuh dari atas ranjang.
Bella yang juga ikut belari, melihat citra dengan kondisi yang memperhatin kan. Ia berlari ke arah citra dan langsung memeluk nya.
Citra menangis di dalam pelukan bella, ia menumpahkan rasa takut nya saat ini. Bella menarik selimut untuk menyelimuti tubuh citra yang sangat berantakan.
Stiven menghampiri vino dan memukul nya dengan beringas nya, ia sangat kecewah dengan perbuatan vino kali ini. Aldy menahan stiven agar tidak melebihi batas.
"Lepas" teriak stiven yang masi belum puas menghajar vino.
Kondisi vino juga sangat memperhatikan wajah nya bonyok akibat kemarahan stiven.
__ADS_1
"An bawa vino pergi dari kamar ini." ujar aldy.
"Baik yah." ucap andy.
Andy dan jamal membawa vino keluar dari kamar nya menuju kamar vira, Di dalam kamar vira andy mengguyur tubuh vino dengan air agar menghilang kan pengaruh alkohol tubuh vino.
Bella memerintah seluru keluarga untuk turun ke ruang keluarga, ia juga meminta aldy selalu berada di dekat stiven agar jika stiven meledak ada yang menahannya.
Bella melepaskan pelukan nya, ia sangat perihatin dengan tubuh citra yang penuh dengan bercak merah akibat putra semata wayang nya. Jika mereka telat sedikit saja mungkin vino akan berbuat lebih jauh lagi.
Seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga wajah stiven masih menunjuakan aura kemaran yang belum redah. Bella membawa citra turun dari kamar nya, wajah citra masi terlihat pucat akibat ulah vino.
Tak lama andy dan jamal membawa vino turun, stiven yang melihat itu membuat amarah nya kembali naik. Aldy menahan tangan stiven agar tidak memukul vino lagi.
"Bisa kau jelaskan semua." tanya stiven menatap wajah vino.
Vino tidak menjawab pertanyaan dari daddy nya itu, ia sendiri juga bingung karena semua itu di luar kendali nya.
"Jawab." teriak stiven yang membuat mereka semua kaget.
"Menikah lah dengan citra." ucap bella.
"Mom." ucap vino.
"Apa, kau menolak nya setelah apa yang kau perbuat dengan nya." ujar stiven dengan nada yang tinggi.
"Dad, aku belum siap." ucap vino.
"Siap tidak siap, malam ini kau harus menikah dengannya." ucap stiven dengan nada yang menekan.
Hati citra begitu hancur menerima kenyataan ini, orang yang selama ini ia idolakan hampir merusak masa depan nya, bukan hampir tetapi sudah merusak nya karena ia harus menikah dengan vino, orang yang sama sekali tidak ia cintai.
__ADS_1