Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 97


__ADS_3

Sembilan puluh tujuh...


"Aku tidak tau apa jalan fikiran kalian..." ucap aldy dan pergi meninggalkan ruangan itu...


"Aldy..." ucap bunda...


"Ris, bisa kamu temani kakak ku, aku khawatir dia berbuat apa-apa..." ucap bella...


"Iya bell..." ucap ariska dan pergi menyusul aldy...


Aldy berjalan menuju mobil nya fikiran nya tenga kacau, ia bingung dengan jalan fikiran adik dan bunda nya yang dengan mudah memaafkan orang yang selama ini menyiksa adik nya itu. Saat aldy ingin menyalakan mesin mobil tiba-tiba ariska membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil tersebut...


"Keluar..." ucap aldy...


"Tidak..." ucap ariska...


"Keluar..." teriak aldy...


"Tidak..." ucap ariska santai...


Tanpa berbicara lagi aldy melajuhkan mobil nya dengan kecepatan tinggi, tampak ariska mulai panik melihat aldy membawa mobil itu seperti orang kesetanan...


"Ka, apa kakak tidak takut mati..." ucap ariska...


"Tidak..." ucap aldy...


"Kalau kakak tidak takut, coba fikirkan adik dan bunda kakak..." ucap ariska...


"Terserah..." ucap aldy...


"Ka aku mual..." ucap ariska...


Aldy yang mendengar itu pun langsung menghentikan mobil nya di pinggir jalan, ariska yang menyadari mobil sudah berhenti langsung keluar dan memuntahkan isi perut nya...


"Wanita menyebalkan..." ucap aldy...


Aldy pun ikut keluar dari mobil, ia menghampiri ariska dan memijat tengkuk leher nya....


"Sampai kapan kau akan merepotkan ku..." ucap aldy...


"Sampai waktu yang kakak berikan habis..." ucap ariska...


"Waktu mu tinggal 2 hari lagi, dan sampai sekarang aku tidak memiliki rasa pada mu..." ucap aldy...


"Iya aku tau, mungkin aku tidak akan pernah berhasil..." ucap ariska dan kembali kedalam mobil...


"Mau kemana..." ucap aldy yang sudah berada di dalam mobil...


"Terserah kakak..." ucap ariska...


Aldy pun melajuhkan mobil nya menuju mini market terdekat untuk membeli sesuatu...


"Mau ikut tidak..." ucap aldy...


"Di luan nanti aku nyusul..." ucap ariska...


Aldy pun keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam mini market, Ariska yang sudah selesai merapihkan wajah nya langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam mini market, saat ariska ingin masuk kedalaman mini market tersebut tiba-tiba ada seseorang yang menarik nya. ariska yang tiba-tiba di tarik kaget dan langsung berusaha melepaskan nya...


"Lepas..." ucap ariska...


"Ariska, di sini rupa nya kamu ya..." ucap laki-laki tersebut...


"Hendi..." ucap ariska kaget...


"Kenapa, apa kau merindukan ku..." ucap hendi...


"Cih.. buat apa aku merindukan laki-laki seperti mu..." ucap ariska...


"Itu harus, karena kau tunangan ku..." ucap hendi...

__ADS_1


"Ingat mantan tunagan..." ucap ariska dengan nada penuh penekanan...


"Kau sudah memiliki banyak nyali untuk melawan ku, ingat hutang kakek mu masi banyak pada ku..." ucap hendi....


"Aku akan melunasi nya..." ucap ariska...


"Dengan apa, dengan menjadi wanita penghibur..." ucap hendi...


"Pllaaak..." satu tamparan tertuju pada pipi aldy...


"Jaga ucappan mu..." ucap ariska...


"Berani nya kau..." ucap hendi dan hendak menapar ariska kembali, saat melayangkan tangan nya tiba-tiba aldy datang dan memegang tangan hendi sebelum mengenai wajah ariska...


"Ka aldy..." ucap ariska...


"Jangan pernah sentuh perempuan ini dengan tangan busuk mu..." ucap aldy dan menghempas kan tangan hendi...


"Siapa kau jangan perna ikut campur dengan urusan ku..." ucap hendi...


"Tidak penting aku siapa, sampai kau meyentuh perempuan ini dengan tangan mu akan ku pastikan hari ini terakhir kau melihat matahari..." ucap aldy dan menarik tangan ariska menuju mobil...


"Ariska aku akan mendapatkan mu kembali..." teriak hendi...


"Minum..." ucap aldy memberikan air meneral...


"Terimakasih..." ucap ariska...


"Siapa dia..." ucap aldy...


"Bukan siapa-siapa..." ucap ariska...


Aldy pun terdiam, fikiran nya di penuhi oleh banyak pertanyaan tentang laki-laki itu...


"Ka, kenapa banyak sekali makanan..." ucap....


"Tidak, aku sudah kenyang..." ucap ariska...


"Sekarang kita pulang, aku merasah bersalah pada bunda dan bella..." ucap aldy....


"Iya ka..." ucap ariska...


Aldy pun melajuhkan mobil nya menuju rumah, sesampai nya dirumah mereka langsung masuk dan mencari keberadaannya bella dan juga yasmin...


"Bunda..." ucap aldy dan berjalan memeluk yasmin...


"Kenapa, tiba-tiba kamu memeluk bunda..." ucap yasmin...


"Maaf bun, aldy salah..." ucap aldy...


"Udah besar gini masi manja aja..." ucap bella...


"Biar..." ucap aldy...


"Ka, aku sama bunda buat kue ni, mau coba..." ucap bella...


"Boleh..." ucap aldy dan mengambil kue tersebut...


"Bagaimana enak..." ucap bella...


"Enak sekali, kamu sangat pintar membuat kue..." ucap aldy...


"Tentu enak, bella kan pemilik toko kue terkenal..." ucap ariska...


"Kamu punya toko kue dek..." ucap aldy...


"Punya nama nya bellcake..." ucap bella.


"Adik kakak keren..." ucap aldy...

__ADS_1


"Kapan-kapan bunda boleh dong datang ke toko kue milik mu..." ucap yasmin...


"Boleh dong bun..." ucap bella...


"Bun, lusa aldy kembali ke new york..." ucap aldy...


"Loh kenapa, apa kamu tidak betah tinggal di sini..." ucap yasmin...


"Bukan bun, aldy harus mengurus perusahaan aldy yang berada disana..." ucap aldy...


"Ka jangan pergi sampai bella lahiran..." ucap bella...


"Tapi dek, perusahaan kakak bagaimana..." ucap aldy...


"Kamu bisa mengontrol nya dari sini, pindahkan pusat nya ke indonesia, seperti dulu saat ayah mu memindahkan nya ke new york..." ucap yasmin...


"Itu tidak mudah bun..." ucap aldy...


"Mas stiven akan membantu mu, ka tolong la..." ucap bella...


"Baiklah, akan ku fikirkan..." ucap aldy...


Sementara itu viona terlihat termenung, ia memikirkan siapa kedua orang tua kandung nya, apa kah orang tua nya masi hidup atau sudah tidak ada...


"Kenapa dek..." ucap iqbaal...


"Saat melihat ka bella tadi, aku jadi penasaran dengan kedua orang tua kandung ku..." ucap viona...


"Bagaimana kalau kita mencari info tentang orang tua kandung mu..." ucap iqbaal...


"Itu mustahil ka..." ucap viona...


"Tenang dek, kakak akan menyuruh orang kepercayaan kakak untuk melacak nya..." ucap iqbaal...


"Apa itu benar ka..." ucap viona...


"Tentu, akan ku lakukan apa saja, asal membuat mu bahagia..." ucap iqbaal...


"Terimakasih kak..." ucap viona...


Hari telah berganti malam, aldy dan stiven sedang berada di ruang kerja untuk membahas hal yang sangat penting...


"Ada apa al..." ucap stiven...


"Aku ingin menggabungkan perusahaan kita..." ucap aldy...


"Apa..." ucap stiven kaget...


"Kenapa kau kaget begitu, apa tidak bisa..." ucap aldy...


"Bukan begitu, kenapa tiba-tiba kau ingin menggabungkan nya..." ucap stiven...


"Aku sudah nyaman berada di sini, jika aku tidak menggabungkan nya dapat di pastikan aku akan kembali ke new york..." ucap aldy...


"Tapi al, menggabungkan dua perusahaan besar tidak la mudah, apalagi dua perusahaan ini begerak di bilang yang berbeda..." ucap stiven...


"Iya aku paham, ini hanya untuk sementara waktu, aku akan membangun kantor pusat di sini, selagi kantor itu di bangun perusahaan ku berada di kendali vins grub..." ucap aldy...


"Apa kau yakin, apa kau percaya pada kami..." ucap stiven...


"Kenapa aku tidak percaya, kau adik ipar ku tidak ada alasan tidak mempercayai mu..." ucap aldy...


"Terimakasih, aku akan menyipakan ruangan khusus untuk mu..." ucap stiven...


"Ini baru adik ipar ku, walaupun kau penakut tapi kau ada guna nya juga..." ucap aldy...


"Kau lebih penakut dari ku..." ucap stiven...


Segitu dulu ya...

__ADS_1


__ADS_2