
Terlanjur mencinta...
Setelah bernyanyi acara di lanjutkan dengan foto bersama keluarga dan teman terdekat...
Dini yang hadir di acara itu dengan di dampingi oleh devan, mereka naik keatas panggung untuk berfoto dan bersalaman...
"Buk bella..." ucap dini...
"Dini, jangan panggil saya ibu dong..." ucap bella...
"Hahahaha, kebiasaan ni..." ucap dini...
"Devan.. Kamu berangkat bareng dengan dini..." ucap bella...
"Iya bell, kami sudah janjian..." ucap devan...
"Selamat ya bell, semoga samawa dan cepat lahirran..." ucap dini...
"Kamu juga cepat nyusul din, devan jangan di anggurin dini nya sikat dong..." ucap bella...
"Siap bos..." ucap devan...
"Hey bro.. selamat ya..." ucap devan...
"Hahaha iya bro..." ucap stiven...
Setelah memberi selamat kepada bella dan stiven mereka pun berjalan menuju arah iqbaal dan juga viona...
"Viona..." ucap devan...
"Kakak yang di toko kemarin kan..." ucap viona...
"Iya, selamat ya.. Keren ni nikah nya bisa barengan..." ucap devan...
"Iya ka, makasi..." ucap viona...
"Viona, selamat ya..." ucap dini...
"Iya ka..." ucap viona...
Saat ingin memberi selamat pada iqbaal ntah mengapa tangan dini bergetar, hati nya serasa menolak ini semua...
Tanpa memberi kan selamat pada iqbaal dini berlari turun dari pelamainan, devan yang melihat dini langsung mengejar nya...
"Kenapa dengannya..." ucap viona heran...
"Sudah la, lupakan..." ucap iqbaal...
Bella yang menyaksikan dini lari begitu saja tanpa bersalaman dengan iqbaal, ia sangat mengerti dengan perasaan dini, dulu bella berniat ingin menjodohkan dini dengan iqbaal tapi takdir berbicara lain...
"Ini semua salah ku..." ucap bella...
"Maksudnya sayang..." ucap stiven...
"Dulu aku perna berjanji pada dini, aku berjanji akan menjodohkan nya pada iqbaal..." ucap
bella...
"Ini bukan salah siapa pun, mungkin ini takdir mereka..." ucap stiven...
Dini terus belari menjauhi acara tersebut dan berhenti di dekat gerbang rumah stiven, ia menangis tanpa memperdulikan orang di sekitar nya...
"Kenapa dengan ku, kenapa hati ku begitu sakit..." ucap dini sambil menangis....
Devan yang melihat dini menangis langsung mengahampiri nya dan memeluk nya...
"Menangis la jika itu membuat mu tenang..." ucap devan...
Dini pun menagis di pelukan devan, ia mencurahkan semua isi hati nya dengan tangisan, setelah dini mulai tenang devan melepaskan pelukkannya...
"Kamu jangan perna terlihat lemah di hadapan orang yang kami cintai..." ucap devan...
"Tapi pak..." ucap dini...
"Sekarang kami hapus air mata mu, dan kita kembali kesana tunjukkan pada dunia kalau kamu bukam wanita yang lemah..." ucap devan...
"Ba.. baik pak..." ucap dini...
__ADS_1
"Dan jangan kami panggil saya pak, panggil saya devan..." ucap devan...
"Baik devan..." ucap dini...
Mereka pun kembali ke tempat berlangsung nya acara, bella yang melihat dini datang kembali pun tersenyum bahagia, dini yang menyadari bella tersenyum pada nya, ia pun juga membalas nya senyuman itu...
"Tunggu sebentar..." ucap devan...
Devan menghampiri pembawa acara dan berbincang sedikit, setelah menyampaikan maksud nya ia kembali mengahampiri dini...
"Baiklah, seperti nya ada yang ingin menyumbang kan suara emas nya, kita sambut dini..." ucap host tersebut...
"Saya..." ucap dini yang kaget saat namanya di sebut...
"Iya kamu, saya tau kalau kamu memiliki suara yang merdu..." ucap devan...
"Tapi..." ucap dini...
"Sudah naik la..." ucap devan...
Dini pun berjalan kearah panggung untuk menyumbang suara emas nya, setelah ia memilih lagi ia pun segera bernyanyi...
lirik...
Aku t'lah tau kita
Memang 'tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
Harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Luka yang tak pernah kuduga
Dan bila akhirnya
Kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku t'lah tau kita
Memang tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
Harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah 'ku berharap
Berharap kau memilih diriku,
Cinta
__ADS_1
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Tapi mengapa kita selalu
Bertemu dan bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku 'tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa
Dini menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan, sehingga membuat orang yang mendengar dan menyaksikan nya terharu...
Setelah bernyanyi ia turun dari panggung dan kembali mengahampiri devan...
"Keren..." ucap devan...
"Terimakasi, sekarang lebih baik kita pulang..." ucap dini...
"Baiklah, ayo saya antar..." ucap devan...
Acara pun berlangsung sangat lancar, berita pesta pernikahan keluarga vins sudah tersebar sangat luas, hingga sampai ke telinga cika yang masi berada di jepang...
"Ku biarkan kalian bahagia dulu, tunggu kedatangan ku..." ucap cika...
Sementara itu di kediaman keluarga vins tampak acara sudah selesai, mereka telah berada di kamar masing-masing karena sudah sangat kelelahan...
"Ka, bantu aku membuka seleting belakang gaun ini..." ucap viona...
"Iya dek, bentar..." ucap stiven...
Iqbaal pun membuka seleting gaun viona secara perlahan, ia melihat punggung viona yang putih bersih mulus, tanpa sadar iqbaal menyentuhnya...
"Ka..." ucap viona ragu...
Tanpa menjawab iqbaal memeluk viona dari belakang, sontak jantung viona langsung berdetak jauh lebih cepat...
"Dek..." ucap Iqbaal...
"Iya ka..." ucap viona...
"Apa kamu sudah siap..." ucap iqbaal...
"Maksud kakak..." ucap viona...
Iqbaal membalik tubuh viona, dan mencium bibir viona dengan lembut, viona hanya terdiam tanpa merespon ciuman dari iqbaal, Tanpa sadar viona sedikit membuka bibir nya sehingga iqbaal semakin memperdalam ciuman nya...
"Dek, kakak mengingatkannya..." ucap iqbaal...
Viona tidak menjawab ucapan dari iqbaal, ia masi takut untuk melakukan nya walaupun mereka perna melakukan hal tersebut, iqbaal yang tidak mendapatkan respon dari viona pun paham dengan apa yang dipikirkan viona...
"Jangan takut, kalau kamu belum siap tidak papa..." ucap iqbaal dan membalik badannya untuk menuju sofa...
Saat iqbaal berjalan tangan nya di tarik viona sehingga mereka saling berhadapan lagi...
"Aa.. aku siap ka..." ucap viona...
"Kamu serius..." ucap iqbaal...
"Iya ka..." ucap viona...
Iqbaal yang mendapatkan respons positif dari viona langsung memanfaatkan nya sebaik mungkin, ia membawa viona keatas tanjang sambil mencium nya...
Dan mereka pun melakuakan hal tersebut tanpa bantuan obat dari keluarga rempong...
Terimakasih sudah mampir...
Author juga Punya pengumuman penting,
__ADS_1
Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cinta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...