
"Di jodoh kan, mereka masih terlalu kecil mas, mana mungkin Vino mengizinkan." Ucap Bella.
"Tidak ada pilihan lain sayang, aku tidak bisa menolak permintaan mereka, mereka sudah banyak berjasa pada Vins grup di masa lalu, untuk Vino aku yang akan mengurus nya, kamu juga khawatir." Kata Stiven.
Kevin sedang berada di dalam kamar Amanda, karena tiba-tiba Amanda pingsan di dalam pelukan nya.
"Hati ku terasa sangat sakit man, aku takut yang aku pikir kan akan terjadi." Batin Calvin.
Tak lama Amanda terbangun dari pingsan nya, mata nya langsung tertuju pada Calvin yang sedang menundukkan kepala nya.
"Calvin." Ucap Amanda.
"Amanda kamu sudah sadar." Calvin mengusap air mata nya yang tanpa sadar terjatuh.
"Kamu kenapa." Tanya Amanda.
"Kita menikah ya, aku ingin menikah dengan mu." Ucap Calvin.
"Maksud mu apa cal." Tanya Amanda.
"Aku tau semua nya man, aku tau Alka telah melakukan hal buruk pada mu, aku takut man." Ucap Calvin.
"Jadi kamu tau semua nya."
"Aku tau man, Alka yang mengatakan nya pada ku." Ucap Calvin.
"Aku tidak bisa menikah dengan mu cal, aku merasa ada yang berbeda dengan tubuh ku." Kata Amanda.
"Kamu merasa hamil." Tanya Calvin.
Amanda menganggukkan kepala nya, hati Calvin terasa Tercabik-cabik seketika.
"Kamu tes kehamilan ya." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Tapi aku tidak berani." Kata Amanda.
Calvin mengambil tes pack di kantong celana nya, sebenarnya ia tadi meminta pengawal nya untuk membelikan tes pack, karena kecurigaan nya benar-benar mengacaukan pikiran nya.
"Kamu mempunyai barang ini." Tanya Amanda.
"Periksa ya man, aku mohon." Jawab Calvin.
Amanda merasa sangat bingung, ia melihat raut wajah Calvin benar-benar sangat menyediakan, jika diri nya sedang hamil pasti hati Calvin sangat hancur.
Amanda mengambil tes pack itu dari tangan Calvin, kemudian ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Calvin hanya bisa mondar-mandir di depan pintu kamar mandi, mengharap kan kehamilan itu tidak terjadi.
"Positif." Kaki Amanda terasa sangat lemas, air mata nya langsung mengalir deras di wajah nya.
Amanda keluar dari kamar mandi dengan kaki yang gemetaran. Calvin yang melihat tas pack di tangan Amanda yang menunjukkan dua garis merah. Emosi Calvin terasa naik seketika.
"Brengsek." Calvin memukul lemari kaca di depan nya.
Amanda menutup kuping dan mata nya, Amanda terjatuh di lantai ia sudah merasa tidak sanggup untuk menjalani hidup nya. Calvin melirik ke arah Amanda, ia mendekati Amanda dan memeluk nya dengan erat.
"Apa yang kamu katakan, kamu tetap Amanda dengan aku kenal, kehamilan mu tidak merubah cinta ku pada mu." Ucap Calvin.
"Tangan kamu berdarah." Amanda memegang tangan Calvin.
"Aku tidak papa." Ucap Calvin.
"Aku akan mengobati nya." Amanda bangkit dari lantai untuk mengambil p3k
"Hati ku yang terasa sangat sakit man, seharusnya kamu mengobati hati ku bukan tangan ku." Batin Calvin.
Setelah mengobati tangan Calvin, Amanda tampak termenung, air mata nya juga terus menetas deras di wajah nya. Calvin hanya bisa mengusap air mata Amanda dengan tisu. Ia tidak bisa merubah apapun.
"Apa Alka mau bertanggung jawab." Tanya Calvin.
__ADS_1
"Aku tidak tau, ia berkata mau menikahi ku jika aku hamil." Jawab Amanda.
"Kalau begitu, cepat beritahu dia, katakan yang sebenarnya, aku akan membantu mu." Calvin berusaha tersenyum pada Amanda, untuk mengatakan hal itu saja bibir nya gemetar.
"Aku tidak tau cara memberitahukan lah ini pada keluarga ku." Ucap Amanda.
"Aku akan menemani mu, kamu harus mengatakan semua nya, ini bukan kesalahan mu ini kesalahan Alka dan dia harus bertanggung jawab." Kata Calvin.
Malam hari telah tiba, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, karena Stiven dan Bella datang berkunjung.
Amanda dan Calvin duduk bersama, mereka semua mulai bingung kenapa wajah Amanda tampak bengkak. Berbeda dengan Stiven yang langsung tau siapa yang sedang duduk di samping Amanda.
"Kenapa dengan mu Amanda." Tanya Vino.
"Aku.. aku..." Suara Amanda mulai bergetar.
"Amanda hamil." Ucap Calvin.
"Hamil." Ucap mereka semua yang sangat terkejut.
"AMANDA!!!..." Teriak Vino.
"Siapa yang melakukan hal ini pada mu." Tanya Aska yang masih berusaha menahan emosi nya.
"JAWAB AMANDA." Vino benar-benar tidak bisa menahan amarah nya.
"Katakan Amanda." Stiven juga mulai terpancing emosi nya.
"Alka yang menghancurkan Amanda, seharusnya kalian marah pada nya bukan pada Amanda, dia hanya korban." Ujar Calvin.
"BAJINGAN, BRENGSEK, SERET LAKI LAKI ITU KESINI." Teriak Vino.
Andy sangat malu dengan kelakuan adik nya sendiri yang pergi menjemput Alka dari rumah.
__ADS_1
.