
"KAU!!!..." Tangan Calvin tertahan di depan wajah Alka.
"Kau harus sadar diri, Amanda milik ku, dia milik ku Calvin, jangan berharap dengan nya."
"Itu menurut mu, aku yang akan bersama nya, laki-laki seperti mu tidak pantas bersama Amanda." Calvin mendorong Alka.
"Hahaha kau kira kau pantas, kau sama sekali tidak pantas, aku yang pertama kali menyentuh nya dan dia harus menjadi milik ku." Alka pergi meninggalkan Calvin.
"Kepala ku." Calvin terjatuh di lantai sambil memegang kepala nya.
"Kak, kau kenapa." Nathan berjalan membantu Calvin berdiri.
"Tidak papa, kepala ku hanya sedikit pusing." Ucap Calvin.
Alka berjalan menuju kamar Amanda, tanpa mengetuk pintu Alka langsung masuk ke dalam.
"Amanda." Teriak Alka.
"Kenapa kau masuk ke dalam kamar ku, KELUAR!!!." Teriak Amanda.
"Kau mengusir ku." Alka berjalan menuju sofa.
"Alka keluar dari kamar ku, jika ada yang melihat kita, itu akan membongkar semua nya."
"Itu yang ku mau, mereka tau semua nya kita menikah, jika mereka tau saat kau hamil itu akan menghancurkan diri ku, bagus mereka tau sekarang dan kita akan menikah." Ucap Alka.
"Menikah dengan orang seperti mu, aku tidak mau Alka." Kata Amanda.
__ADS_1
Alka berjalan mendekati pintu kamar, ia mengunci pintu itu dan memasukan kunci itu ke dalam saku celana nya.
"Alka ku peringatkan pada, jangan kau melakukan hal buruk itu lagi." Amanda berjalan menjauhi Alka.
"Kenapa Amanda, kau menjauhi ku, tapi saat bersama Calvin kau mau dekat dengan nya." Alka menarik tangan Amanda lalu memeluk nya.
"Alka lepaskan, dia baik pada ku tidak seperti mu, kau kasar, kau brengsek." Teriak Amanda.
"Pelan kan suara mu sayang, suara mu akan habis, kamar ini kedap suara. Apa yang kau bilang tadi, kau mau aku bermain lembut. Baik lah ayo kita lakukan." Alka menggendong Amanda dan membawa nya naik ke atas kasur.
Amanda berusaha memberontak sekuat mungkin tapi percuma tenaga Alka berkali-kali lipat lebih kuat dari nya. Alka mengambil kain di dekat nya ia mengikat tangan Amanda dengan kain itu, lalu kain itu juga di ikat ke ranjang agar Amanda tidak bisa memberontak lagi.
"Alka, kenapa kau brengsek sekali." Terik Amanda.
"Amanda saat aku mulai mencintaimu, kenapa kau menjauh dari ku, kau bersama laki-laki itu, itu membuat ku marah." Alka mulai mencium leher Amanda.
"Terimakasih, telah membenci ku." Alka melakukan hal yang ia lakukan pada malam itu, beda nya kali ini ia melakukan nya secara sadar.
"Sayang kau benar-benar, aahhhh...
Alka kembali mengeluarkan benih nya di dalam rahim Amanda, Amanda yang sudah lemas hanya bisa pasrah ke dua tangan nya di ikat dan tenaga nya sudah benar-benar habis.
Alka melepaskan ikatan itu dan memeluk Amanda dengan erat. "Diam lah, atau aku akan melakukan nya lagi.
Karena benar-benar lelah dan kehabisan tenaga, mereka berdua tertidur dengan Amanda masih berada di dalam pelukan Alka.
" Nathan di mana kakak mu, aku harus pergi." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau kak, kamar nya juga di kunci, nomor nya tidak aktif."
"Tidak ada waktu, aku harus pergi mungkin akan lama kembali ke negara ini, aku minta jaga dia, jangan sampai ada yang menyakiti nya."
"Iya kak, aku akan menjaga nya." Ucap Nathan.
Calvin sudah di jemput dengan helikopter di dekat rumah Vino yang memang memiliki landasan helikopter, mereka yang menyadari itu keluar rumah melihat kepergian Calvin bersama para pengawal nya.
"Dia benar-benar bukan orang sembarangan." Ucap Andy.
"Dugaan ku juga semakin kuat." Ujar Vino.
Sore hari telah tiba Amanda dan Alka bangun secara bersamaan, Amanda sangat jijik pada diri nya yang benar-benar kotor.
Berbeda dengan Alka yang merasa mendapatkan kemenangan, ia mengusap rambut Amanda yang cukup berantakan di wajah nya.
"Aku milik ku." Bisik Alka.
"Aku bukan milik mu." Ucap Amanda.
"Apa kau tidak melihat semua jejak yang ku tinggal kan di tubuh mu, tidak ada laki-laki yang mau bersama mu Amanda, selain diri ku. Terima takdir mu."
"Alka, kenapa kau jahat sekali, bagaimana aku hamil apa yang harus aku lakukan." Amanda mulai menangis.
"Kita menikah, apa sulit untuk mu menikah dengan ku, kau pikirkan baik-baik segera ambil keputusan my, sebelum diri mu hamil." Ucap Amanda.
Alka membawa Amanda masuk ke dalam kamar mandi, ia meletakkan Amanda ke dalam bathup dan meninggal nya sendiri.
__ADS_1
"Ini cara satu-satu nya agar kau tidak pergi dari ku." Ucap Alka.