
Jangan seperti ku dulu...
Hari ini adalah hari baru untuk citra ia harus mulai menerimah kalau ia sudah menikah dengan seorang pria. Mau tidak mau ia juga harus melakukan kewajiban nya sebagai istri. Citra bangun dari tidur nya, ia turun dari kamar nya untuk membantu ibu mertua nya membuat sarapan pagi.
"Pagi tan." ucap citra.
"Ko tante si." ucap bella.
"Maaf, pagi mah." ucap citra dengan sedikit canggung.
"Pagi sayang." jawab bella dengan senyuman di bibir nya.
Setelah membuat sarapan pagi, citra kembali naik ke kamar nya untuk membersikan dirinya. "Apa aku harus membangun kan nya." batin citra sambil mengenakan pakaian..
Citra masuk Kedalam kamar vino yang tidak pernah di kunci oleh nya, karena agar mempermudah mommy nya masuk untuk membangunkan nya jika telat.
"Vin bangun." ucap citra sambil menggoyangkan tubuh vino.
Setelah beberapa kali citra menggoyangkan tubuh vino akhirnya vino terbangun juga. Vino berjalan kearah kamar mandi dengan mata yang mau terpejam, ia tidak sadar sama sekali jika citra lah yang membangunkannya.
Citra yang melihat vino berjalan kekamar mandi, ia memilih untuk masuk kedalam ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerja suami nya itu. Citra melihat sepatu vino yang belum di semir, citra mengambil sepatu itu dan menyemir nya.
Vino yang sudah selasai mandi masuk kedalaman ruang ganti, ia sedikit bingung karena sudah ada baju ganti padahal biasa nya mommy tidak pernah menyiapkan baju ganti nya, dengan santai nya vino melepaskan handuk yang menutupi tubuh nya, ia sama sekali tidak menyadari citra yang berada di pojok ruangan yang sedang fokus dengan sepatu di tangannya.
Karena merasa ada orang yang masuk citra menoleh kearah vino yang tenga memakai pakaian nya, betapa terkejutnya ia saat melihat vino dengan tidak memakai sehelai benang pun.
"Aaakkkk.!!" teriak citra yang membuat vino terkejut dan langsung menutupi tubuh nya dengan handuk.
Citra langsung berlari keluar dari ruang ganti dengan membawa sepasang sepatu di tangannya.
"Siapa yang menyuruh perempuan itu masuk." ucap vino yang juga terkejut dengan kehadiran citra.
Vino memakai pakaian nya dengan cepat, setelah itu ia berjalan keluar dari ruang ganti untuk menghampiri citra. Vino menarik tangan citra dengan kasar lalu mecengkram wajah citra.
"Sa..sakit." ucap citra.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruh mu masuk kedalaman kamar ku." ucap vino dengan suara yang meninggi.
"Ti..tidak ada" ucap citra.
"Jangan pernah sentuh dan masuk kedalam kamar ku lagi." ucap vino.
"Tapi, bukannya kita sudah menikah, itu sudah menjadi kewajiban ku." ujar citra.
"Aku tidak pernah menganggap mu sebagai istri ku, dan aku belum menikah." ucap vino dengan nada yang menekan.
"Vino.!!!" teriak bella yang datang dari arah pintu.
"Mommy." ucap vino dan langsung melepaskan cengkraman di wajah citra.
Bella berjalan kearah vino dan menampar nya cukup keras.
"Mommy peringatan kamu vin, jangan sampai kamu menyakiti istri mu sendiri atau kamu akan menyesal di kemudian hari." ucap bella.
"Mommy membela perempuan asing ini dari pada aku." ucap vino.
Vino berjalan mengambil sepatu nya yang tergeletak di lantai, kemudian ia memakai nya dengan cepat lalu keluar dari kamar itu meninggal kan citra dan bella.
"Kamu tidak papa sayang." tanya bella.
"Tidak mah." jawab citra yang sebenarnya wajah nya sedikit nyeri akibat cengkraman tangan vino.
Bella dan citra turun dari kamar untuk sarapan, di ruang makan sudah ada vino dan stiven yang telah menunggu mereka berdua.
"Kenapa lama sekali sayang." tanya stiven.
"Tidak ada mas, tadi ada masalah kecil." jawab bella yang tidak ingin stiven tau masalah vino karena kalau stiven tau bisa semakin runyam.
Citra duduk disamping vino yang sama sekali tidak memperdulikannya, ia mengambil roti dan susu untuk vino sarapan tetapi vino menepis tangan citra dari makanan nya.
"Vin." ucap bella dengan nada yang menekan.
__ADS_1
Vino pun memberikan citra mengoleskan selai di roti nya, ia tidak mau berdebat dengan orang tua nya lagi.
"Mom dad nanti aku abis dari kantor mau kumpul dengan teman-teman dan sepertinya aku pulang malam." ucap vino.
"Tidak bisa, kamu sudah mempunyai istri jangan sama kan diri mu dulu dan sekarang." ujar stiven.
"Tapi aku sudah ada janji." ucap vino.
"Batalkan." ujar stiven.
"Aku berangkat." ucap vino.
Vino menghabiskan susu nya dan langsung pergi meninggalkan ruang makan, ia berjalan menuju mobil nya.
Setelah stiven dan vino pergi kekantor bella mengajak citra kembali masuk kedalam kamar vino.
"Kita mau ngapai mah." tanya citra.
"Ambil semua pakaian dan barang-barang mu, pindahkan ke dalam kamar vino. Mamah mau panggil tukang dulu." ucap bella.
Citra pun mengemasi pakaian dan barang-barang nya, sedangkan bella dan beberapa tukang masuk Kedalam kamar vino. Bella memerintahkan tukang itu mengeluarkan sofa dari kamar vino, bella tidak ingin citra mengalami hal yang sama pada nya dulu.
Vino sudah sampai di vins grup saat ia turun dari mobil tangannya di tarik oleh seseorang yang tak bukan adalah calista mantan vino.
"Vin." ucap calista.
Vino langsung menepis tangan calista hati nya benar-benar sakit saat mengingat kejadian kemarin, karena kejadian itu juga la ia harus terjebak di dalam pernikahan yang sama sekali tidak ia ingin kan.
"Maaf vin." ucap calista yang kembali memeluk vino.
Vino terdiam di tempat nya, tubuh nya sama sekali tidak menolak perlukan itu, di dalam hati nya ia masih sangat mencintai calista. Dengan langkah yang berat ia melepaskan tangan calista dari tubuh nya dan kembali berjalan masuk kedalam vins grup.
"Aku yakin vin, kamu masih mencintai ku. Aku akan mendapatkan kembali cinta itu." ucap calista dan pergi meninggalkan vins grup.
Oh iya sepertinya nya besok author tidak up, soalnya ada acara yang tidak bisa author tinggalkan.
__ADS_1