
Pengakuan cinta...
Malam yang panjang telah berganti pagi, semua pasangan yang berada di kediaman keluarga vins masi betah di kasur mereka masing-masing...
"Mas..." ucap bella...
"Iya sayang..." ucap stiven...
"Bentar lagi usia kandungan ku 2 bulan, kapan kita periksa kedokter..." ucap bella...
"Lusa bagaimana, kalau sekarang dan besok aku sibuk di kantor, kan udah beberapa hari aku tidak masuk..." ucap stiven...
"Ya sudah lusa ya..." ucap bella...
"Iya sayang..." ucap stiven...
"Aku bahagia bisa bersama mu..." ucap bella...
"Aku lebih bahagia bersama mu, maaf kan sifat ku dulu yang selalu menyakiti mu..." ucap stiven...
"Yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting kamu akan selalu bersama ku..." ucap bella...
"Aku janji selalu akan bersama mu..." ucap stiven...
"Sudah lebih baik kita mandi, kamu juga harus pergi kekantor..." ucap bella...
"Mandi bersama..." ucap stiven...
"Dengan senang hati..." ucap bella...
Sementara itu di kamar viona dan juga iqbaal tampak mereka sudah selesai membersihkan diri, iqbaal tenga duduk di sofa sambil memainkan hp milik nya...
"Ka..." ucap viona...
"Ada apa dek..." ucap iqbaal...
"Aku sudah siap, keluar yuk kita sarapan..." ucap viona...
"Aku belum pake dasi..." ucap iqbaal...
"Sebentar aku ambilkan..." ucap viona...
"Dek kakak, diluan ke ruang makan ya, di panggil sama stiven..." ucap iqbaal sambil sedikit berteriak...
"Iya ka, nanti dasi nya aku bawain..." ucap viona...
Iqbaal pun pergi beranjak ke ruang makan untuk mengahampiri stiven, tetapi di ruangan tersebut tidak ada orang sama sekali, kemudian ia berjalan menuju ruang keluarga dan ternyata mereka berkumpul di ruangan tersebut...
"Ada apa stive, kenapa kau memanggil ku..." ucap iqbaal...
"Duduk dulu bal, kami ingin berbicara hal yang penting..." ucap indah...
"Iya mah ada apa..." ucap iqbaal...
__ADS_1
"Bal, papah ingin menyampaikan hal yang penting..." ucap wijaya...
"Hal apa pah..." ucap iqbaal...
Viona yang telah mengambil dasi milik iqbaal pun langsung beranjak menuju ruang makan tetapi di ruang makan ia tidak menemukan satu orang pun, kemudian ia berjalan menuju ruang keluarga...
"Sebebarnya viona bukan la anak kandung kami..." ucap wijaya...
"Maksud papa gimana..." ucap bella yang kaget mendengar hal itu...
"Iya bell, viona bukan la anak kandung kami, dan kami ingin menyampaikan ini dengan viona secara perlahan dengan bantuan mu bal..." ucap indah
"Maaf pah, iqbaal juga sudah mengetahui nya dari stive..." ucap iqbaal...
"Jadi kamu sudah mengetahui nya..." ucap indah...
"Jadi selama ini aku bukan anak kandung kalian..." ucap viona yang berdiri di belakang mereka sambil menangis karena telah mendengar semuanya...
"Viona..." ucap mereka kaget...
"Kalian tega sama aku, kenapa kalian tutupi semua ini dari aku..." terika viona...
"Sayang, bukan begitu maksud kami..." ucap indah...
"Kalian jahat sama aku, aku benci kalian..." teriak viona dan berlari keluar rumah...
"Dek tunggu..." ucap iqbaal dan langsung mengejar viona...
Bukan hanya iqbaal, mereka yang berada di ruangan tersebut pun berlari mengejar viona...
"Jangan halangi aku, aku bukan anggota di keluarga ini..." ucap viona...
"Dek, jangan begitu..." ucap iqbaal...
"Kamu jahat ka, kamu jahat..." ucap viona...
"Maaf..." ucap iqbaal lirih...
Mereka yang mengejar viona pun berhenti saat melihat viona sedang melupkan emosi nya pada iqbaal...
"Biarkan iqbaal yang menenangkan viona..." ucap wijaya...
"Tapi pah..." ucap stiven...
"Mas udah, kita harus percaya dengan iqbaal..." ucap bella...
"Kamu jahat ka, gak ada yang sayang sama aku..." ucap viona masi dengan tangis nya...
"Kamu salah dek, kami sangat menyanyangi mu..." ucap iqbaal...
"Bohong, kalian bohong, kalau kalian sayang dengan ku kenapa kalian menutupi ini semua..." teriak viona...
"Viona maaf kan kami, kami tidak ingin menyakiti mu..." teriak stiven...
__ADS_1
"Justru dengan kebohongan ini kalian lebih menyakiti ku..." teriak viona...
"Dek... dengarkan kakak..." ucao iqbaal dengan nada yang agak meninggi sambil memgang wajah viona...
"Apa, apa yang harus di dengar, lepaskan aku..." ucap viona sambil berusaha melepaskan tangan iqbaal dari wajah nya...
"Dek, jangan berfikir tidak ada yang menyanyangi mu, kami sangat menyanyangi mu..." ucap iqbaal dengan suara yang lirih...
"Apa, mana bukti nya, kalian jahat..." ucap viona...
Tampa menjawab iqbaal mendekati bibir viona dan mencium nya, viona tampak menolak tetapi lama-kelamaan viona menerima ciuman dari iqbaal dan membalas nya...
"Aku mencintaimu..." ucap iqbaal setelah ciuman mereka selesai...
Viona yang mendengar ucappan dari iqbaal pun langsung memeluk nya dan menagis...
Sedangkan mereka yang menyaksikan kejadian itu pun tidak bisa menahan rasa haru nya...
"Sosweeet... berasa nonton drama korea..." ucap bella...
"Iqbaal adalah orang yang tepat untuk viona..." ucap indah...
"Aku mencintaimu mu viona..." ucap iqbaal...
"Aku juga ka..." ucap viona yang masi memeluk iqbaal...
Stiven dan yang lainnya pun berjalan menghampiri viona dan juga iqbaal...
"Sayang, kami juga mencintai dan menyayangi mu, maaf kan kami telah menutupi ini semua dari mu..." ucap indah...
"Viona, ini alasan kakak menikah mu dengan iqbaal, karena iqbaal adalah lelaki terbaik yang pantas mendampingi mu, maaf kan kakak yang selalu mengekang mu, yang selalu memaksa mu untu menuruti semua perintah kakak, maaf kan kakak..." ucap stiven sambil menangis...
Viona melepaskan pelukkannya dengan iqbaal dan berjalan menghampiri stiven dan langsung memeluk nya...
"Maaf viona, maaf telah menjadi kakak yang buruk untuk mu..." ucap stiven...
"Kakak enggak salah, viona yang salah..." ucap viona...
"Sudah tidak ada yang salah dan benar disini, yang terpenting kita satu keluarga dan kita saling menyanyangi satu dan lainnya..." ucap wijaya...
"Maafin viona mah, seharus viona bersyukur memiliki keluarga yang sangat sempurna..." ucap viona dan berahli memeluk indah...
"Sudah sayang, sekarang kita masuk dan kita bicarakan di dalam..." ucap indah...
Mereka pun masuk kembali kedalam rumah setelah melewati drama yang cukup menguras air mata, sesampainya nya di dalam mereka berusaha menjelaskan semuanya dengan tenang sehingga viona pun dapat menerima penjelasan itu dengan baik...
Author minta saran konflik baru dong... agar author cepet up nya...
Terimakasih sudah mampir...
Vote
like
__ADS_1
comen
share...