Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 149 S2.


__ADS_3

Panggilan sayang.


Bella terkejut dengan kehadiran stiven yang memeluk nya secara tiba-tiba dari belakang. Apalagi tangan stiven mulai merambah bagian tubuh nya.


"Mas kenapa pulang cepat." tanya bella.


Stiven tidak menjawab pertanyaan bella, ia menarik dan menggendong bella naik menuju kamarnnya. Sesampainya di kamar dengan ganas nya stiven menyerang bella tanpa ampun, ia menyerang bella seperti orang yang sedang menahan nafsu yang besar.


Di dalam perjalanan pulang citra hanya tertidur tubuh nya benar-benar lemas saat ini, vino hanya tersenyum saat melihat citra yang tak berdaya. Tanda merah yang berada di tubuh citra menandakan keganasan vino tadi.


Vino mengusap rambut citra dengan lembut, tubuh citra membuat vino ketagihan. Ia selalu bernafsuh saat menyentuh kulit lembut citra, citra mengeliatkan tubuh nya saat merasakan tangan vino yang berada di rambut nya.


"Ka." ucap citra.


"Jangan panggil aku dengan sebutkan itu." ujar vino.


Citra menaikkan kepalah nya, ia menatap vino dengan intens. Vino yang mendapatkan tatapan citra hanya tersenyum manis.


"Jadi aku harus memanggil mu apa." tanya citra.


"Terserah, yang terpenting aku tidak ingin panggilan ku sama dengan orang lain." ucap vino.


Citra diam memikirkan panggilan yang cocok untuk vino. "Apa aku memanggil nya dengan ucappan sayang, tapi sepertinya tidak cocok." batin citra.


"Be." ucap vino.


"Be." tanya citra ragu.


"Iya be." jawab vino.


Citra hanya menganggukkan kepalah nya, ia masi ragu dengan panggilan itu. Sesampai nya di rumah citra turun dari mobil dengan di bantu oleh vino.


"Mobil daddy sudah dirumah." batin vino.


Citra langsung menuju kamar untuk mengganti pakaian nya, setelah itu ia duduk di atas ranjang sambil memainkan hp nya. Vino keluar dari ruang ganti dengan pakain rumahan, ia berjalan mendekati citra yang sedang sibuk dengan hp nya.


Vino mengambil hp citra dari tangan nya, citra yang hp nya di ambil secara tiba-tiba oleh vino langsung menatap vino meminta penjelasan dari vino.


Vino meletakan kepalah nya di paha citra, ia memejamkan mata nya sambil memegang tangan citra agar mengusap rambut nya, citra mengusap rambut vino dengan lembut, perhahan ia mendekati dahi vino dan mengecup nya dengan lembut.


"Be." ucap vino sambil membuka mata nya.


Citra tersenyum manis saat vino menatap nya, perasaan nya saat ini benar-benar bahagia, apalagi dengan perubahan sikap vino yang mendadak manja pada nya.


"Kruukkk." perut citra berbunyi karena lapar.

__ADS_1


Vino bangkit dari paha citra, ia mengajak Cita untuk turun kedapur. Di dalam ruang dapur ternyata sudah ada bella yang sedang memasak makanan untuk stiven. Bella terkejut dengan kehadiran vino dan citra.


"Kenapa kalian semua pulang dengan cepat." tanya bella.


"Vino yang membuat ku pulang cepat." ucap stiven.


Vino menaikan satu alis nya ia tidak mengerti apa maksud dari daddy nya itu.


"Kenapa dengan ku dad." tanya vino bingung.


"Kau terlalu bersemangat membuat kan kami cucu." ujar stiven.


"Uhukuhukuhuk." citra tersedak air minum nya saat mendengar ucapkan stiven.


"Be pelan." ucap vino sambil memijat leher citra.


"Be." ucap bella dan stiven kompak.


Wajah citra merah seketika, ia sangat malu karena perbuatan mereka tadi di ketehaui oleh ayah mertua nya.


"Ada yang salah." tanya vino.


"Tidak ada, apa kalian sudah sedekat ini." ujar bella.


"Masak apa mah." tanya citra.


"Nasi goreng, apa kalian mau.?" jawab bella.


"Boleh mom, sudah lama tidak makan makanan itu." ujar vino.


"Apa tadi daddy keruangan ku." tanya vino.


Stiven mendekati kuping vino dan membisikan sesuatu pada vino.


"Iya vin, apa permainan nan mu sebagus itu, suara kalian terdengar sangat luar biasa." bisik stiven.


"Tentu dad, aku sangat handal dalam urusan ranjang." bisik vino.


"Seperti nya kau mewarisi kemampuan ku." bisik stiven.


"Tenang dad aku akan segera memberi kan ku cucu." bisik vino.


"Aku tantang kamu vin, buat citra hamil dalam satu bulan." bisik stiven.


"Ok dad, jika aku berhasil apa yang akan kau berikan pada ku." bisik vino.

__ADS_1


"Aku akan memberi mu cuti selama satu minggu dan membiarkan mu liburan bersama istri mu." bisik stiven.


"Itu tidak buruk, aku terimah tantangan mu dad, oh iya berikan waktu 2 hari untuk kami bulan madu." bisik vino.


"Tenang, aku akan memberimu waktu itu." bisik stiven.


"Apa yang kalian berdua katakan." tanya bella yang sudah menyelesaikan masakan nya.


"Tidak ada mam, hanya urusan sesama pria." jawab vino.


"Citra apa kamu ingin pergi bulan madu bersama vino." tanya stiven.


"Bulan madu." ucap citra.


"Iya, papah akan memberikan kalian tiket bulan madu, negara mana yang ingin kamu kunjungi." tanya stiven.


Citra menatap kearah vino untuk meminta jawaban, vino hanya menganggukan kepalah nya pertanda menyerahkan semua keputusan pada citra.


"Hmmm, selandia baru pah." jawab citra.


"Oke lusa kalian bisa berangkat." ujar stiven.


Mereka semua pun langsung memakan nasi goreng buatan bella, setelah itu citra memilih untuk berjalan kearah taman yang di penuhi bunga mawar putih. Diam-diam vino mengikuti citra, ia memperhatikan gerak-gerik citra yang menurut nya menggemaskan, apalagi cara berjalan citra yang sedikit berubah karena ulah nya.


Citra ingin memetik satu bunga itu, karena tidak hati-hati tangan citra tertusuk duri bunga mawar.


"Aaaww." ucap citra.


Vino yang melihat itu langsung berlari kearah citra, ia mengambil tangan citra lalu mengisap jari citra yang tertusuk duri.


"Apa masi sakit." tanya vino.


"Tidak, terimakasih ka." jawab citra.


"Cup." vino mencium bibir citra.


"Ka." ucap citra kaget.


"Cup." vino kembali mencium bibir citra.


"Ka hentikan nanti ada yang melihat nya." ujar citra.


Vino kembali mencium bibir citra, kali ini ia tidak melepaskan ciuman itu dengan lembut vino melum*at bibir citra. Citra mengalungkan tangan nya keatas leher vino, ia membalas ciuman itu.


Ayo vote dong. masukan novel ini di 50 besar rangking vote agar author semakin bersemangat up nya.

__ADS_1


__ADS_2