
Bisnu dan Raka langsung melesat cepat untuk menghindari serangan mendadak yang dilakukan oleh Vidyana. Gadis cantik itu menyeringai dengan tatapan yang buas, seolah ia menikmati tiap-tiap pertarungan yang ia lalui, tiap-tiap ancaman kematian yang membuat tubuhnya merasakan gairah menyenangkan. Bisnu dengan cepat membalas serangan Vidyana, pukulan bertenaga dalam yang ia kerahkan menembus kepala Vidyana, dan seketika bidadari kematian itu lenyap.
“Kemana ia pergi!” kata Bisnu.
“Hati-hati, pancaran energinya dekat sekali.” Kata Raka.
Nala hanya berdiri terdiam menyaksikan pertarungan itu. Lelaki kecil itu justru lebih berbahaya, namun keberadaannya tak pernah dianggap demikian oleh setiap pendekar yang bertarung dengan kakaknya. Itu karena Nala juga tak terlalu suka bertarung seperti kakaknya.
“Awas, dibelakangmu!” teriak Raka kepada Bisnu. Tiba-tiba, bebatuan, kerikil, dan pasir berhamburan dan menyambar ke arah Bisnu. Pendekar Serigala Neraka itu menghindar dengan cepat, namun beberapa batu kerikil sempat menggores beberapa bagian tubuhnya.
“Sial! Aku paling benci pertarungan semacam ini. Baiklah kalau begitu, terimalah ini!!” Bisnu melayang dan dari atas ia menghujamkan tenaga dalam ke arah tumpukan batu dan kerikil yang bergerak-gerak seolah bernyawa. Bebatuan itu hancur berantakan. Namun dengan cepat, serpihan-serpihannya kembali berkumpul, menjadi sesosok monster yang menggoda Bisnu dan Raka untuk menyerang.
Ketika Bisnu dan Raka bergantian melakukan serangan terhadap monster yang ada di depan mereka itu, keduanya tak menyadari dari belakang mereka telah datang ratusan bebatuan kecil, ranting-ranting pohon, kayu dan segala macam benda yang ada di sekitar situ telah melesat cepat.
“Awas!”
“Bedebah!”
“Baiklah, aku tak akan main-main lagi. Menjauhlah dulu Bisnu. Sejauh mungkin.” Kata Raka. Ia kemudian mengubah wujudnya menjadi ribuan kupu-kupu berwarna hitam yang menyebar di udara. Bisnu yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Raka segera pergi menghindar. Ia tak mau terkena serangan menyakitkan dari perubahan wujud Raka.
Kupu-kupu yang menyebar di udara itu membentuk suatu rangkaian formasi, seperti jaring raksasa yang akan menangkap apa saja dalam jangkauannya. Bebatuan kecil yang seolah hidup itu meluncur ke atas dan menyerang tiap-tiap kupu-kupu yang melayang di udara, namun tak satupun dari ribuan kupu-kupu itu yang kena.
__ADS_1
Selebihnya, masing-masing dari ribuan kupu-kupu itu memancarkan energi yang kuat. Tiap kepakan sayapnya melepaskan racun yang memaksa Vidyana memunculkan wujudnya kembali. Bidadari kematian itu mencoba menghindar dan keluar dari formasi kupu-kupu yang ada di atasnya itu. Namun ia tak menyadari bahwa ada benang-benang halus tak kasat mata yang melilit tubuhnya semakin banyak ia mencoba bergerak.
Nala menyadari kesulitan yang dialami oleh kakaknya. Ia pun tak tinggal diam, lelaki kecil mengendalikan tanah yang ada di sekitarnya, jutaan debu berhamburan dan menyerang ribuan kupu-kupu yang tengah menjerat kakaknya itu. Raka tak menyangka lelaki kecil terlihat bukan apa-apa ternyata bisa menghancurkan jurus andalannya dalam sekali serangan. Kini Nala terlibat.
Nala menerbangkan permukaan tanah hingga memenuhi udara, lalu lelaki kecil itu memadatkan tiap butiran tanah di udara menjadi sebuah bongkahan tanah yang besar dan mengeras seperti batu. Di dalam gumpalan tanah itu, Raka telah selesai dalam waktu yang singkat.
Bisnu sungguh tak mempercayai apa yang ia lihat. ‘Lelaki kecil itu sungguh malapetaka.’ Bisnu kemudian lari selagi ia masih bisa. Ia tak mau mengalami nasib yang sama dengan yang dialami oleh teman seperjalanannya itu. Ia mengumpat dalam hati, ‘sungguh sial, itukah dua kutukan dari pulau Neraka? Aku tak menyangka keduanya ada di sini. Sungguh ini malapetaka…aku harus segera melaporkan hal ini kepada tetua Sayap Kematian…’
Vidyana masih diam tak bisa bergerak. Tubuhnya terasa kaku setelah terkena serangan racun dari Raka yang mewujud ribuan kupu-kupu. Nala melangkah mendekati kakaknya, lalu ia menyerap racun dalam tubuh kakaknya dengan kedua tangannya, mirip seperti cara Batari Mahadewi untuk menyelamatkan siapapun yang terkena racun.
Dalam waktu singkat, seluruh racun dalam tubuh Vidyana telah hilang. Racun itu meresap masuk ke tubuh Nala dan tubuh lelaki kecil itu tak mengalami apapun. Segala jenis racun tak akan mempan untuknya. Ia sendiri tak tahu kenapa kemampuan itu ia miliki, sebab ia tak pernah berguru kepada siapapun.
Kedua kakak beradik itu melanjutkan perjalanan. Keduanya adalah ancaman baik bagi kelompok aliran hitam ataupun aliran putih. Sebentar lagi, keduanya akan tiba di kota Swargadwipa.
Sementara itu, di dalam hutan, tempat persembunyian lain dari komplotan para pendekar aliran hitam, pendekar Siuluman Gagak Hitam melaporkan apa yang telah ia saksikan kepada pendekar Harimau Merah dan Sayap kematian.
“Kau yakin dengan yang kau amati dari atas?” tanya pendekar Sayap Kematian.
“Benar tetua, tak ada tanda-tanda kerajaan itu mempersiapkan sesuatu. Kurasa pergerakan kita memang tak diketahui oleh mereka.” Kata pendekar Siluman Gagak Hitam.
“Apakah kamu pernah melakukan tugas semacam ini sebelumnya?” Tanya pendekar Harimau Merah.
__ADS_1
“Ki sanak meragukanku?” tanya pendekar Siluman Gagak Hitam.
“Bukan maksudku demikian. Aku hanya khawatir satu hal. Apabila mereka bisa membaca rencana kita, tentu yang mereka persiapkan bukanlah prajurit biasa, melainkan para pendekar sakti dari perguruan aliran putih. Apakah kami melihat atau bisa merasakn kehadiran para pendekar sakti di sana?” tanya Harimau Merah.
“Pendekar sakti yang seperti apa yang ki sanak maksud? Setiap kerajaan selalu memiliki pasukan khusus dan semuanya pasti pendekar sakti. Jika kau takut, ya sudah, tidak usah dijalankan saja rencana ini. Sungguh keterlaluan.” Kata pendekar Siluman Gagak Hitam.
“Sabar, saudaraku.” Kata pendekar Sayap Kematian mencoba meredam amarah pendekar Siluman Gagak Hitam.
“Mohon maaf, tetua. Tapi aku sebagai pendekar pulau Neraka, justru akan mencari kematian. Aku tak peduli jika harus kehilangan nyawa ketika menyerang kerajaan Swargadwipa.” Kata pendekar Siluman Gagak Hitam.
“Ini berbeda, saudaraku. Perang dengan bertarung demi kehormatan berbeda jauh. Jadi bersabarlah, kita tak bisa gegabah.” Kata pendekar Sayap Kematian.
Seorang anak buah Pendekar Harimau Merah tiba-tiba datang dan melaporkan sesuatu. “ketua, pendekar Serigala Neraka sedang menunggu di luar. Beliau bilang hal ini penting.” Pendekar Harimau Merah dan Sayap Kematian keluar ruangan dan menemui Bisnu.
“Ada apa, saudaraku?” tanya pendekar Sayap Kematian.
“Ini buruk, tetua. Dua kutukan dari pulau Neraka ada di sini.” Kata Bisnu.
“Maksudmu seorang pendekar cantik dan adiknya itu?” tanya pendekar Sayap Kematian.
“Benar, tetua. Mereka baru saja membunuh Raka.” Kata Bisnu panik bercampur malu karena ia melarikan diri.
__ADS_1
“Siapa mereka itu?” tanya pendekar Harimau Merah kepada Sayap Kematian.
“Kalau tidak salah, gadis pendekar itu bernama Vidyana, ia punya banyak julukan, ada yang menyebutnya sebagai Bidadari Neraka da nada pula yang menjulukinya sebagai Bidadari Kematian. Sedangkan adiknya itu, aku lupa namanya, dialah yang akan menjadi bencana. Tak banyak yang tahu, dan mungkin mereka berdua tak menyadari, bahwa anak kecil itu adalah titisan dari pangeran kegelapan.” Kata pedekar Sayap Kematian.