
Kisara memutuskan sesuatu yang sangat membahayakan dirinya sendiri. Ia tahu ia akan kalah, maka ia tak mau kalah tanpa meninggalkan bekas kengerian di benak lawan-lawannya. Tubuhnya terus menerus mengeluarkan asap sekaligus cahaya merah dan hitam, seluruh kulitnya mengelupas perlahan dan tampaklah daging berwarna hitam yang makin lama makin membengkak. Energinya terus menanjak naik.
Perubahan bentuk yang dilakukan oleh Kisara itu belum pernah ia gunakan sebelumnya. Ia tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ia memaksakan diri untuk menggunakan salah cara terakhir yang tak seharusnya ia gunakan itu. Ia telah melepaskan segel yang mengunci monster mengerikan dari dalam tubuhnya.
Batari Mahadewi berteriak kepada Jalu, “Kak Jalu, awas! Segera menjauh.” Gadis sakti itu kemudian segera bergegas menghadang pancaran energi dari tubuh Kisara yang belum menampakkan tanda-tanda akan berhenti menanjak.
Jalu segera menyingkir karena ia sadar bahwa adiknya tak pernah bermain-main, terlebih jika ia sudah memperingatkan dengan cara demikian.
“Bawa kak Niken pergi menjauh!” sekali lagi Batari Mahadewi berteriak agar suaranya terdengar jelas karena pada saat yang sama, pancaran tenaga Kisara juga menghasilkan dengung yang mengganggu telinga.
Tubuh kisara semakin membesar dan penampakkannya sudah seperti perpaduan antara manusia dan cumi-cumi raksasa berwarna hitam dengan guratan-guratan merah yang tampak seperti luka kering yang robek dan menjadi luka baru.
Bau busuk menyebar memenuhi udara. Batari Mahadewi bukan tanpa alasan meyuruh kedua kakak sepergruannya menjauh sebab saat itu juga, udara di sekeliling air terjun Berkah Langit telah diselubungi gas beracun yang keluar dari tubuh Kisara.
Batari Mahadewi memadatkan udara di sekitar Kisara, namun pancaran energi Kisara mampu menahan serangan gadis kecil jelmaan pusaka dewa itu sehingga yang tampak adalah sebuah bola raksasa yang berwarna hitam berisi gas beracun. Bola itu semakin membesar, pertanda bahwa energi Kisara terus mendesak keluar.
__ADS_1
Kisara yang saat itu berubah wujud bukan lagi Kisara, melainkan salah satu siluman neraka yang sebelumnya tersegel dalam tubuh Kisara. Dulu, Kisara lahir sebagai bayi istimewa di pulau Neraka. Ia lahir tepat ketika terjadi gerhana matahari total dimana kegelapan menyelimuti bumi untuk beberapa saat. Tubuhnya memancarkan cahaya merah.
Di saat yang sama, seratus pilar pendekar pulau Neraka berhasil menaklukkan satu siluman Neraka penghuni pulau itu. Mustika siluman yang keluar dari tubuh siluman itu menjadi rebutan. Namun belum sempat mustika itu jatuh ke tangan salah satu pendekar pilar pulau Neraka yang pada waktu itu sedang berebut, mustika itu lenyap menjadi cahaya yang melesat jauh. Cahaya itu masuk ke dalam tubuh Kisara yang baru saja lahir. Oleh karena itulah tubuh bayi yang kelak bernama Kisara itu memancarkan cahaya merah.
Kisara tumbuh besar tanpa menyadari bahwa dalam tubuhnya telah bersemayam sebuah mustika siluman neraka. Seiring pertumbuhannya, mustika itu juga semakin mendesak keluar, dan sesekali ingin menguasai tubuh Kisara. Hal itu menjadi gangguan bagi Kisara. Ia tak tahu makhluk apakan yang bersembunyi dalam tubuhnya. Namun sepanjang hidupnya, ia terus mengumpulkan kesaktian dan kekuatan untuk bertahan agar makhluk dalam tubuhnya itu tak menguasainya.
Pada pertempuran di air terjun Berkah Langit, Kisara tak punya pilihan lain. Ia menggunakan energinya yang ia gunakan untuk menyegel monster dalam tubuhnya. Ia berfikir jika ia menggunakan seluruh enrginya, maka ia akan bisa berhadapan dengan Jalu. Namun sayang sekali, begitu ia melepaskan seluruh energinya, mustika siluman dalam tubuhnya bangkit dan menguasai tubuhnya.
Kini yang dihadapi Batari Mahadewi bukanlah Kisara, melainkan siluman neraka yang telah bersemayam dalam tubuh kisara selama puluhan tahun. Dalam perubahan bentuk akhir, tubuh Kisara telah menjelma menjadi sosok monster setinggi tiga orang dewasa yang memiliki sebuah ekor berduri, tiga tanduk di kepalanya, serta wajah yang menyerupai kepala laba-laba. Monster itu berwarna hitam kemerah-merahan dan di beberapa bagian tubuhnya tumbuh tentakel cumi-cumi yang meneteskan cairan berwarna hitam.
Monster itu berhasil membongkar jerat udara padat yang diciptakan oleh Batari Mahadewi. Racun yang menguap dari tubuhnya kembali menyebar ke udara. Dengan sendirinya, kedua tangan Batari Mahadewi memancarkan cahaya keemasan, menyerap serta melindungi gadis ajaib itu dari racun yang dikeluarkan oleh monster yang sedang ia hadapi.
Batari Mahadewi tak punya pilihan. Menyerang langsung ke tubuh monster itu adalah satu-satunya hal yang paling mungkin ia lakukan. Maka ia melindungi tubuhnya dengan selubung energi, lalu ia meluncur dengan cepat ke arah monster itu. Dari jauh, serangan Batari Mahadewi itu bagaikan gumpalan cahaya biru keemasan yang melesat menabrak tubuh monster mengerikan dihadapannya.
Ketika Batari Mahadewi mendekat, dengan cepat pula monster itu mengayunkan pukulannya ke arah Batari Mahadewi. Dentuman keras terjadi saat kepalan tangan monster itu berhasil menghempaskan bola cahaya yang datang ke arahnya. Batari Mahadewi terpental jauh dan tubuhnya menghujam bebatuan.
__ADS_1
Tiba-tiba, aliran air terjun Berkah Langit itu mengecil. Siluman naga air mengambil alih seluruh energinya yang membuat air terjun itu tak pernah surut.
Kini, tampaklah seorang perempuan muda yang cantik namun memiliki rambut panjang yang putih seperti rambut nenek-nenek.
“Kau telah mengotori tempat ini dengan kehadiranmu, siluman neraka!” kata siluman naga air.
“Hahahaha, sudah lama saat-saat kebangkitan ini aku nantikan. Ah, tapi kenapa aku harus menghadapimu? Kita sama-sama siluman!” balas siluman Neraka.
“Tak semua siluman sepertimu. Aku tak membela siapapun, tapi aku menjaga wilayah ini. Dan kau sudah terlanjur mengotori tempat ini. Terpaksa aku akan melawanmu.” Kata siluman naga air.
“Hahaha, cobalah, siluman sepertimu masih jauh dibawahku. Kau tak sadar siapa dirimu?!” kata siluman Neraka.
“Setidaknya, gadis kecil itu akan sangat terbantu olehku.” Kata siluman naga air.
Selagi kedua siluman itu masi bertukar kata-kata Batari Mahadewi telah bangkit kembali. Ia memperhatikan dua sosok siluman yang ada di depannya itu dan sedikit terkejut dengan perubahan wujud siluman naga air yang kini terlihat lebih seperti bidadari daripada siluman.
__ADS_1
Siluman air itu memancarkan energinya dan membuat air sungai di bawahnya terangkat naik lalu membentuk cekungan seperti mangkok raksasa. Dinding air itu terus meninggi lalu semua ujungnya bertemu diangkasa. Setidaknya, kurungan air raksasa itu menghalangi gas beracun yang terus menerus keluar dari tubuh siluman neraka agar tak menyebar kemana-mana. Batari Mahadewi melihat peluang baik itu, ia kemudian melesat dengan kecepatan kilat, menembus dinding air dan menghantam tubuh siluman neraka.
Segini dulu ya teman-teman. Nantikan crazy up dalam waktu dekat. Ga bisa banyak tapi. Gak apa-apa ya, dari pada ga sama sekali. Oh iya, makasih ya teman-teman atas segala bentuk dukungannya. Semoga tuhan membalas kebaikan teman-teman semua.