
Batari Mahadewi mengecoh para pasukan kerajaan hitam itu dengan tak menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya, selain karena memang tak perlu, hal itu juga akan membuat mereka bertindak ceroboh. Sehingga, gadis jelmaan pusaka dewa itu bisa dengan lebih mudah lagi menakhlukkan mereka semua.
Batari Mahadewi menghilang dari pandangan mata. Gerakannya yang sangat cepat itu membuatnya tak terlihat, kecuali oleh orang-orang yang berkemampuan setara dengannya atau lebih hebat darinya. Gadis jelmaan pusaka dewa itu menjatuhkan satu-persatu prajurit kerajaan Tirayamani yang melesat ke angkasa.
Lebih dari seribu pendekar hebat dari kerajaan hitam Tirayamani itu menghujani atap bangunan istana dan gedung-gedung di sekitarnya. Mereka semua tak sekedar jatuh lalu akan bangkit lagi, namun ketika Batari Mahadewi menyerang mereka semua tanpa terlihat, tiap-tiap pukulan gadis jelmaan pusaka dewa itu telah menghilangkan ingatan dan kesaktian mereka semua.
Sehingga, ketika mereka jatuh, mereka telah cacat atau bahkan mati. Hal itu tak diinginkan oleh Batari Mahadewi, namun ia tak punya pilihan lain. Ia tak ingin kedua kakaknya celaka jika sampai para pendekar hitam itu diberikan peluang lebih.
Selanjutnya, Batari Mahadewi melakukan hal yang sama kepada para pendekar yang masih ada di bawah dan hendak menyerangnya.
Dalam waktu singkat, lebih dari dua ribu pasukan kerajaan hitam Tirayamani telah dijinakkan. Sisanya yang menyadari hal gawat yang sedang terjadi itu segera angkat kaki dari Catrawana. Mereka melesat secepat yang mereka bisa untuk menuju ke Catrabhumi.
Melihat area sekitar istana itu telah aman, Jalu dan Niken turun ke arah Batari Mahadewi.
“Meski mereka semua telah meninggalkan istana ini, tapi aku yakin masih ada beberapa yang berada di pelosok-pelosok desa, mengganggu para warga,” kata Jalu.
“Kakak benar, hal itu pasti terjadi. Tapi kita tak bisa membersihkan mereka semua saat ini juga. Kita harus mengawasi dan memastikan bahwa para pasukan Tirayamani itu benar-benar angkat kaki dari Mahabhumi. Sementara, kita bereskan saja yang kita temui di perjalanan menuju Catrabhumi,” kata Batari Mahadewi.
__ADS_1
“Aku setuju denganmu, adik. Ayo kita lanjutkan perjalanan,” kata Niken.
Ketiga murid Ki Gading Putih itu melesat ke arah barat, membuntuti para pendekar dari kerajaan hitam Tirayamani yang berlari terbirit-birit mencari selamat. Mereka tak takut mati, namun mereka sudah pasti takut kehilangan kekuatan dan kehilangan ingatan.
Sementara itu, jauh di ujung timur Swargadwipa yang berbatasan langsung dengan Swargaloka, Nala belum juga menemukan kakaknya. Nala berhenti di sebuah hutan yang sangat lebat dan gelap. Ia bisa merasakan hawa siluman yang pekat di hutan itu, serta beberapa pendekar yang sedang bertapa di beberapa titik di hutan itu.
Dalam benak Nala, hutan lebat dan gelap seperti itu adalah salah satu tempat yang disenangi oleh kakaknya. Ia sering melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuannya. Tempat yang gelap dan memiliki hawa siluman yang kuat merupakan tempat sempurna bagi para pendekar aliran hitam untuk melakukan tapa. Terlebih, bagi mereka yan memang menginginkan kekuatan siluman.
Nala duduk bersila di bawah pohon besar untuk melepaskan penat selama ia berpisah dengan Batari Mahadewi, ia belum pernah mengistirahatkan tubuhnya. Tiba-tiba saja ia memikirkan perempuan luar biasa yang menemaninya selama kurang lebih sepuluh tahun di dunia tiga rembulan. ‘'Apa yang kau lakukan, Tari? Andai saja aku memiliki indera tubuh sebanyak yang kau miliki, pasti mencari kakakku tak akan sesulit ini…’' batin Nala.
Ada perasaan yang lain ketika ia tak sedang bersama dengan Batari Mahadewi. Kadang ia merasa cemas meski ia sadar bahwa tak akan pernah ada yang bisa melukai gadis itu di dunia satu rembulan. Namun bagaimanapun juga, kabar bahwa ratu kerajaan hitam Tirayamani berniat membangkitkan sebanyak mungkin makhluk iblis di masa lalu adalah sebuah ancaman. Setidaknya, ia sudah melihat dampaknya dalam perjalanan menuju ke Swargadwipa bersama Batari Mahadewi.
Ia sendiri tak yakin jika berhadapan dengan salah satu makhluk kuno itu sendirian. Sebab, jika benar apa yang dikatakan oleh kakek dewa, maka makhluk-makhluk kuno itu setara dengan ratu Halilintar, atau mungkin jauh lebih kuat lagi. Entah kenapa, saat ini ia merasa ingin untuk terus menemani pertarungan Batari Mahadewi. Ketika ia dan gadis itu bertempur bersama-sama, musuh-musuh berat masih sanggup untuk ditangani. Kekuatannya dan kekuatan batari Mahadewi bisa dibilang saling melengkapi.
__ADS_1
Dengan menggunakan sedikit tenaga, Nala menggerakkan tanah untuk menyeret sebatang pohon mati ke arahnya, lalu dengan kekuatan apinya, dengan mudah Nala membakar kayu itu untuk menerangi sekelilingnya. Beberapa ekor kelabang dan ular kecil melarikan diri dari dalam celah-celah lubang di batang pohon yang terbakar itu.
Nala tak sadar, bahwa kehadirannya di hutan itu di ketahui oleh bangsa siluman yang tinggal di sana. Para siluman selalu tertarik dengan manusia. Jika mereka bertemu dengan manusia biasa, maka mereka akan memangsanya. Namun jika mereka bertemu dengan pendekar yang sedang mencari kesaktian, mereka bisa menukar jiwanya.
Siluman senang memiliki tubuh manusia, sebab bagaimanapun juga, tubuh manusia itu istimewa; lemah jika tak dilatih, namun juga bisa memiliki kekuatan yang tak terbatas yang bisa mengungguli kekuatan siluman murni atau bahkan kekuatan dewa.
Sayangnya, Nala tak diminati oleh siluman-siluman kecil yang penunggu hutan itu. Aura yang dipancarkan oleh Nala tak membuat para siluman kecil ingin mendekat, sebaliknya, mereka memilih untuk menjauh. Namun, ada pemimpin siluman dihutan itu yang tertarik untuk bertemu Nala. Ia adalah siluman ular merah yang berumur lebih dari seribu tahun.
Dalam wujud siluman, ia adalah seekor ular besar berwarna merah. Ia tak sekuat siluman naga, namun dalam wujudnya yang lain, yakni seorang perempuan cantik, ia bisa menggoda para mangsanya. Korbannya bukan hanya pendekar aliran putih saja, melainkan siluman lain yang mencoba mengusik kekuasaannya. Ia menjadi penguasa siluman di hutan itu sebab ia adalah yang terkuat sekaligus yang tertua di sana.
Ia adalah siluman murni sehingga ia termasuk salah satu jenis siluman yang memiliki kecerdasan setara manusia. Ada juga siluman yang tidak murni; ia siluman yang berasal dari manusia yang jatuh dalam kehidupan gelap, amarah, dan dendam. Biasanya siluman semacam ini memiliki kecerdasan yang buruk.
Manusia setengah siluman lain lagi; ia bisa jadi dikuasai siluman atau sebaliknya. Namun, manusia setengah siluman bisa menjadi makhluk yang luar biasa hebat apabila ia berhasil menguasai dan memanfaatkan kekuatan siluman dalam dirinya tanpa harus kehilangan kesadarannya.
Kali ini, siluman ular merah itu berniat menemui Nala dalam wujud perempuan cantik bergaun merah tipis yang membuat sebagian tubuhnya terlihat samar-samar. Ia tahu bahwa Nala sangat istimewa, dan oleh karenanya, ia ingin tampil sesempurna mungkin di hadapan pemuda tampan itu.
__ADS_1