Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri

Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri
Episode 180 Pergerakan Pasukan Khusus Swargadwipa


__ADS_3

Bukan hal mudah untuk memobilisasi satu juta lima ratus ribu pasukan Swargabhumi menuju ke Swargadwipa. Jumlah yang besar itu menuntut biaya yang besar serta koordinasi yang luar biasa sulit. Terlebih, setengah dari jumlah pasukan itu bisa dikatakan adalah prajurit amatir yang tak paham beladiri serta memiliki kedisiplinan yang buruk.


Meski demikian, rombongan pasukan itu telah meratakan setiap desa yang mereka lewati, entah apa tujuannya. Yang pasti, mereka akan berhenti sejenak di setiap desa yang mereka lewati, menjarah apapun yang ada di sana, dan membunuh warga yang tak melarikan diri ketika rombongan prajurit itu tiba. Bahan makanan dan air bersih merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan seluruh prajurit itu sehingga setiap ada kesempatan, mereka akan mengisi ketersediaan perbekalan mereka yang mudah didapatkan di desa-desa.


Hal yang paling dihindari dari rombongan berjumlah besar seperti itu adalah soal penyakit menular. Jika para tabib yang tergabung dalam rombongan itu menemukan adanya masalah kesehatan yang mencurigakan, misalnya ada dua atau tiga orang pajurit sakit dan menunjukkan gejala yang sama, maka prajurit itu harus disingkirkan; ditinggalkan, disuruh kembali pulang, atau di bunuh sekalian jika kondisinya parah.


Mahapatih Hamapadayana telah menyebar pasukan khusus yang telah bergerak terlebih dahulu. Mereka semua ditugaskan untuk memastikan keamanan jalur yang akan dilewati, sekaligus memantau apabila ada pergerakan mencurigakan dari Swargadwipa yang hendak membuat kekacauan dalam tubuh rombongan pasukan Swargabhumi.


Hal itu pun telah diperhitungkan oleh Pradipa. Sebagai salah satu pendekar muda sakti yang telah memiliki gelar, ia telah belajar banyak soal keprajuritan, siasat perang, serta kepemimpinan selama ia berada di Swargadwipa. Maka ketika ia memimpin seratus pendekar muda untuk mengacaukan pasukan musuh, ia sudah menyiapkan banyak hal.


Hal pertama yang dikerjakan Pradipa adalah mengenali dengan baik semua potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap pendekar yang ia pimpin itu. Ia membagi para pendekar itu menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan kesaktian dan jenis ilmu yang mereka miliki. Seratus prajurit itu ia bagi menjadi tiga kelompok, dan ia juga mengangkat tiga pemimpin untuk memimpin masing-masing kelompok itu. Dengan demikian, tugasnya menjadi jauh lebih ringan dan rapi.


Kelompok pertama adalah pasukan bayang-bayang, yang terdiri dari sejumlah pendekar yang memiliki kekuatan ilusi serta ilmu meringankan tubuh yang tinggi. Kelompok itu ditugaskan untuk membersihkan pasukan mata-mata Swargabhumi yang berada di sekitar wilayah yang akan dijadikan jalur perjalanan menuju Swargadwipa.


Kelompok kedua adalah kelompok yang memahami dengan baik tentang ilmu racun meski mereka adalah para pendekar aliran putih.

__ADS_1


Para pendekar aliran hitam memilih untuk tak terlibat dalam pertempuran kali ini. Selain jumlah mereka menjadi jauh lebih sedikit setelah kalah dalam serangan yang mereka lakukan di Swargadwipa, mereka lebih suka untuk menunggu dan memanfaatkan dengan baik dampak perang yang bisa jadi menguntungkan pihak mereka.


Kelompok kedua yang memiliki pengetahuan bagus tentang racun akan bertugas untuk mengacaukan pasukan musuh dengan racun. Cara ini memang cara yang buruk dan bisa mencoreng nama baik Swargadwipa karena dianggap licik, namun dalam situasi kritis, cara apapun akan dilakukan untuk bertahan dari lawan yang jumlahnya sangat besar.


Kelompok ketiga adalah kelompok yang berkemampuan tinggi yang akan mengincar kereta pengangkut bahan makanan serta persenjataan lawan.


Tugas yang dijalankan oleh Pradipa bukanlah tugas yang akan selesai dalam sehari. Ia dan timnya akan menyelesaikan tugas secara bertahap dan dalam waktu yang cukup lama. Mereka semua akan menyamar sedemikian rupa untuk menjalankan tugasnya.


Kelompok pertama, yang beranggotakan para pendekar ilusi dan ahli dalam ilmu meringankan tubuh akan bergerak cepat sebagai garda depan, yang membersihkan semua mata-mata pasukan lawan. Mereka sangat sadar bahwa pasukan mata-mata yang mereka hadapi bukanlah prajurit biasa. Mereka adalah para pendekar yang setidaknya memiliki ilmu meringankan tubuh yang tinggi.


Beberapa hari setelah kelompok pertama itu bergerak, kelompok kedua yang ahli dalam hal racun dan penyusupan mulai bergerak. Pada malam hari, para pendekar itu bergerak secara terpisah dari berbagai penjuru menuju ke perkemahan prajurit Swargabhumi. Mereka akan menebar racun ke dalam persediaan air dan bahan makanan di masing-masing posko dapur umum pasukan Swagabhumi yang jumlahnya ribuan dan tersebar di seluruh area perkemahan.


Perkerjaan itu bukanlah hal yang mudah. Selain mereka tidak boleh tertangkap, mereka juga tidak boleh diketahui telah menebar racun. Sehingga, ketika menjalankan misi itu, masing-masing pendekar yang tergabung dalam kelompok kedua akan menculik satu prajurit Swargabhumi dan merampas pakaian seragam mereka. Dengan begitu, para pendekar kiriman Pradipa itu akan sedikit leluasa untuk bergerak di malam hari karena pun toh para prajurit yang berjaga juga tak akan mempedulikannya.


Setelah misi itu selesai, para pendekar ahli racun itu kembali bergabung dengan kelompok ketiga yang akan melakukan serangan dadakan yang dipimpin langsung oleh Pradipa. Sebagaimana yang telah direncanakan, serangan dadakan itu bertujuan untuk merusak sebanyak mungkin gudang persenjataan musuh, membakar sebanyak mungkin persediaan bahan makanan, serta membunuh kuda-kuda dan gajah-gajah yang tentunya akan sangat merepotkan pasukan Swargadwipa kelak.

__ADS_1


Setelah kelompok kedua menyelesaikan misinya, pada keesokan paginya, rombongan prajurit Swargabhumi gempar karena banyak prajurit yang mati keracunan. Meski hanya memakan korban ribuan saja, namun perstiwa itu sangat membuat Mahapatih Hamapadayana murka, terlebih dalam beberapa hari terakhir sebelum peristiwa keracunan itu, ia juga tak mendapatkan laporan dari pasukan mata-mata yang telah ia kirimkan.


Hamapadayana tahu bahwa ada serangan rahasia dari Swargadwipa. Sejak hari dimana ia kehilangan banyak prajurit yang mati karena keracunan, ia memperketat penjagaan dan selalu berhati-hati sebelum menyantap makanan dan minuman. Tentu saja hal itu membuat kesehatan mental prajurit Swargabhumi menurun. Mereka selalu dibayang-bayangi perasaan was-was.


Beberapa hari setelah itu, di lain tempat saat pasukan Swargabhumi mendirikan perkemahan untuk beristirahat, Pradipa dan para pendekar yang ia pimpin bersiap untuk menciptakan kekacauan.


Pradipa memilih waktu dini hari sebelum subuh, ketika banyak pasukan musuh sudah kehilangan kewaspadaan, ia dan para pendekar pengikutnya akan bergerak menyebar menuju ke tenda-tenda penyimpanan senjata, tenda penyimpanan bahan makanan, dan area pasukan gajah dan kuda untuk mulai beraksi.


Sesuai kesepakatan, Pradipa dan beberapa pendekar berilmu tinggi yang menemaninya akan bergerak terlebih dahulu menyusup hingga ke tenda Mahapatih Hamapadayana untuk menciptakan kekacauan dan mengalihkan seluruh perhatian pasukan musuh. Setelahnya, pendekar lainnya akan membakar tenda perbekalan musuh.


Pradipa dan para pendekar yang menemaninya sangat menyadari bahwa tugas yang mereka jalankan sangat berbahaya. Mereka siap jikalau harus mati, atau tak bisa melarikan diri.


“Saudara-saudaraku sekalian, kita mungkin akan mati malam ini. Aku berharap saudara-saudara sekalian bisa menyelamatkan diri setelah kita membuat kekacauan di tenda patih Swargabhumi. Apabila kalian selamat, maka segera berkumpul ke tempat yang kita sepakati. Jika aku gugur dalam tugas ini, maka kalian semua yang selamat harus kembali ke Swargadwipa. Tidak perlu bergabung dengan kelompok pertama.” Kata Pradipa memberikan arahan sebelum mereka mulai bergerak.


Kemungkinan untuk selamat sangatlah kecil mengingat banyaknya pendekar sakti yang berjaga di tenda Mahapatih Hamapadayana. Meski demikian, Pradipa dan rekan-rekan pilihannya itu adalah para pendekar yang sulit untuk dibunuh.

__ADS_1


__ADS_2