Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri

Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri
Episode 47 Desa Bunga Cempaka


__ADS_3

Mereka bertiga telah sampai sebuah desa besar yang bernama desa Bunga Cempaka. Desa itu cukup ramai dan bisa dibilang lebih ramai daripada desa Air Kehidupan yang pernah mereka singgahi.


Di desa tersebut, ada sebuah perguruan silat yang bernama perguruan Bunga Cempaka, sebuah perguruan yang didirikan oleh pendekar Cempaka Putih yang sekaligus merupakan pendiri dan tetua desa Bunga Cempaka.


Namanya cukup dikenal di dunia persilatan. Keahliannya dalam bidang organisasi membuat perguruan yang ia kelola memiliki banyak murid. Meski bukan termasuk dalam jajaran pendekar legendaris, namun Ki Cempaka Putih memiliki jasa besar dan hubungan baik dengan kerajaan Swargadwipa. Setidaknya, setiap tahun perguruan ini mengirimkan 30-50 anggota muridnya untuk menjadi prajurit kerajaan.


Namun hari itu, tepat ketika Jalu, Niken , dan Batari Mahadewi menginjakkan kaki di desa itu, perguruan Bunga Cempaka sedang mengalami malapetaka.


Sudah 3 hari, Ki Cempaka Putih tak ada di perguruan. Ia pergi menemui Sinuhun Gusti Maharaja Srengenge Abang. Selama kepergiannya, pada hari itu, perguruan Bunga Cempaka telah diserang oleh beberapa kelompok pendekar hitam.


Ketika Jalu, Niken, dan Batari Mahadewi melewati perguruan itu, banyak orang telah berkumpul di sana. Sisa pertarungan membuat pemandangan di sekitar perguruan itu tampak porak poranda. Setidaknya ada 80 murid perguruan telah meninggal dunia, dan sebagian kecil lainnya luka parah.


Jalu, Niken, dan Batari Mahadewi tak bisa tinggal diam menyaksikan peristiwa itu. Mereka bertiga dan beberapa warga mencoba untuk menolong sebanyak mungkin yang bisa mereka lakukan, terutama untuk menyembuhkan beberapa murid perguruan Bunga Cempaka yang mengalami luka parah.


“Siapa pelakunya, ki sanak?” tanya Jalu kepada salah satu orang pendekar yang masih hidup.


“Mereka adalah gabungan kelompok Kelabang Iblis, Mawar Hitam, Golok Neraka, dan Harimau Merah.” Jawab lelaki itu sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Empat kelompok hitam itu sengaja tak membunuh semua anggota Bunga Cempaka agar berita penyerangan itu tersebar.


“Lagi-lagi Kelabang Iblis membuat ulah. Mestinya pendekar Kelabang Iblis telah kehilangan salah satu lengannya bukan?” Tanya Jalu.


“Benar tuan, namun kini ia dan saudara seperguruannya bersatu. Kelabang Merah lah yang sepertinya saat ini menjadi pemimpin kelompok Kelabang Iblis. Dia jauh lebih sakti jika dibandingkan kakaknya, pendekar Kelabang Iblis. Ada juga beberapa pendekar hitam lainnya yang tak kami kenal. Mereka semua tiba-tiba datang dari empat penjuru, lalu menyerang kami.” Lelaki itu bercerita.


“Apakah Ki Cempaka Putih juga menjadi korban?” Selidik Jalu.


“Tuan kenal guru kami? Beliau sedang ada di kerajaan Swardadwipa bersama beberapa petinggi perguruan. Jika beliau ada di sini, mungkin kejadiannya tak seburuk ini.” Jawab lelaki itu.

__ADS_1


“Ki Cempaka Putih kenal baik dengan pamanku. Jika tak keberatan, apakah boleh kami membantu di sini sampai situasinya benar-benar membaik? Aku khawatir jika kelompok hitam itu akan datang lagi.” Kata Jalu menawarkan bantuan.


“Dengan senang hati, tuan, kami sangat membutuhkan bantuan saat ini.” Jawab lelaki itu.


Jalu, Niken, dan Batari Mahadewi tetap di perguruan itu dan turut membantu upacara penguburan para anggota perguruan yang telah mati. Berita penyerangan itu membuat khawatir semua warga desa. Mereka takut jika gerombolan pendekar hitam itu datang lagi dan merampok mereka.


Sebenarnya kelompok itu telah meninggalkan desa setelah penyerangan yang mereka lakukan. Hanya saja mereka meninggalkan beberapa mata-mata untuk mengawasi perkembangan setelah peguruan Bunga Cempaka itu porak poranda.


Beberapa mata-mata dari kelompok Kelabang Iblis yang masih mengenali sosok Jalu dan Batari Mahadewi pergi melaporkan keberadaan mereka di perguruan Bunga Cempaka. Pendekar Kelabang iblis yang teringat pada Batari Mahadewi langsung tersulut amarahnya. Ia masih menyimpan dendam karena gara-gara gadis kecil itu, ia telah kehilangan lengannya.


Tentu saja kemampuan pendekar Kelabang Iblis menurun jauh karena hilangnya lengan kanannya. Namun saat ini ia masih memiliki keberanian, sebab adiknya, pendekar Kelabang Merah, lebih bisa diandalkan untuk membalaskan dendamnya.


Kelabang Iblis juga meminta bantuan kepada beberapa tokoh penting dari kelompok pendekar hitam lainnya untuk kembali menyerang perguruan Bungan Cempaka.


“Kenapa kita harus menyerang ke sana lagi?” Tanya Pendekar Golok Neraka.


“Ingat, Kelabang Iblis, tujuan kita semua ini adalah untuk menghancurkan beberapa perguruan putih yang lemah sebelum nantinya kita menghimpun kekuatan untuk menyerang kelompok-kelompok putih yang lebih kuat. Jangan gunakan kesempatan ini untuk membalaskan dendammu saja.” Kata Pendekar Mawar Hitam, seorang perempuan tua yang tampak selalu muda. Ia merupakan pimpinan dari kelompok Mawar Hitam.


“Betul sekali. Kami tak ingin rugi hanya gara-gara niat pribadimu saja. Sebaiknya kita tetap setia pada tujuan utama kita kali ini, menyerang kelompok Pedang Suci.” Kata pendekar Harimau Merah.


“Jika kalian tak mau membantu, apa boleh buat. Aku dan kelompokku akan pergi ke sana.” Kata Kelabang Iblis tersinggung karena permintaannya ditolak oleh kelompok persekutuannya.


“Jangan gegabah begitu, Kelabang Iblis, permintaanmu bisa merusak semua rencana kita. Tak ada alasan yang berarti selain karena kau ingin balas dendam. Tiga pendekar dari padepokan Cemara Seribu itu bisa kita urus lain waktu.” Kata pendekar Golok Neraka.


Kelabang Iblis diam tak menanggapi usul teman-temannya. Ia pergi dan menemui adiknya.

__ADS_1


“Kita tak mendapatkan dukungan. Bagaimana menurut adik?” tanya Kelabang Iblis kepada adiknya.


“Akan aku lakukan apa yang kakak minta. Jika kita harus ke sana dan menyerang mereka, mari kita lakukan dengan segala yang kita miliki.” Jawab Kelabang Merah.


“Hanya ada 50 anggota kita yang tersisa saat ini, dan dengan kemampuanmu, apa kau yakin bisa mengalahkan ketiga pendekar itu?” Tanya Kelabang Iblis.


“Aku tak tahu sehebat apa mereka bertiga. Tapi aku tak pernah takut berhadapan dengan siapapun.” Kata Kelabang Merah.


“Baiklah kalau begitu. Kita akan beraksi nanti malam.” Kata Kelabang Iblis.


####


Aliansi 4 kelompok golongan hitam yang baru saja menyerang perguruan Bunga Cempaka itu memiliki kekuatan yang besar. Setidaknya kelompok yang tergabung dalam aliansi itu telah memiliki reputasi yang tak bisa diremehkan dalam menciptakan kekacauan.


Pendekar Harimau Merah dan Mawar hitam adalah dua sosok yang disegani di dunia persilatan meski mereka bukan dalam jajaran pendekar legendaris. Pendekar Harimau Merah menjadi pemimpin dalam aliansi itu.


Aliansi itu bertambah kuat lagi dengan datangnya beberapa kelompok hitam dari wilayah kerajaan lain yang turut bergabung, seperti Pendekar Tengkorak, Pendekar Clurit Kembar, Pendekar Wajah Hantu, dan seorang lagi yang belum datang, yaitu Pendekar Raja Sihir.


Kelabang Iblis sebenarnya sudah dianggap sebelah mata setelah tangannya hilang sebelah, terlebih yang mengalahkannya adalah seorang anak gadis. Jika bukan karena reputasi Kelabang Merah, mungkin ia telah disingkirkan dari golongan hitam.


Meskipun Kelabang Merah memiliki kesaktian yang tinggi, yang hampir bisa disejajarkan dengan pendekar Mawar Hitam dan Harimau Merah, namun ia selalu tunduk dengan perintah kakaknya, Kelabang Iblis. Oleh karenanya, Kelabang Iblis masih memiliki tempat.


Menjelang tengah malam, Kelabang Iblis, Kelabang Merah dan seluruh anggota kelompoknya bergerak diam-diam mendekati perguruan Bunga Cempaka. Kala itu, Batari Mahadewi masih terjaga.


####

__ADS_1


Malam ini hanya bisa menulis sedikit teman-teman, Maafkan aku....


Selalu, saya berterimakasih atas kunjungannya serta semua dukungannya dalam bentuk apapun. Sampai jumpa besok malam. 🙏🙏🙏


__ADS_2