
Kombinasi dari jurus tapak petir dan kekuatan api yang dimiliki Batari Mahadewi membuat tubuh Varak diselubungi oleh aliran listrik selama beberapa saat. Varak mengerang kesakitan dan tubuhnya yang semula berwarna perak tanpa noda, kini menjadi penuh dengan bercak-bercak hitam bekas terbakar.
Belum sempat Varak menghela nafas, Nala dalam bentuk lahar yang tak beraturan itu langsung menyerang dengan melilitkan tubuhnya di tubuh Varak, lalu memanggang makhluk berwarna perak itu dengan api yang berwarna hitam.
Sebagian tubuh Varak mulai meleleh dan ia tak bisa melepaskan diri dari lilitan Nala yang terus menerus memancarkan energi api yang dahsyat. Batari Mahadewi membakar lelehan tubuh Varak hingga menjadi abu. Gadis jelmaan pusaka dewa itu khawatir jika ia membiarkan lelehan logam perak dari tubuh varak tersebut, maka lelehan itu akan menjadi makhluk baru.
Kekuatan Varak berkurang drastis, namun akhirnya ia berhasil meloloskan diri dari lilitan Nala dengan cara melepaskan dirinya dari tubuh perak yang akhirnya hangus menjadi abu itu. Varak kini tak memiliki wujud, ia hanya berupa kepulan asap putih yang memancarkan energi tinggi.
Batari Mahadewi dan Nala menambah kewaspadaan mereka sembari berfikir untuk mencari cara melenyapkan makhluk yang sulit ditaklukkan itu. Varak yang berwujud asap putih itu kemudian melesat cepat ke arah kuil dan mencoba untuk masuk ke dalam kuil Api Suci.
Zotha yang kondisinya telah pulih menghadang Varak dengan menciptakan jaring mantra api. Kondisi Varak yang telah banyak kehabisan energi itu tak bisa membuatnya meloloskan diri dari serangan Zotha. Bahkan, dengan kondisinya itu, ia tak akan bisa mengalahkan kakek tua itu.
Jaring mantra api itu tak bisa ditembus oleh Varak meski wujudnya adalah asap putih. Jaring itu perlahan bergerak menjadi bola api yang semakin mengecil dan memadatkan wujud Varak hingga sebesar buah semangka. Beberapa penjaga kuil api suci lainnya segera tanggap. Mereka mengambil kotak emas dari dalam kuil, lalu memberikannya kepada Zotha.
Zotha memsukkan bola api itu ke dalam kotak emas, lalu menguncinya dengan mantra. Ketika Varak telah dimasukkan ke dalam kotak emas itu, pancaran energinya tak lagi terasa.
__ADS_1
“Kakek berhasil mengalahkannya.” Kata Batari Mahadewi yang turun ke arah Zotha.
“Makhluk ini tidak bisa mati. Energinya bisa berubah bentuk dalam wujud apapun. Namun serangan kalian berdua telah banyak menghabiskan energi pengacau itu, sehingga aku bisa menguncinya di dalam kotak ini.” Kata Zotha.
“Jadi ia tidak bisa dimusnahkan?” tanya Nala.
“Tidak, karena ia adalah energi murni yang tak akan bisa dimusnahkan. Jika bisa, maka sudah sejak dulu kami memusnahkannya. Kami hanya mengurungnya dalam buku dongeng. Mungkin dari waktu ke waktu, akhirnya Varak menemukan cara untuk lepas dari segel ciptaan penjaga kuil suci pulau Emas. Kotak emas ini adalah ciptaan kami yang terbaru, dan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan segel-segel yang diciptakan ribuan tahun yang lalu.” Kata Zotha.
Raja pulau Api beserta bawahannya datang mendekat ke arah kuil. Ia berterimakasih secara pribadi kepada Batari Mahadewi dan Nala.
“Tuan dan Nona muda, terimakasih banyak atas pertolongan yang kalian berikan. Untunglah kalian datang tepat waktu, jika tidak, maka makhluk mengerikan itu mungkin sudah menguasai seluruh kota ini.” Ucap Raja pulau Api.
“Tapi kalian sungguh luar biasa. Aku tak menyangka, dalam ribuan tahun ini, kalianlah yang bisa melampaui kekuatan orang-orang pulau Api.” Kata Zotha.
“Dari mana kalian berasal?” tanya raja pulau Api.
__ADS_1
“Kami dari dunia satu rembulan, baginda, dan kami sedang memperkuat diri agar bisa kembali ke dunia kami.” Jawab Nala.
“Kalian sudah pasti akan menjadi dewa di sana setelah kalian kembali. Aku harap, kalian masih akan berada di sini selama beberapa hari ke depan. Aku mengundang kalian ke istana. Tapi tentu hari ini adalah waktu untuk membenahi kekacauan ini. Jadi, beberapa hari kedepan kuharap kalian mau datang.” Kata Raja pulau Api.
“Terimakasih banyak, baginda. Hari ini kami akan tinggal di kuil bersama guru Zotha. Jika keadaan sudah pulih seperti sedia kala, kami pasti akan datang memenuhi undangan baginda raja.” kata Batari Mahadewi.
Raja dan para bawahannya itu kembali ke istana. Para prajurit dan warga yang masih hidup bergotong-royong untuk memulihkan keadaan. Zotha mengajak Nala dan Batari Mahadewi untuk masuk ke dalam kuil. Pada hari itu juga, seluruh warga pusat kota pulau Api akan mengadakan upacara kematian atas semua korban yang meninggal akibat serangan Varak.
Semua jasad dikumpulkan berjejer-jejer di lapangan pusat kota, setelah kakek Zotha dan beberapa tiga penjaga kuil suci yang masih hidup membacakan mantra dan doa, empat orang suci dari pulau Api itu kemudian membakar semua jasad itu hingga menjadi abu. Asap membumbung diangkasa, lalu semua orang pulau Api yang hadir dalam upacara kematian masal itu mengangkat kedua tangan mereka ke atas, lalu melontarkan energi api ke angkasa.
Batari Mahadewi dan Nala sangat takjub melihat upacara kematian yang sangat berbeda dari dunia asal mereka. Ribuan jari-jari cahaya menembus angkasa, seolah mengantarkan roh dari orang-orang yang meninggal menuju gerbang dunia kematian. Langit pada malam hari itu terlihat terang sesaat hingga para pelayat menurunkan lengan mereka. Upacara kematian telah selesai. Semua kembali ke peraduan masing-masing.
Zotha menyediakan dua kamar untuk kedua tamunya yang luar biasa itu. Ketiganya menyempatkan diri untuk bercakap-cakap sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam ruangnnya masing-masing.
“Tubuh kalian banyak mengalami perubahan selama hampir setahun di dalam goa suci. Proses yang kalian tempuh jauh lebih cepat dari yang kubayangkan.” Kata Zotha keheranan sebab ia tahu, tak ada manusia yang bisa melakukan apa yang telah dicapai dua pendekar muda di hadapannya itu, hanya dewa atau iblis yang bisa melakukannya, namun Zotha merasa bahwa kedua pemuda-pemudi itu bukanlah dewa atau iblis, melainkan makhluk yang entahlah.
__ADS_1
Ini dulu untuk hidangan sore ya teman-teman, semoga nanti malam sudah jadi lagi chapter berikutnya. Ah, andaikan aku bisa membuat animasi…e…atau semacam gambar, tentu teman-teman bisa mendapatkan gambaran atas dunia fantasi yang ada di kepalaku. Sayangnya aku hanya bisa menulis, jadi silahkan teman-teman bayangkan sendiri ya…hihihi…peace!
Oh iya, nanti malam jam 7 WIB, aku mau bagi 1000 poin untuk sepuluh orang. Silahkan masuk ke group chatku, siapa tahu teman-teman beruntung.