
Batari Mahadewi duduk di tempat yang ditunjuk oleh kakek itu. Ia masih bertanya-tanya soal namanya itu.
“Maaf, kakek siapa? Namaku bukan yang kakek sebutkan tadi. Aku Batari mahadewi.”
“Ya, aku tahu. Aku adalah dewa sungai yang pernah kau temui waktu itu. Sejak kau masih bayi, aku bersembunyi di dasar sungai yang ada di desamu, memperhatikan dan menjagamu diam-diam. Apakah sekarang kau sudah tahu siapa dirimu?” tanya dewa sungai.
“Ya, aku sudah tahu, kakek. Aku adalah pusaka dewa yang kalian ciptakan,” Jawab Batari Mahadewi.
“Kami memberimu nama Sang Hyang Maharuna Dewi Shakti setelah selesai menciptakanmu. Tapi tampaknya nama pemberian ibu angkatmu itu lebih bagus untukmu. Sekarang kau ada di altar Samudra. Untuk sementara waktu kau akan berada di sini, membuka kunci kekuatan dalam tubuhmu.”
“Apakah kakek sendirian saja di sini?”
“Tidakkah kau bisa merasakan ada banyak dewa di ruang ini. Mereka sedang berada di tempat mereka masing-masing yang tersebar di sini. Nanti kau pasti akan bertemu dengan mereka.”
“Aku ingin segera kembali ke dunia, kakek. bisakah?”
“Kau tak boleh keluar dari sini sebelum raja dewa memberikan perintah.”
“Raja dewa? Tapi ada hal yang harus aku lakukan, kakek. Jika tidak…”
“Tenanglah. Jika kau ingin tahu keadan di dunia tengah, kau bisa melihatnya dari sini. Nanti akan aku tunjukkan. Tak ada hal yang perlu kau lakukan saat ini.”
“Tetapi…”
“Tak ada yang bisa kau lakukan dengan keadaanmu seperti ini. Kami mungkin saja salah, membuatmu menjadi sepenuhnya manusia dan sepenuhnya pusaka dewa. Kau memiliki perasaan dan bisa jatuh cinta.”
“Kakek mengetahuinya?”
“Pekerjaan kami adalah memantau dunia dan memantaumu. Apapun yang kamu lakukan, kami tahu. Segala hal yang telah kau alami adalah bagian dari takdir hidupmu. Jangan kau sesali.”
“Lalu bagaimana aku akan menolong Nala saat ini?”
__ADS_1
“Kau mencintai seseorang yang menyimpan jiwa kegelapan adalah hal yang diluar dugaan kami. Tetapi apa boleh buat. Kau hanya bisa menyelamatkannya jika kunci kekuatan tubuhmu telah terbuka. Tapi tak akan bisa dilakukan dengan cepat. Jika telah terbuka, kekuatanmu akan meningkat sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Kau bisa melenyapkan iblis dengan sentuhan jari tanganmu, kau juga bisa melenyapkan jiwa kegelapan di tubuh lelaki yang kau cintai itu.”
Batari Mahadewi terbelalak. Ia tak menyangka bahwa ia menyimpan kekuatan sebesar itu dalam tubuhnya. Sudah pasti demikian, sebab ia adalah gabungan kekuatan dari para dewa, diciptakan untuk jauh lebih kuat dari dewa, bahkan sang raja dewa sekalipun. Tanpa itu, ia tak akan bisa melenyapkan Kalapati.
“Lalu apa yang akan aku lakukan di sini, kakek?”
“Tentu saja berlatih. Tak ada sumber kekuatan untuk membuka kunci kekuatanmu itu. Namun setelah kau melewati tahap ini, kau bisa menyerap sumber kekuatan khayangan untuk membuka kunci terakhir.”
“Latihan?” Batari Mahadewi tak bisa membayangkan berapa lama ia akan berada di sana dan berapa lama Nala akan bertahan.
“Ya, hanya itu saja. Kau jangan khawatir, setelah kau nyaris mati melawan pangeran kegelapan, kunci kekuatanmu hampir terbuka. Bukankah kau semestinya ingat, setelah kau melewati batas-batas tubuhmu, maka kau bisa membuka kunci kekuatanmu.”
“Baiklah, tetapi latihan apa, kakek?”
“Melawan dirimu sendiri!”
Batari Mahadewi semakin tak mengerti. Ia hanya menatap dewa sungai itu dengan tatapan bodoh.
“Siapa lagi? Kami tak mampu menjadi lawan tandingmu saat ini. Jadi kau harus melawan dirimu sendiri.”
“Nanti akan kutunjukkan. Sekarang kau jalan-jalan saja, memulihkan dirimu dulu. Banyak pemandangan bagus di dunia dewa ini. Sana pergilah, mungkin kau akan bertemu dewa-dewa yang lain.”
Batari Mahadewi melakukan apa yang disarankan oleh dewa sungai itu. Berjalan-jalan menikmati keindahan. Namun tetap saja, hatinya tak tenang. Daripada melihat keindahan seorang diri, lebih baik bertempur dengan Nala di sebelahnya.
*****
Di tempat yang lain, pangeran kegelapan dan sang ratu sedang menempuh perjalanan yang jauh.
“Kemanakah kita akan pergi, pangeran?”
“Ada satu tempat yang belum kau ketahui, ratuku. Tempat itu ada di ujung dunia. Sebuah kawah raksasa tempat bersemayamnya sang naga iblis, tunggangan sang raja iblis. Dia tidak terlibat peperangan dengan para dewa, juga bukan pengikut kita. Jika kita bisa mengajaknya, maka kita punya kekuatan yang bagus.
__ADS_1
“Seberapa kuatkah dia?”
“Hampir menyamai kekuatanku. Raja iblis telah menghukumnya di sana sejak ia melakukan satu kesalahan dan sejak itu ia tetap terkurung di sana, bersemayam di dalam kawah api bumi. Kita abaikan dulu iblis-iblis yang lain. Kita bebaskan naga iblis itu terlebih dahulu.”
“Baik, pangeran.” Mereka berdua melesat melanjutkan perjalanan. Pulau demi pulau terlewati. Setelah melayang melewati samudra yang sangat luas, barulah mereka sampai di suatu tempat dengan ratusan gunung api yang menjulang ke langit. Tak ada makhluk hidup yang tinggal di sana. Gunung-gunung api itu terus menerus memuntahkan lahar. Sungai lahar dari gunung api itu mengalir menuju ke suatu tempat di tengah pulau, sebuah lubang raksasa yang menelan seluruh lahar yang dimuntahkan gunung-gunung api itu.
Pangeran kegelapan dan ratu Ogha melayang di atas kawah raksasa itu. Uap panas yang terangkat naik cukup untuk membuat daging sebesar rumah bisa matang sempurna.
“Di sini sangat panas, ratuku. Kau tak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Sebaiknya kau menungguku di tempat yang aman. Aku akan membangunkan naga iblis itu dari sini.”
“Baik, pangeran.” Ratu Ogha segera menyingkir. Sang pangeran membuat seluruh lahar panas di dalam lubang besar itu bergejolak, bergerak berputar menjadi pusaran. Semakin lama semakin cepat. Setelah itu ia mengeluarkan semua lahar yang ada di kawah itu.
Setelahnya, barulah sang naga iblis keluar dari lubang besar itu. Ia berwujud seekor naga api yang berukuran sangat besar. Tubuh pangeran kegelapan terlihat hanya sebesar kuku naga itu. Sang pangeran bergerak mundur, mencoba untuk mengajak bicara naga iblis dari jarak yang cukup aman.
“Andhakara, kenapa kau mencariku?!” Suara naga iblis itu seperti gemuruh yang menggelegar, sebanding dengan tubuhnya yang sangat besar itu.
“Tak bisakah kau berubah wujud menjadi yang lain agak kita lebih mudah berbicara!” perintah sang pangeran kegelapan.
“Baiklah, tetapi jangan menyesal!” sang naga iblis itu berubah wujud menjadi sosok perempuan cantik berambut api. Lebih cantik dari sang ratu dan sudah pasti membuat ratu Ogha cemburu jika sang pangeran dekat dengannya.
“Kau berwujud perempuan?”
“Inilah wujudku jika aku tak menjadi naga. Kau pilih yang mana? Jika kau tetap sulit menerima wujudku, sebaiknya kau pergi saja dari sini!”
“Aku sudah jauh-jauh kemari dan kau mengusirku!”
“Lalu apa maumu?”
“Aku ingin membuka pintu ke dunia bawah. Aku butuh bantuanmu!”
“Oh, butuh bantuan?! Bisakah kau memintanya dengan cara yang lebih menyenangkan? Aku bukan pembantumu!”
__ADS_1
“Tapi kau tunggangan raja iblis bukan? Sudah sewajarnya jika aku memintamu dengan cara seperti ini?!”
“Apa katamu! Kurang ajar!” Naga iblis sangat marah. Ia mengerahkan lahar-lahar gunung api yang ada di bawahnya itu ke arah pangeran kegelapan dari segala jurusan. Sang pangeran itu tetap diam tak bergerak. Sang ratu Ogha yang melihat hal itu dari kejauhan mulai panik.