Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri

Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri
Episode 313 Pertarungan Dengan Pangeran Kegelapan #2


__ADS_3

Gempa yang baru saja terjadi di Mahabhumi telah merobohkan banyak sekali bangunan. Keadaan sangat kacau. Mereka yang tinggal di sana harus berhadapan dengan banjir dan gempa bumi. Seluruh area dataran tinggi dan perbukitan menjadi tujuan banyak orang untuk menyelamatkan diri.


Di Swargadwipa, banjir setinggi dada melanda kota kerajaan. Tak ada persiapan apapun dari kerajaan untuk menanggulangi bencana yang tiba-tiba terjadi itu. Banyak bangunan kota yang roboh. Bahkan, istana kerajaan yang dibangun dengan bahan terbaikpun mengalami banyak kerusakan, terutama di bagian atap.


Benteng yang tebal itu menjadi satu-satunya bangunan yang bisa tetap berdiri meski beberapa dindingnya mengalami keretakan. Di atas benteng yang lebar itu menjadi tempat pengungsian sementara bagi orang-orang untuk menyelamatkan diri dari banjir.


Beruntung, wilayah istana itu didirikan di atas tanah yang lebih tinggi dari lainnya, sehingga air tak bisa menggenangi kawasan istana itu. Hanya saja, yang bisa masuk di sana hanyalah kalangan prajurit dan pejabat kerajaan.


Desa Cemara Seribu menjadi tempat pengungsian dari beberapa desa yang terendam banjir. Tak hanya manusia yang datang kesana, tetapi juga berbagai binatang mulai dari ular hingga hewan-hewan besar. Binatang yang mencari selamat itu justru malah menemui ajal, sebab manusia yang ada di sana butuh makan. Habislah mereka.


Para pendekar sibuk mencari korban hanyut. Dengan menaiki rakit darurat yang mereka buat dari batang-batang pohon, mereka membawa para korban menuju ke daerah yang tak terendam air. Banyak orang yang bertahan di atas pohon sambil berteriak minta tolong. Suara tangis kesedihan adalah nyanyian pilu yang terdengar di mana-mana.


Semua wilayah mengalami hal yang sama. Tak hanya di Mahabhumi, namun juga pulau lainnya di seluruh bumi.


Di Khayangan, Kalapati sangat curiga dengan getaran-getaran hebat yang terasa dan mengguncang dunia langit. Mana mungkin manusia biasa yang bertarung dengan iblis bisa berdampak sebesar itu? sekalipun dewa-dewa kecil yang sedang bertarung.


“Raja dewa! Sepertinya dugaanmu salah kan?” tanya Kalapati.


“Kenapa pengetahuanmu dangkal sekali. Seberapa banyak yang kau tahu tentang bangsa siluman, bangsa iblis, dan manusia? Jika kekuatan yang terasa sebesar ini, maka mereka yang bertarung adalah sepuluh siluman putih melawan bangsa iblis. Jika kau berniat untuk menurunkan bangsamu ke dunia tengah, tunggulah beberapa hari lagi ketika cuaca kembali seperti semula. Saat itu, dunia sudah hancur dan bangsamu bisa memulai sesuatu di sana, tak akan ada banyak perlawanan dan hambatan dari bangsa manapun," kata raja dewa.

__ADS_1


Penjelasannya yang selalu terdegar masuk akal itu membuat Kalapati percaya. Kalapati adalah pihak terkuat saat ini, maka sang raja dewa juga diam-diam menuntun raja raksasa itu untuk menyeimbangkan kekacauan dunia. Tak ada pilihan lain.


Bangsa iblis juga akan sangat berbahaya jika sudah memiliki banyak kekuatan. Hanya raja dewa yang tahu tentang bagaimana mengatur keseimbangan. Jika bangsa raksasa dan bangsa iblis bertarung, maka jumlah keduanya akan berkurang banyak dan akan memperlambat kehancuran.


“Ingat baik-baik, Kalapati. Saat ini kau adalah pemimpin terkuat. Keseimbangan dunia adalah tanggung jawabmu sepenuhnya. Bukan lagi tanggung jawabku. Maka, apapun yang terjadi setelah bangsamu turun ke dunia tengah, kau tak boleh ikut campur. Biarkan mereka menentukan nasibnya sendiri. Kelak kau akan mengerti apa yang aku rasakan ketika menjaga keseimbangan dunia. Bahkan kau dendam padaku karena tugas yang kujalankan itu,” kata raja dewa mencoba mengendalikan Kalapati.


“Aku mengerti. Kalau begitu, beberapa hari kedepan aku akan memindahkan sebagian besar bangsaku turun ke dunia tengah,” kata Kalapati.


“Satu lagi, jika kau melepaskanku, aku akan membantumu memimpin dunia ini,” kata raja dewa.


“Apa! Kau akan melarikan diri jika aku melepasmu,” kata Kalapati.


“Apakah aku bisa memegang kata-katamu?” tanya Kalapati.


“Aku bukan pembohong murahan. Aku raja dewa. Tujuanku adalah menciptakan keseimbangan. Hanya itu saja. Kau yang akan menjalankannya, aku memberi tahumu bagaimana caranya!” kata raja dewa.


“Apa bedanya jika kau ada dalam cincin untuk memberitahuku?” kata Kalapati.


“Kau lihat sumber kehidupan di khayangan itu? hanya aku saja yang bisa memperbaikinya. Aku sudah mengatakan berkali-kali padamu. Sumber itu tak boleh habis tanpa diperbaharui,” kata raja dewa.

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan melepaskanmu. Jangan sampai kau menipuku!” Kalapati membuka satu persatu hingga seratus kunci yang ia ciptakan dari kekuatannya untuk menahan raja dewa dalam cincinnya.


Sang raja dewa akhirnya terbebas. Aura dewanya dengan segera membuat suasana dunia khayangan tampak berbeda. Tumbuhan khayangan yang semula layu selama bertahun-tahun tiba-tiba segar kembali. Kalapati yang tak terkalahkan itu begitu heran dengan kemampuan raja dewa untuk menciptakan kehidupan dunia khayangan yang diciptakan olehnya itu. Ia mengakui bahwa raja dewa memang pantas untuk posisi itu.


Yang pertama-tama dilakukan oleh raja dewa adalah langsung berjalan mendekati kolam suci khayangan. Ia duduk bersila di sana dan tak mempedulikan apa-apa lagi prajurit raksasa penjaga selalu mengawasinya.


Raja dewa tak hanya memperbaharui kolam suci itu, namun ia diam-diam berhubungan dengan dewa-dewa lainnya untuk mengabarkan kebebasannya sekaligus menceritakan kondisi yang ada di dunia khayangan. Kalapati tak akan pernah tahu cara komunikasi yang dilakukan oleh raja dewa itu.


****


Sementara itu, di atas permukaan laut tempat tenggelamnya pulau Tirayamani, semua mata tertuju ke arah ledakan besar yang baru saja terjadi itu; sebuah ledakan dari kekuatan yang dilepas oleh Batari Mahadewi.


Kabas dan Wangka terlihat panik ketika mereka berdua melihat kejadian itu. “Pangeran….!” Mereka berteriak sesaat setelah Batari Mahadewi melepaskan serangan dengan kekuatan penuh.


Batari Mahadewi belum bisa merasa lega. Pancaran kekuatan pangeran kegelapan masih terasa, hanya saja wujudnya tak terlihat. Yang pasti, sang pangeran kegelapan sedang dalam kondisi darurat setelah mendapatkan serangan telak itu. Pancaran tenaga yang terasa dari kehadiran pemimpin bangsa iblis itu sangat lemah.


Kabas dan Wangka tahu apa yang akan mereka lakukan, yakni mengorbankan diri untuk pangeran kegelapan. Dua makhluk itu masih terkepung oleh tujuh siluman putih yang tersisa. Lalu keduanya menghempaskan kekuatan besar secara bersamaan yang membuat tujuh siluman itu terpental lumayan jauh.


Setelah itu, dua dewa yang telah menjadi iblis itu menciptakan sebuah perisai gelap yang di selimuti asap hitam. Batari Mahadewi paham apa yang akan terjadi kemudian. Namun ia sedang tak bisa bergerak untuk memulihkan kekuatannya. Ia duduk bersila mengambang di udara dengan lingkaran perisai yang melindungi tubuhnya. Dalam posisi itu, ia mencoba untuk menyerap energi bumi, laut, langit, dan panas matahari secepat yang ia bisa.

__ADS_1


Ketika siluman putih kembali membentuk formasi, mereka telah terlambat. Pangeran kegelapan diam-diam telah menyerap semua kekuatan Kabas dan Wangka untuk memulihkan diri. Perisai gelap itu cukup keras yang bahkan tak bisa dihancurkan ketika siluman gajah dan siluman kera menghujamkan senjata pusaka mereka dengan kekuatan besar.


__ADS_2