Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri

Pendekar Batari Mahadewi: Perjalanan Menemukan Jati Diri
Episode 197 Ratu Ogha


__ADS_3

Batari Mahadewi dan Nala cukup heran dengan perbedaan pemandangan antara di luar dan di dalam kuil itu. Jika di luar kuil, segalanya terbuat dari emas, sebaliknya di dalam kuil yang ada hanyalah ruang kosong yang sangat luas. Di ujung kuil itu terdapat tiga buah pintu kayu dengan ukiran cantik.


“Lihatlah tiga buah pintu itu. Pintu yang di sebelah kanan adalah pintu yang terhubung dengan berbagai tempat di dunia tiga rembulan. Pintu yang di tengah adalah pintu untuk menuju ke sumber energi utama pulau Emas, dan pintu yang di sebelah kiri adalah pintu untuk menuju ke dunia lain, termasuk dunia kalian.” Kata kakek dewa itu.


“Ah, kakek benar-benar keterlaluan! Jadi kakek berbohong kepada kami bahwa jika kami ingin kembali maka kami harus bisa membuka pintu langit dengan kekuatan kami?!” kata Batari Mahadewi.


“Hahaha, tidak! Aku tidak berbohong. Kalian bisa pulang dengan membuka pintu langit. Tapi bisa juga dengan menggunakan pintu itu. Tanpa unsur energi emas dalam tubuh kalian, maka kalian tak akan bisa menggunakan pintu itu. Tanpa adanya unsur Api, Es, dan Halilintar dalam tubuh kalian, maka kalian tak akan bisa memasuki pintu tengah. Jadi sama saja kan?! Kalian harus melalui semua jalur yang harus kalian tempuh tahap demi tahap.” Kata kakek dewa itu.


“Tapi kenapa kami tak bisa menggunakan energi Api, Es, dan Halilintar ketika kami sampai di pulau ini?” tanya Nala.


“Sebab aku membuatnya demikian. Setiap orang atau makhluk yang berasal dari dunia tiga rembulan akan kehilangan seluruh kekuatan mereka jika berada di wilayah pulau ini. Tidak benar-benar hilang, melainkan hanya tak bisa dipergunakan saja. Nah, apakah kalian siap memasuki pintu tengah?” tanya kakek itu.


“Ya, kami siap.” Batari Mahadewi, Nala dan kakek dewa maju mendekati pintu itu. Kakek dewa memancarkan energi dewa miliknya dan seluruh tubuhnya berubah menjadi emas dan diselubungi cahaya emas yang menyilaukan. Dengan energi dewa miliknya itu, sang kakek membuka pintu tengah.


Begitu pintu itu terbuka, cahaya keemasan menyeruak keluar dan menyilaukan mata Batari Mahadewi dan Nala.


“Mendekatlah kemari.” Kata kakek dewa.

__ADS_1


Batari Mahadewi dan Nala mendekat ke arah pintu. Begitu keduanya sampai di ambang pintu, Batari Mahadewi dan Nala tersedot ke dalam ruangan yang penuh dengan cahaya keemasan itu. Keduanya tak memiliki kendali atas tubuh mereka sendiri dan hanya bisa pasrah ketika pusaran energi dari pulau emas itu memilin tubuh mereka dan membungkus keduanya ke dalam kristal emas.


Kakek dewa itu menutup pintu begitu kedua pendekar dari dunia satu rembulan itu telah masuk ke dalam sumber energi utama pulau Emas. Kakek itu berjalan keluar kuil, lalu mendatangkan kabut yang pekat dan pulau itu tak lagi tampak oleh siapapun.


 


 


Sementara Batari Mahadewi dan Nala akan sedang berada di dalam ruangan sumber energi utama pulau Emas selama dua tahun, Kerajaan Swargadwipa di dunia satu rembulan sedang berbenah. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menyambut serangan berikutnya dari kerajaan-kerajaan di wilayah barat.


Kekalahan itu menelan biaya mahal. Semua kerajaan-kerajaan barat harus mengerahkan lagi kekuatan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya dan hal itu butuh persiapan yang lama. Belum selesai mereka menyiapkan segala hal untuk kembali menyerang kerajaan-kerajaan timur, kerajaan hitam dari pulau Tirayamani yang dipimpin oleh ratu Ogha telah sampai di bagian paling barat dari pulau Mahabhumi.


Seperti yang telah diceritakan di bagian sebelumnya, ratu Ogha adalah penguasa pulau Tirayamani yang semua penghuninya merupakan para pendekar dan penyihir aliran hitam. Pulau itu mirip dengan pulau Neraka. Bedanya, Pulau Tirayamani jauh lebih besar dan lebih tua peradabannya sehingga mampu mendirikan salah satu kerajaan yang ditakuti di seluruh penjuru dunia satu rembulan.


Kerajaan Catrabhumi, yang terletak di ujung barat pulau Mahabhumi, adalah kerajaan pertama yang menyadari kehadiran para pasukan kerajaan Tirayamani setelah puluhan kapal besar dengan layar berwarna hitam telah menepi di pelabuhan bagian barat kerajaan Catrabhumi.


Awalnya, sang syahbandar pelabuhan beserta pasukannya mengira kapal-kapal besar itu merupakan kapal asing yang datang dengan tujuan dagang. Namun ketika kapal itu merapat, puluhan ribu pasukan yang semuanya merupakan pendekar aliran hitam dengan kesaktian tinggi berlompatan keluar kapal dan membantai semua orang yang ada di pelabuhan itu hanya dalam waktu yang sangat singkat.

__ADS_1


Selanjutnya mereka menguasai pelabuhan itu dan menjadikannya pos pertama pasukan Tirayamani di pulau Mahabhumi untuk menantikan kedatangan kapal-kapal kerajaan Tirayamani lainnya yang masih dalam perjalanan.


Ratu Ogha dalam waktu dekat akan menyusul para pasukannya dan memimpin langsung ekspedisi untuk menguasai seluruh wilayah di pulau Mahabhumi. Ia memang berniat untuk memindahkan kerajaannya di pulau itu.


Ratu Ogha adalah manusia iblis yang telah hidup lebih dari seribu tahun. Ia hidup di zaman sebelum kerajaan-kerajaan pulau Mahabhumi ada. Ia lahir di pulau Mahabhumi, lalu melarikan diri ke pulau Tirayamani setelah para dewa memusnahkan kekuatannya.


Para dewa harus turun tangan sebab tak ada pendekar aliran putih yang bisa menandingi kekuatan ratu Ogha dan tentunya, kekuatan iblis yang ia miliki menimbulkan kekacauan. Terlebih, waktu itu ia bertemu dengan pangeran kegelapan dan menjadi sepasang kekasih; sepasang malapetaka bagi dunia.


Para dewa berhasil meringkus kekuatan pangeran kegelapan dengan menyegelnya dalam sebuah mustika hitam. Sementara, ratu Ogha hanya kehilangan kekuatannya. Beruntung ia masih bernyawa. Selama ratusan tahun ia berusaha memulihkan kekuatannya di pulau Tirayamani. Ia tak bisa terang-terangan menampakkan diri, dan hanya hadir sebagai pendekar aliran hitam biasa meski ia memiliki kekuatan iblis yang setara dengan kekuatan dewa. Ia takut para dewa akan mencurigainya kembali sebagai biang pembuat kekacauan.


Selain memulihkan kekuatannya, ratu Ogha juga membuat semua orang di pulau Tirayamani menjadi pendekar dengan kekuatan hitam yang sangat setia mengabdi kepadanya. Sebagian dari para pendekar hitam itu juga merupakan penyihir yang tak hanya mahir dalam menggunakan jurus ilusi, namun juga bisa mengubah suatu benda menjadi benda lain.


Ratu Ogha tahu ada yang tidak beres dengan dunia khayangan. Selama beberapa tahun belakangan ini, para dewa tak pernah menampakkan diri. Maka saat itulah ia ingin memulai lagi untuk mengembalikan kejayaan kekuatan hitam sebagai penguasa dunia. Ia ingin menguasai seluruh sumber energi sekaligus membangkitkan berbagai makhluk sakti dari masa lalu yang telah disegel oleh para dewa.


 


 

__ADS_1


__ADS_2