HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 100


__ADS_3

Kesayangan...


Pagi itu Revaldi masih tertidur dia atas kasur dengan di temani sang istri, mereka saling memeluk, kehangatan di rumah tangga mereka mulai terasa indah, cinta di antara mereka pun kini semakin erat.


Criztine terbangun dan menatap wajah tampan sang suami yang kini telah dia miliki seutuhnya...


"Mas bangun, kamu tidak ke kantor?" bisik Criztine.


"Hemmm...aku ingin selalu bersama mu sayang." Jawab revaldi dengan mata yang masih terpejam.


"Jangan menggoda aku terus, mas bangun di kantor ada tanggung jawab besar yang Opa hendardi serahkan sama mas..." jelas Criztine dengan mencubit hidung Revaldi.


"baiklah aku ke kantor, tapi ada syaratnya..." ucap Revaldi dengan menatap wajah Criztine.


"Syarat apa?" Criztine memicingkan mata.


"Kamu harus ikut aku ke kantor, aku tidak ingin jauh dari istriku ini..." manja Revaldi.


Criztine di buat salah tingkah dengan rayuan maut Revaldi, dia tak menyangka di balik dinginnya sifat Revaldi, ternyata dia menyimpan humor yang tinggi dan juga dia seorang yang sangat romantis.


"Tidak bisa begitu dong mas, tidak enak dengan karyawan disana. bukankah kamu sudah membuat peraturan bahwa seorang pasangan di larang kerja di kantor kamu...? lah sekarang mas mau membawa aku ke kantor. apa mas yakin dengan ini??" ucap Criztine.


"Kamu bukan karyawan tapi kamu istriku, aku hanya melarang mereka berpacaran dengan sesama rekan kerja. bukan berarti aku melarang suami istri masuk ke dalam kantor ku sayang...!" jelas Revaldi dengan mencubit pipi Criztine.


"Kalau begitu mas mandi dulu biar aku siapkan baju ganti untuk kita..." Criztine pun beranjak dari tempat tidur.


Revaldi masih terdiam di atas kasur dengan menatap sang istri yang sibuk memilih baju.

__ADS_1


senyuman mulai mengembang di bibirnya, terasa indah kehidupan yang dia jalani, mempunyai istri yang sangat perduli dengan semua kebutuhannya...


"Mas kamu belum juga mandi....?" ucap Criztine dengan lantang.


"Mandi bareng yuk..." Revaldi beranjak dari tempat tidur dan mendekati criztine.


"Ih apa sih mas, lepas. keburu kesiangan loh..." Maki Criztine saat Revaldi memeluk dirinya dengan erat.


"Aku mau mandi bersama dengan mu sayang..." Manja Revaldi dengan menciumi leher jenjang Criztine.


"Mas hentikan. geli..."


"Mas lepaskan...." Criztine meronta saat Revaldi membopong tubuh Criztine masuk ke dalam kamar mandi, dan mandi bersama.


Tak lama mereka keluar dari kamar mandi, Revaldi masih menggoda Criztine atas kemolekan yang dirinya miliki.


"Kenapa? kan ini tidak terlalu pendek, biasanya kamu suka jika aku pakai dres seperti ini.." ucap Criztine.


"Tidak untuk hari ini, cepet ganti baju lain saja..." Revaldi membuka lemari dan mencarikan baju ganti untuk Criztine.


"Kenapa semua baju kamu seperti ini? kamu pakai baju ku saja ya...?" Ucap Revaldi dengan mengambilkan kemeja putih miliknya.


"Bukankah semua baju itu kamu yang membelinya? kenapa sekarang kamu tidak mengijinkan aku untuk memakai itu...?" cetus Criztine dengan muka cemberut.


"Aku hanya tidak suka jika ada orang lain yang melihat tubuhmu, aku bisa cemburu tau.." lirih Revaldi


"Mas kamu ada-ada saja. mana ada seorang pun yang berani melirik kepunyaan Revaldi..." jelas Criztine.

__ADS_1


"Ya sudah kamu di rumah saja. aku tidak ingin ada mata jahat yang melirik istri cantik ku ini..." Revaldi mencubit pipi Criztine yang imut.


"Ya sudah, kalau begitu aku mau jalan-jalan sama April." ucap Criztine dengan nada datar.


"Enak saja kamu pergi tanpa aku, kalau begitu aku ikut ya?"


"Mas kan harus ke kantor..." Criztine merasa heran dengan tingkah kekanakan dari suaminya.


"Kalau begitu kamu ikut ke kantor saja, setelah rapat selesai kita jalan-jalan sama April. Bagaimana?." ucap Revaldi dengan tersenyum indah.


"Boleh juga, tapi aku tidak mau pakai baju itu..." rengek Criztine


"Ya sudah kamu pakai saja baju itu, tapi kamu tidak boleh jauh-jauh dari aku..." Pinta Revaldi.


"Makasih mas, kamu memang suami yang tersegalanya..." Cristine memeluk Revaldi.


"Pasti dong Revaldi..." Revaldi menyombongkan dirinya sendiri.


"Oh iya mas aku ke bawah dulu, mau buatin kamu teh dulu..." cristine pun bergegas pergi.


"Kamu buat itu harus PC ya sayang..." jawab Revaldi.


Seketika langkah Criztine terhenti dengan kalimat yang membuat dia sedikit kebingungan...


"PC. sih apa mas?" tanya Criztine.


"Pake cinta sayang...hahaha" Revaldi tertawa melihat wajah kebingungan dari sang istri.

__ADS_1


"Ih kirain apa, dasar kamu mas..." Lirih Criztine dengan melanjutkan langkahnya.


__ADS_2