
SURAT UNDANGAN...
Kabar lamaran rikardo yang di terima tasya terdengar di telinga riko
dia merasa sangat sedih hingga memilih mengurung dirinya di dalam kamar
"Bang...ngapain sih seharian di kamar???..makan dulu nanti abang sakit" rena terus menggedor pintu kamar riko namun tak ada jawaban sedikitpun.
Rena semakin khawatir terhadap abang nya
dia mendobrak pintu kamar riko
betapa terkejutnya rena melihat serpihan kertas kertas yang berserakan di mana mana
"Abang ini apa apaan....kaya bocah putus cinta saja" rena memungut serpihan kertas
dia melekatkan serpihan satu dengan yang lain
riko hanya berbaring lemas dengan mata yang sembab pandangan nya kosong..
"Astaga...bukankah ini wajah tasya??" rena menatap wajah abang nya dengan rasa penasaran
"Dan ini juga dan semua ini foto tasya bang....jangan bilang kamu mencintai tasya"rena meraih tangan riko mengharap dia mendapat kejelasan yang dia inginkan
"Iya...aku memang mencintai tasya, hanya aja selama ini abang mu ini tak mempunyai keberanian yang besar seperti lelaki yang saat ini bersama dengan dia....abang mu ini hanya seorang pengecut yang mampu mencintai tanpa berani mengungkapkan ren!!?"
jelas riko dengan meneteskan air mata
__ADS_1
"Bang kenapa selama ini kamu jahatin dia...bahkan abang yang menempelkan hasil USG tasya waktu dulu di mading"emosi rena meluap
"Rena CUKUP...aku tekan kan kepada kamu, bukan aku yang menempel itu...karna anak yang di dalam USG itu adalah anak kandung ku sendiri...mengerti kamu" riko berdiri dan berbicara lantang sampai dia tak dapat mengontrol dirinya sendiri
"Apa...jadi reval adalah anak kamu bang...brengs**k kamu bang, selama ini tasya sudah menderita dia kehilangan semua nya sekolah nya, masa muda nya, dan kebahagiaannya...semua karna kamu bang!!"rena menampar abang nya dan berlari ke dalam kamar rena sendiri
riko hanya bisa mematung
tubuhnya lemas.
"Sebentar lagi kamu benar-benar akan meninggalkan aku sya....kenapa harus dia dan bukan aku"
riko meratapi kesedihan nya
Rena...
namun ternyata tasya bisa sampai seperti sekarang adalah sebab abang nya yang tak bertanggung jawab.
"Yasya, kenapa kamu tak pernah cerita kepada ku jika abang ku lah yang telah menghancurkan hidup mu...tasya kenapa, kenapa sya...??"
Rena memukuli dirinya sendiri
ada perasaan yang tak dapat dia ungkapkan
di sisi lain rena ingin abang nya menebus semua yang telah dia perbuat tapi di sisi lain tasya sekarang sudah menemukan kebahagiaan nya..
rena merasakan sakit yang begitu dalam
__ADS_1
membayangkan jika dirinya di posisi tasya
akankah dia sekuat tasya
rena semakin salut dengan tasya dia mampu melewati semua kesulitan sendiri tanpa meminta bantuan kepada para sahabatnya maupun orang tua nya...
"Pantas selama ini aku merasa reval mirip dengan bang riko....ternyata dia benar anak bang riko, berarti dia keponakan ku...ya tuhan semoga revaldi kelak tidak kecewa dengan semua kenyataan ini"
rena keluar dan pergi kerumah tasya
tok tok...
rena berdiri di depan pintu dengan harapan tasya yang membukakan pintu
"Iya....eh tante masuk"revaldi membuka pintu dan mempersilahkan rena untuk masuk
"Tidak sayang...bolehkan tante memeluk mu nak??"
Revaldi mengangguk
rena pun memeluk revaldi dengan penuh kesedihan karna selama ini tasya menyembunyikan kenyataan yang sepahit ini di hidup nya..
tak terasa air mata membasahi pipi rena
banyak hal yang dulu dia lakukan hingga terkadang menyakiti hati tasya bahkan saat dia mengandung rena yang ceroboh telah menjatuhkan hasil USG itu hingga terjadinya bencana sebesar itu yang membuat tasya harus keluar dari sekolah...
sungguh tak sanggup rena membayangkan semua yang sudah terjadi di masa lalu.
__ADS_1