
Rikardo..
setelah kepergian riko dirinya kembali masuk ke dalam rumah
"Ayah...revaldi mau main ke taman, boleh??"
"boleh, tapi cepat pulang ya...nanti di marahi mami" jelas rikardo dengan mengusap kepala sang anak
revaldi mengangguk dia pun pergi ke taman dengan sepeda kecilnya.
"sayang..."rikardo masuk ke dalam kamar
dia mendapati tasya yang tengah duduk di tepi ranjang
"kamu sedih karna kepergian riko??"
tasya seketika menatap wajah rikardo dengan berkaca kaca, dirinya tak mampu menyembunyikan kesedihan di hati nya
"menangis lah sayang, aku tau saat ini kamu sangat sedih...aku tidak apa apa. karna aku sadar keberadaan dia jauh sebelum aku ada..aku mengerti perasaan kamu sayang!!"
jelas rikardo dengan mendekati sang istri
"mas...aku menangis bukan karna aku kehilangan dia, tapi aku menangis karna aku tak mampu mengatakan yang sejujurnya kepada revaldi...bahwa dia adalah ayah kandung nya!!!" tasya menangis di bahu rikardo
"sayang jangan membohongi perasaan kamu...aku tau kamu masih menyimpan hati kepadanya, dan adakah sedikit tempat untuk diriku di hati kamu sya....???" bisik rikardo
__ADS_1
tasya mendengar kalimat yang baru saja dia dengar
membuat dia tersadar bahwa kesedihan nya hanya akan membuat luka bagi suami nya
"Mas aku mencintai kamu...dan hanya kamu lah yang sekarang aku cintai"
rikardo menatap wajah tasya
"Aku pun mencintai kamu...sangat sangat mencintai kamu, maukah kamu mulai sekarang menutup hati untuk dia???"
"aku sudah bicara kepada dirinya....riko dan aku sudah memilih untuk menutup buku percintaan kami, aku memilih membuka buku percintaan bersama mu mas...!!"
rikardo memeluk sang istri
"sayang aku menginginkan mu saat ini" bisik rikardo
saat rikardo hendak mencium tasya
terdengar suara pintu di ketuk
tok tok tok...
tasya bangkit dari duduknya
betapa terkejutnya tasya saat mendapati sesosok wanita cantik di hadapan nya..
__ADS_1
"karin....."
"aku mau bicara dengan kamu"karin meraih tangan tasya
"tasya aku mohon maaf...maafkan aku??!"
tasya tertegun melihat dia memohon dan berlutut di hadapan nya
"maaf untuk apa??...seingat ku, kamu tidak berbuat apa pun terhadapku!!" jelas tasya dengan meraih tubuh karin dan mengajaknya duduk di kursi depan rumah.
"semua salah ku sya....sebenarnya yang menempelkan hasil USG kamu waktu itu adalah aku...tolong maafkan aku sya, saat itu aku iri dengan kamu yang selalu mendapat perhatian dari riko..aku cemburu. jadi aku berusaha memisahkan kalian...sekali lagi maafkan aku"karin menggenggam erat tangan tasya
"sudah lah karin....semua bukan salah kamu, ini semua sudah jalan hidup ku...aku memaafkan kamu, jadi tak perlu kamu sedih seperti ini" jelas tasya
"aku juga minta maaf atas nama kak vany yang telah membuat rumah tangga kamu menjadi kacau...aku pantas di hukum sya, maka hukum aku sesuka kamu..biar aku bisa menebus semua dosa dosa ku kepada mu!!!" karin meneteskan air mata
"jangan menangis...aku sudah memaafkan kamu dan juga kakak kamu!!" tasya mengusap tangan karin
"kamu baik sekali sya...setelah mendengar semua yang aku katakan, kamu masih bisa sabar dan tenang seperti sekarang ini...aku ingin mengubah sikap ku menjadi seorang yang seperti kamu sya"
"karin...lebih baik kamu menjadi diri sendiri jangan jadi orang lain...harusnya kamu mulai menata kehidupan kamu yang baru, dan berbahagia seperti diriku sekarang ini!!" tasya tersenyum
karin pun mengerti mengapa semua riko dan rikardo sampai berlomba lomba untuk mendapatkan tasya
ternyata tasya mempunyai jiwa yang agung dan penyabar
__ADS_1
tak lama mereka berbincang bincang
karin pun meminta ijin untuk pulang.